Menuju konten utama

Pengguna QRIS Capai 60 Juta, BI Akan Perluas ke Korea Selatan

Tingkat adopsi yang masif ini menunjukkan bahwa QRIS telah menjadi tulang punggung digitalisasi sistem pembayaran di Indonesia.

Pengguna QRIS Capai 60 Juta, BI Akan Perluas ke Korea Selatan
Warga melakukan pembayaran menggunakan QRIS saat pasar murah serambi di Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (26/3/2024). ANTARA FOTO/Andry Denisah/YU/nym.

tirto.id - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan bahwa pengguna Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) telah mendekati angka 60 juta. Dari jumlah tersebut, kontribusi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sangat signifikan.

"Sekarang QR Indonesia standar sudah hampir 60 juta pengguna. Di antaranya 40 juta itu UMKM,” kata Perry dalam acara Festival Ekonomi Digital Indonesia (FEKDI) dan IFSE 2025 di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (30/10/2025).

Menurutnya, dengan tingkat adopsi yang masif ini menunjukkan bahwa QRIS telah menjadi tulang punggung digitalisasi sistem pembayaran di Indonesia.

Perry menambahkan bahwa inovasi pembayaran ini bahkan telah merambah ke berbagai aktivitas sehari-hari, termasuk transaksi informal.

“Hingga Pak Menko, terakhir saya main golf, beli bola golf bekas di lapangan pun. Pengennya dibayar pake QRIS, gak mau dibayar pake uang. QRIS simbol kedaulatan negara,” tuturnya.

Di samping pertumbuhan pengguna, Perry juga mengonfirmasikan bahwa BI terus memperluas jangkauan QRIS secara global. Saat ini, BI sedang melakukan uji coba terbatas (sandbox) integrasi QRIS dengan Korea Selatan.

“Hari ini kita launching dengan Korea Selatan, uji coba, sandboxing. Insya Allah tahun depan mulai nyambung,” ujarnya.

Perluasan ini melanjutkan konektivitas QRIS yang sebelumnya telah terhubung dengan beberapa negara, seperti Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, dan China.

Sebagai bagian dari komitmen memperkuat infrastruktur pembayaran domestik, BI juga meluncurkan fitur QRIS tap in dan tap out untuk lima moda transportasi di wilayah Jabodetabek.

Dengan perkembangan tersebut, QRIS tidak hanya memperkuat inklusi keuangan tetapi juga menjadi simbol efisiensi dan kemandirian sistem pembayaran nasional.

“Jadi QRIS tidak hanya simbol kedaulatan negara kita, NKRI, tapi juga cross border. BIFAST kita juga akan terus sambungkan dengan Nexus dan yang lain-lain,” ucapnya.

Baca juga artikel terkait BANK INDONESIA atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana