Menuju konten utama

Penjelasan Gojek soal Viral Netizen Singgung Krisis Ojol

Gatot mengatakan, sebagian mitra driver Gojek yang beroperasi di kota-kota besar telah pulang kampung atau menghabiskan waktu bersama keluarga.

Penjelasan Gojek soal Viral Netizen Singgung Krisis Ojol
Pengendara ojek daring membawa penumpang melintas di sekitar Alun-alun Barat Kota Serang, Banten, Senin (19/1/2026). Pemerintah memberi diskon iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) sebesar 50 persen bagi pekerja bukan penerima upah di sektor transportasi mulai dari ojek daring, ojek pangkalan, sopir, hingga kurir paket dan logistik yang diharapkan dapat memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja transportasi yang sehari-hari menghadapi risiko tinggi di lapangan. ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto /YU
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Head of Driver Operations Gojek, Bambang Adi Wirawan, buka suara terhadap isu krisis pengemudi ojel online (ojol) yang disinggung netizen dan viral di media sosial. Hal ini menjadi perbincangan setelah sejumlah netizen merasa kesulitan mencari ojol saat sore hari atau menjelang berbuka puasa.

Bambang berujar, pada periode akhir Ramadhan atau menjelang libur Hari Raya Idul Fitri, Gojek mendapati adanya perubahan pola pemesanan atau lonjakan tingkat permintaan pada jam-jam sibuk, terutama di area bisnis di pusat Jakarta.

"Jam sibuk dimulai lebih awal dibanding hari-hari lainnya di luar bulan Ramadhan, yakni sejak pukul 15.30 hingga mencapai puncaknya pada pukul 16.00-18.00 WIB," tuturnya dalam keterangan yang diterima, Kamis (12/3/2026).

Di sisi lain, kata dia, sebagian mitra driver Gojek yang beroperasi di kota-kota besar telah pulang kampung atau memilih menghabiskan waktu bersama keluarga masing-masing saat akhir Ramadhan.

Menurut Bambang, berdasar data Gojek tahun 2025, mitra driver kembali beraktivitas secara bertahap dalam 1-2 minggu setelah Hari Raya Idul Fitri. Kembalinya mitra driver beraktivitas dilakukan bersamaan dengan kembali normalnya aktivitas masyarakat setelah periode libur Lebaran.

"Di luar hal-hal tersebut, faktor eksternal seperti cuaca hujan yang menyebabkan genangan di beberapa titik serta berakibat pada kepadatan lalu lintas turut mempengaruhi ketersediaan mitra driver," urainya.

"Dengan demikian, orderan pelanggan di periode ini seringkali membutuhkan waktu tambahan agar dapat diterima oleh mitra," lanjut dia.

Bambang menyatakan, untuk mengantisipasi hal ini, Gojek mengimbau pengguna agar dapat mengalokasikan waktu lebih dalam melakukan proses pemesanan maupun perencanaan perjalanan.

Sementara itu, dari sisi mitra driver, Gojek akan mengimplementasikan skema tarif khusus yang berlaku di periode libur Hari Raya Idul Fitri untuk meningkatkan peluang pendapatan mitra. Terdapat pula insentif atau bonus pendapatan tambahan untuk mitra driver yang telah menyelesaikan jumlah order tertentu.

"Langkah ini penting kami jalankan untuk mengapresiasi mitra driver yang tetap memilih melayani masyarakat di periode libur Hari Raya Idul Fitri," tutur Bambang.

Baca juga artikel terkait OJEK ONLINE atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Andrian Pratama Taher