tirto.id - Polda Metro Jaya mengambil alih penanganan perkara dugaan penipuan Wedding Organizer (WO) Ayu Puspita. Sebab, penanganan perkara sebelumnya melibatkan lebih dari satu wilayah hukum polres.
“Jadi baik itu yang sudah ditangani oleh Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Selatan dan Polda Metro di tanggal 7 Desember, ini secara komprehensif dijadikan satu penanganan oleh Ditreskrimum,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Rabu (10/12/2025).
Dia menerangkan, Polda Metro Jaya juga langsung membuka posko aduan bagi masyarakat yang menjadi korban. Sehingga, masyarakat yang menjadi korban dan belum membuat laporan, dapat langsung mendatangi Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
Sejauh ini, kata dia, korban yang telah melapor sebanyak 87 orang di Polres Metro Jakarta Utara, di Polda Metro Jaya satu orang, dan ada juga yang di Jakarta Timur. Untuk kerugian para korban pun masih terus diakumulasi karena jumlahnya berbeda-beda.
“Ini masih kita kumpulkan. Kalau yang kemarin di Polda Metro itu satu laporan dengan kerugian Rp84 juta. Di Polres Jakarta Utara ada satu laporan dengan kerugian kurang lebih Rp100 juta,” ucap dia.
Lebih lanjut disampaikan Budi, seluruh korban masih dilakukan pemeriksaan dan permintaan bukti-bukti. Sehingga, nilai keseluruhan kerugian akan diketahui.
“Tapi secara global kita mendengar, kan Rp16 miliar. Tapi kan ini harus kita terima konfirmasi dari korban yang melaporkan, terus bukti-bukti transfer yang diterima oleh para tersangka, ini juga kan harus kita cocokkan,” ungkap dia.
Diketahui, polisi mengungkap motif yang melatarbelakangi Ayu Puspita melakukan penipuan terhadap ratusan calon pengantin sebagai wedding organizer (WO). Dalam kasus ini, dugaan sementara kerugian seluruh korban mencapai belasan miliar.
"Masih pendalaman, ini kan masih belum selesai ya. Masih belum selesai, tentunya motifnya yang pasti ekonomi, kebutuhan ekonomi," ujar Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Erick Frendriz kepada wartawan, Selasa (9/12/2025).
Dia menerangkan, Ayu dalam kasus ini berperan sebagai penanggung jawab seluruh kegiatan WO. Sementara Dimas disebut aktif membantu menjalankan layanan hingga berurusan dengan para calon pengantin.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Farida Susanty
Masuk tirto.id


































