Menuju konten utama

Pengunjung Kecewa Bandung Zoo Ditutup: Tolong Diselamatkan!

Penutupan Bandung Zoo setelah Kemenhut mencabut izin konservasi yayasan yang telah mengelola lebih dari dua puluh tahun ini.

Pengunjung Kecewa Bandung Zoo Ditutup: Tolong Diselamatkan!
Sejumlah warga berkunjung ke Kebun Binatang Bandung setelah disegel Pemkot Bandung sebagai pengamanan aset daerah, Kamis (5/2/2026). Foto: Akmal Firmansyah/Tirto.id
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo ditutup setelah Kementerian Kehutanan (Kemenhut) resmi mencabut izin lembaga konservasi Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT) yang selama ini mengelola kawasan konservasi dan edukasi satwa.

Penutupan ini membuat pengunjung kecewa. Sejak Kamis pagi sejumlah pengunjung mendapati kawasan wisata tersebut ditutup dan disegel pemerintah Kota Bandung.

"Disegel dalam rangka pengaman aset milik daerah Pemkot Bandung," demikian nada tulisan penyegelan yang tertera di setiap pintu masuk gerbang.

Asep Saepuddin, Warga Setiabudi, Bandung, mengaku datang ke Kebun Binatang Bandung sekitar pukul 08.00 WIB bersama cucunya. Pria umur 50 tahun ini pengin mengenalkan satwa kepada anak dan cucunya sebagai bagian dari edukasi-tradisi yang dilakukannya sejak lama.

"Seperti biasa, saya ingin mengasuh cucu, ngenalin binatang-binatang ke dia. Saya pikir masih buka. Walaupun katanya belum sepenuhnya produktif, tetapi paling tidak masih bisa dikunjungi. Eh, pas sampai sini ternyata tutup. Alasannya saya juga enggak tahu," kata Asep pada kontributor Tirto, Kamis (5/2/2026).

Ia bingung dengan penutupan kebun binatang itu. Padahal, sejak lama Kebun Binatang Bandung bagian dari ikon kota. Menurutnya, tempat ini memiliki nilai sejarah dan kenangan lintas generasi bagi warga Bandung.

"Dari zaman Derenten sampai sekarang. Tiba-tiba sekarang malah ditutup. Ada apa sebenarnya? Kenapa? Ini, kan, ikon Kota Bandung. Tolonglah diselamatkan," ucap dia.

Ia berharap pemerintah dan pemangku kebijakan bisa segara membuka kembali Kebun Binatang Bandung agar dapat diakses publik, terutama anak-anak.

Selain nilai sejarah, kata Asep kebun binatang memiliki fungsi edukasi yang penting dalam mengenalkan dunia satwa kepada masyarakat.

"Kepada siapa pun, pemerintah kota, provinsi, atau stakeholder mana pun yang peduli, tolong buka kembali Kebun Binatang Bandung, Bandung Zoo ini," jelas Asep.

Asep berkata selama ini pengunjung juga tidak keberatan membayar tiket masuk demi keberlangsungan kebun binatang. Ia mengaku, saat kebijakan berupa donasi, dirinya tetap membayar lebih.

"Walaupun kemarin katanya digratiskan, saya tetap bayar. Bahkan saya bayar lebih dari harga karcis biasa. Bukan syok, tapi karena saya sadar binatang di sini harus makan, para pekerja juga perlu digaji," jelas Asep.

Humas Bandung Zoo Yayasan Margasatwa Tamansari, Sulhan Syafi'i mengonfirmasi penutupan ini setelah Kemenhut mencabut izin konservasi yayasan yang telah mengelola lebih dari dua puluh tahun ini.

"Izin dicabut, YMT yang mengelola dari 2003 berlaku sampai 2023, tetapi dicabut tertanggal 3 Februari 2026," kata Sulhan pada wartawan, Kamis.

Dia mengungkapkan pencabutan izin atas permintaan Pemkot Bandung. Sulhan mengira hanya penyegelan saja, namun sejumlah pengunjung yang telah mendaftar tidak diperkenankan masuk.

"Katanya pengunjung tetap boleh masuk. Buktinya hari ini pengunjung yang sudah terdaftar juga enggak boleh masuk," ucap dia.

Kendati demikian, Sulhan menuturkan sebanyak 124 pegawai akan tetap bekerja dan memberikan pakan terhadap 711 satwa.

"Kami mah tetap merawat satwa, tetap merawat satwa," jelasnya.

Ia meminta maaf kepada pengunjung yang telah datang dan menunggu sampai ada pengumuman Kebun Binatang Bandung bisa dikunjungi kembali. Sulhan menuturkan pihaknya sudah tak berwenang mengelola lahan edukasi dan konservasi kembali.

"Sekarang mah masih tertutup katanya. Masih tertutup. Suruh tutup, ya mangga. Dan belum ada kejelasan bagaimana," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Bandung, Bambang Sukardi mengatakan penyegelan di Kebun Binatang Bandung dilakukan bukan dalam rangka pengusiran atau eksekusi. Namun, sebagai bentuk pengamanan aset dan penataan tata kelola kawasan.

“Hari ini kami melakukan penyegelan untuk kepentingan kita bersama. Di dalam kawasan masih terdapat satwa dan para pekerja, sehingga langkah pengamanan dilakukan secara terukur dan tetap mengedepankan koordinasi,” kata Bambang, dikutip dari siaran pers Pemkot Bandung, Kamis.

Pengamanan dilakukan secara menyeluruh area kebun binatang untuk memastikan aset daerah terlindungi. Bambang menuturkan, proses ini dilakukan dengan pendekatan persuasif serta komunikasi intensif lintas pihak, termasuk pengelola dan instansi terkait.

“Ini bukan tindakan penggusuran ataupun eksekusi. Kehadiran kami di sini justru sebagai bentuk dukungan agar pemerintah kota bisa berkolaborasi dengan seluruh pihak untuk menyelesaikan persoalan ini secara baik,” jelasnya.

Dalam waktu dekat, Bambang menuturkan akan berkomunikasi dengan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan sebagai bahan pengambilan kebijakan lanjutan.

Ia mengklaim, Pemkot Bandung berkomitmen menjaga keberlangsungan perlindungan satwa serta memastikan para pekerja tetap mendapat perhatian. Bambang berharap proses penataan pengelolaan kebun binatang dapat berjalan lebih terarah, akuntabel dan mengutamakan kepentingan publik, kesejahteraan satwa dan kepastian hukum.

“Kami berharap bisa berjalan lebih terarah serta lebih mengutamakan kepentingan publik, kesejahteraan satwa dan kepastian hukum,” tuturnya.

Baca juga artikel terkait KEBUN BINATANG BANDUNG atau tulisan lainnya dari Akmal Firmansyah

tirto.id - Flash News
Kontributor: Akmal Firmansyah
Penulis: Akmal Firmansyah
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama