tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyebut pemerintah telah memutuskan lokasi-lokasi untuk pembangunan 100 gudang Bulog baru. Gudang baru ini rencananya dibangun dengan anggaran Rp5 triliun.
Zulkifli menjelaskan pembangunan gudang ini didasarkan pada kebutuhan ruang penyimpanan untuk Bulog yang kian terbatas.
"100 gudang ini sudah kita putuskan tadi. Anggaran totalnya Rp5 triliun di 100 titik. Dan, ini gudangnya disesuaikan dengan perkembangan teknologi," kata Zulkifli di Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Menurutnya, Bulog dengan kapasitas gudangnya saat ini kewalahan menampung stok beras yang terus melonjak. Zulhas mengungkapkan bahwa stok beras yang dikelola Bulog saat ini telah mencapai 4,9 juta ton.
“Sekarang, gudang-gudang Bulog isinya sudah 4,9 juta ton. Ini Pak Mentan ini kerjanya kencang soalnya. Oleh karena itu, kita kewalahan mengenai gudang," kata dia.
Zulhas pun mengungkapkan gudang-gudang baru dirancang dengan teknologi modern sehingga bahan pangan, khususnya beras, dapat bertahan hingga dua tahun.
"Kemarin, Kepala BRIN mengatakan ini bisa tahan 2 tahun. Jadi, sedemikian teknologi sehingga dia bisa bertahan 2 tahun," tuturnya.
Pembangunan 100 gudang Bulog baru ini merupakan bagian dari strategi pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional, terutama dalam menghadapi fluktuasi produksi akibat musim kemarau.
Dia juga menjelaskan pembangunan 100 gudang baru ini telah memiliki landasan hukum berupa Peraturan Presiden (Perpres) yang sudah rampung dua minggu lalu. Pemerintah akan bergerak cepat merealisasikan proyek tersebut untuk mendukung peningkatan stok beras nasional yang diproyeksikan terus naik.
“Perpres sudah jadi. Sudah 2 minggu. Kami kerja cepat akan dibangun 100 titik gudang Bulog yang baru untuk mendukung stok beras yang terus-menerus meningkat,” imbuh Zulhas.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id







































