tirto.id - Pemerintah berencana membuat dana abadi untuk Sekolah Unggulan Garuda. Meski begitu, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara, belum dapat menjelaskan lebih lanjut bagaimana bentuk dan skema penganggaran dana abadi untuk Sekolah Unggulan Garuda ini, apakah sama seperti Dana Abadi Perguruan Tinggi atau tidak.
“Bahkan, nantinya akan ada bentuk dana abadi yang kita buat untuk Sekolah Unggul Garuda juga,” beber dia, dalam konferensi pers APBN KITA Edisi Oktober 2025, di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (14/9/2025).
Sementara itu, sebagai bentuk keberpihakan terhadap kemajuan pendidikan di Indonesia, pemerintah telah menyiagakan anggaran sebesar Rp26,7 triliun untuk Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan Sekolah Unggul Garuda.
Selain itu, dari pagu sebesar Rp14,4 triliun, sampai 3 Oktober 2025 serapan anggaran untuk pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda telah mencapai 8 persen, atau senilai Rp1,1 triliun.
Jika diperinci, Rp816,0 miliar di antaranya diserap oleh Kementerian pekerjaan Umum (PU) untuk renovasi sentra pendidikan. Sedangkan Rp204,6 miliar lainnya diserap oleh Kementerian Sosial untuk penyelenggaraan pendidikan.
“Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda juga telah membelanjakan Rp1,1 triliun rupiah. Pagunya cukup tinggi, karena ini termasuk untuk renovasi maupun penyelenggaraan operasional,” lanjut Suahasil.
Diberitakan sebelumnya, untuk pembangunan Sekolah Unggulan Garuda di tahun ini saja, pemerintah telah menganggarkan Rp2 triliun.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamen Diktisaintek), Stella Christie, menjelaskan total anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan Sekolah Unggulan Garuda itu hanya 0,27 persen dari total APBN 2025 untuk sektor pendidikan.
“Secara total, anggaran yang diinvestasikan pada 2025 ini adalah sekitar Rp2 triliun. Itu hanya 0,27 persen dari total anggaran pendidikan,” kata Stella saat ditemui di kantor Badan Komunikasi Pemerintah, Jakarta Pusat, Senin (22/9/2025).
Selain untuk membangun Sekolah Unggulan Garuda, dana sebesar Rp2 triliun tersebut juga dialokasikan pemerintah untuk membina Sekolah Garuda Transformasi. Kemudian, sebesar 50 persen dari total anggaran itu juga berencana dialihkan untuk disimpan sebagai dana abadi Sekolah Unggulan Garuda.
Menurutnya, dana abadi itu diperlukan agar program Sekolah Garuda memiliki keberlanjutan hingga masa yang akan datang. Sebab menurutnya, aspek finansial menjadi hal krusial untuk memastikan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto itu dapat terus berlanjut.
“Hampir 50 persen dari anggaran Rp2 triliun itu adalah untuk memupuk dana abadi. Kenapa kita perlu dana abadi? Agar sekolah ini terus ada keberlanjutan,” tutur Stella.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id



































