tirto.id - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menyebutkan kebijakan work from home (WFH) yang diterapkan mulai April 2026 menunjukkan signifikansi dalam penghematan biaya bahan bakar minyak (BBM) pada kendaraan dinas. Penghematan juga diklaim berlaku pada pemakaian listrik.
Sekretaris Daerah Sumsel Edward Candra mengungkapkan WFH pada bulan pertama terbilang sukses dalam pencapaian target pengurangan penggunaan BBM. Jika program ini terus berlanjut, efisiensi anggaran BBM bagi kendaraan dinas dapat dilakukan.
"Dari perhitungan empat hari WFH selama bulan pertama kemarin, tercatat ada penghematan BBM kendaraan dinas 18 persen," ungkap Edward, Selasa (12/5/2026).
Selain BBM, Edward memperkirakan pengeluaran biaya pemakaian listrik juga berkurang. Sebab, selama WFH berlangsung, seluruh ruangan di kantor-kantor instansi tidak membutuhkan penggunaan listrik.
"Untuk listrik, belum dihitung karena menunggu tagihan pemakaian April. Tapi, saya kira jelas berkurang dari biasanya," kata Edward.
Meski melakukan WFH, Edward mengklaim produktivitas kinerja ASN tetap berjalan semestinya. Dalam bekerja, ASN mulai terbiasa dengan pola baru ini, baik dalam koordinasi antara ASN dan atasan maupun pekerjaan bersifat mendesak.
"Koordinasi lebih fleksibel, rapat digelar secara virtual dan baru tatap muka bila dipandang mendesak," kata Edward.
Namun, Edward mewanti-wanti agar ASN tidak terlena dengan kebijakan WFH dan tidak memanfaatkan bekerja di rumah untuk kepentingan pribadi. Pengawasan ketat tetap dilakukan melalui absensi digital dan kontrol dari setiap pimpinan OPD.
"Pengawasan akan dioptimalkan agar WFH benar-benar tidak mengganggu pelayanan maupun administratif, selain penghematan energi," tutup Edward.
Penulis: Irwanto
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id


































