tirto.id - Sejumlah pemimpin dunia menyampaikan belasungkawa mendalam atas gempa bumi mematikan yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) sekaligus menyatakan kesiapan untuk memberikan bantuan darurat kepada Indonesia.
Dukungan internasional ini mengalir di tengah suasana peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia pada Senin, 17 Agustus 2026.
Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, menyampaikan simpati mendalam kepada para korban dan keluarga yang terdampak. Melalui unggahan di media sosial X sebagaimana dikutip Korea Times pada Senin (17/8/2026), Presiden Lee menyatakan kesedihannya atas bencana tersebut.
"Saya sangat sedih atas kerusakan dahsyat yang disebabkan oleh gempa bumi," tulis Lee.
"Atas nama pemerintah Korea, saya menyampaikan belasungkawa terdalam kepada para korban dan keluarga yang berduka yang kehilangan orang yang mereka cintai dan rumah mereka akibat bencana mendadak ini," tambahnya.
Lee juga berharap upaya pemulihan berjalan cepat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Dukungan serupa datang dari Cina. Berdasarkan rilis Gov.cn (17/8/2026), Presiden Xi Jinping mengirimkan pesan belasungkawa kepada Presiden Prabowo Subianto.
Xi menyampaikan bahwa atas nama pemerintah dan rakyat Cina, ia ingin menyampaikan belasungkawa mendalam kepada mereka yang kehilangan nyawa dan simpati tulus kepada keluarga yang berduka serta korban luka.
Xi menyatakan keyakinannya bahwa di bawah kepemimpinan pemerintah Indonesia yang dipimpin oleh Prabowo, "Rakyat Indonesia akan mengatasi bencana dan membangun kembali tanah air mereka secepat mungkin."
Dari Singapura, Perdana Menteri Lawrence Wong telah menulis surat resmi kepada Presiden Prabowo Subianto. Mengutip The Straits Times (17/8/2026), PM Wong menyatakan rasa sedihnya melalui unggahan Facebook pada 16 Agustus setelah gempa melanda Flores pada 15 Agustus.
“Kami turut berempati kepada rakyat Indonesia di masa sulit ini, dan kepada pihak berwenang serta petugas darurat yang bekerja tanpa lelah dalam upaya bantuan dan pemulihan,” ungkap PM Wong.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, juga mengumumkan kesiapan negaranya untuk memberikan bantuan darurat dan medis. Dalam pesan yang disampaikan Minggu (16/8/2026) melalui laman resmi President.ir, Pezeshkian menyampaikan simpati kepada bangsa Indonesia.
“Dalam keadaan sulit ini, sambil menyatakan kesediaan untuk memberikan bantuan dan pertolongan medis apa pun, saya berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa untuk menganugerahkan rahmat dan pengampunan kepada mereka yang telah meninggal, kesembuhan yang cepat kepada yang terluka, serta kesabaran dan kekuatan kepada para penyintas,” kata Presiden Pezeshkian siap menawarkan bantuan.
Sementara itu, Sekretaris Negara Amerika Serikat, Ricky Rubio, memberikan pernyataan resmi melalui situs id.usembassy.gov pada Senin (17/8/2026). Di samping memberikan ucapan selamat kemerdekaan, Rubio menyelipkan pesan duka cita bagi NTT.
"Kami juga menyampaikan belasungkawa terdalam kepada mereka yang kehilangan orang terkasih dalam gempa bumi dahsyat dan dampaknya di Nusa Tenggara Timur. Doa kami menyertai mereka yang terluka dan seluruh komunitas yang terdampak oleh tragedi ini," ujar Rubio.
Terkait dampak kerusakan di lapangan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan pembaruan data korban. Mengutip laporan ANTARA pada Senin (17/8/2026) sore, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengonfirmasi jumlah korban jiwa yang berhasil diidentifikasi.
"Data yang kami peroleh hingga saat ini (korban jiwa) sebanyak 68 jiwa," kata Berton dalam konferensi pers daring di Jakarta.
Berton merinci korban jiwa berasal dari Kabupaten Manggarai sebanyak 26 jiwa, Kabupaten Manggarai Timur 24 jiwa, Kabupaten Nagekeo 8 jiwa, Kabupaten Sikka 4 jiwa, serta masing-masing 2 jiwa dari Kabupaten Ende, Kabupaten Manggarai Barat, dan Kabupaten Ngada. Selain itu, BNPB mencatat terdapat 213 orang yang mengalami luka-luka akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,7 tersebut.
Pemerintah Indonesia Klaim Masih Mampu
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengatakan pemerintah masih mampu menangani kebutuhan masyarakat terdampak berdasarkan pemantauan kondisi di lapangan.
"Belum ya. Nanti kita lihat karena berdasarkan laporan juga kami kebetulan lakukan setiap hari memonitor teman-teman di lapangan, semua masih bisa kita tangani dengan baik," kata Prasetyo kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (17/8/2026).
Menurut Prasetyo, kebutuhan dasar masyarakat terdampak, mulai dari logistik hingga pengungsian, masih dapat dipenuhi pemerintah. Karena itu, bantuan dari negara lain belum menjadi kebutuhan dalam penanganan darurat saat ini.
Selain memastikan kebutuhan dasar masyarakat, pemerintah juga mulai mengidentifikasi kebutuhan pembangunan hunian sementara (Huntara) dan hunian tetap (Huntap) bagi warga terdampak gempa.
"Baik kebutuhan logistik, apa pengungsian, bahkan rencana-rencana untuk perbaikan baik Huntara maupun Huntap itu pun sudah dalam proses diidentifikasi," ujar Prasetyo.
========
Artikel ini mengalami perubahan judul pada Selasa (18/8/2026) per pukul 15:35 WIB, dari sebelumnya 'Sederet Pemimpin Dunia Mulai Tawarkan Bantuan untuk Gempa NTT' menjadi 'Pemimpin Dunia Belasungkawa Gempa NTT, Iran Tawarkan Bantuan'.
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id
































