tirto.id - Beredar sebuah video viral di media sosial yang menunjukkan tanggul beton di pesisir Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, mengalami kebocoran pada Kamis (4/12/2025).
Dalam video yang diunggah akun @jakut.info di Instagram, terlihat air laut mengucur deras ke daratan yang berada di sampingnya. Tampak seorang pria tengah duduk tepat di depan tanggul yang bocor tersebut.
Muka air lautan juga tampak lebih tinggi jika dibandingkan dengan daratan yang ada di sampingnya. Genangan air pun terlihat di sekitar tembok beton itu.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, mengatakan tanggul tersebut berada di dalam kawasan Nizam Zachman yang dikelola oleh PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo).
“Dulu tanggul ini yang membangun memang kami [Pemprov DKI] untuk membantu Pelindo. Namun penanganan kawasannya masuk ke dalam rencana induk Pelindo,” kata Ika saat dikonfirmasi wartawan pada Kamis.
Kawasan Nizam Zachman dijelaskan Ika, merupakan kawasan yang termasuk ke dalam Rencana Induk Pelabuhan.
Pemprov DKI melalui Dinas SDA disebutnya akan melakukan penanganan sementara terkait kebocoran tanggul tersebut. Pada 2026 mendatang, Pemprov DKI akan mulai membantu Pelindo untuk memperbaiki kebocoran itu.
“Kami akan tangani, sementara penanganan darurat dahulu. 2026 akan kami bantu Pelindo,” ucap Ika.
Ika menyebutkan ada sejumlah tanggul air laut lainnya di pesisir utara Jakarta milik Pemprov DKI yang mengalami kebocoran.
“Posisi yang masih bocor [di bawah] kewenangan DKI saat ini adalah Muara Angke, Baywalk Pluit, Sunda Kelapa, Muara Baru (Kawasan Pelabuhan Perikanan), RE Martadinata (depan stadion JIS), dan Marunda Pulo,” urainya.
Hingga saat ini, Dinas SDA DKI Jakarta telah membangun tanggul National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) untuk mencegah terjadinya banjir rob.
Dari total kewenangan untuk membangun NCICD sepanjang 28,2 kilometer, total tanggul yang sudah dibangun saat ini baru sepanjang 11,8 kilometer.
“Panjang tanggul NCICD yang harus dibangun total kewenangan DKI sepanjang 28,2 km. Sudah dibangun 11,8 km, belum terbangun 19 km,” pungkasnya.
Penulis: Naufal Majid
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id

































