Menuju konten utama

Libur Nataru Usai, 2,8 Juta Kendaraan Tercatat Keluar Jakarta

Hingga saat ini, sekitar 4,7 juta kendaraan telah keluar-masuk Jakarta melalui Gerbang Tol Cikupa, Ciawi, Kalihurip Utama, dan Cikampek Utama.

Libur Nataru Usai, 2,8 Juta Kendaraan Tercatat Keluar Jakarta
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo melakukan monitoring arus lalu lintas di Command Center Tollroad Jasa Marga, Jatiasih, Bekasi Kota, Jumat (2/1/2025) siang. tirto.id/Ayu Mumpuni
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Polri menutup Operasi Lilin yang merupakan kegiatan pengamanan libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Dari operasi tersebut, tercatat 2,9 juta kendaraan keluar dari Jakarta.

Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo melakukan monitoring arus lalu lintas di Command Center Tollroad Jasa Marga, Jatiasih, Kota Bekasi, Jumat (2/1/2026) siang. Pemantauan ini dilakukan mengingat arus balik libur Nataru masih akan terjadi hingga Minggu (4/1/2026).

Dedi menyebut, untuk data kendaraan yang masuk kembali ke Jakarta tercatat sebanyak 2,8 juta. Namun hingga saat ini, sekitar 4,7 juta kendaraan telah keluar-masuk Jakarta melalui empat gerbang tol utama, yakni Gerbang Tol Cikupa, Ciawi, Kalihurip Utama, dan Cikampek Utama.

“Operasi Lilin 2025 yang berakhir pada 2 Januari 2026 akan dilanjutkan dengan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan (KRYD) hingga 5 Januari 2026,” tutur Dedi dalam keterangan tertulis, Jumat (2/1/2026).

Dedi menyampaikan, apresiasi dan terima kasih patut diberikan kepada seluruh personel Polri, TNI, serta para pemangku kepentingan yang telah bersinergi mengamankan rangkaian perayaan Nataru. Ia menegaskan, secara umum situasi kamtibmas dan arus lalu lintas selama periode Nataru terpantau aman dan kondusif.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa untuk mengantisipasi kepadatan arus balik, Polri telah menyiapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas, mulai dari ganjil-genap, contraflow, hingga one way. Seluruh kebijakan tersebut terus disosialisasikan secara masif agar masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman.

“Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi arus balik masyarakat yang diprediksi mencapai puncaknya pada 4 Januari 2026,” ujar Dedi.

Ia pun mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan arus balik agar tetap mematuhi aturan lalu lintas, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta memanfaatkan layanan hotline 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian selama perjalanan.

Baca juga artikel terkait NATARU 2026 atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Hendra Friana