Menuju konten utama

Pembunuhan Kim Jong-nam, Ancaman Korut Buat Pembelot

Aksi pembunuhan terhadap Kim Jong-nam dinilai merupakan ancaman Korea Utara terhadap para elite yang mencoba membelot. Terlebih jika Malaysia dipilih menjadi tempat transit, akan ada risiko besar bagi mereka.

Pembunuhan Kim Jong-nam, Ancaman Korut Buat Pembelot
Kim Jong-nam dan Kim Jong-un. Foto/Alchetron dan Reuters

tirto.id - Pembunuhan terang-terangan Kim Jong-nam yang terjadi di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia, adalah peringatan untuk para elite Korea Utara untuk tidak mencoba-coba membelot dari negaranya melalui Malaysia. Hal ini dipaparkan pakar Asian Institute for Policy Studies yang berbasis di Seoul, Go Myong-hyun.

"Pembunuhan ini menunjukkan kepada para elite bahwa jika mereka mau membelot, Korea Utara sudah menempatkan kehadiran intelijennya di Malaysia. Mereka mengawasi siapa yang masuk dan siapa yang meninggalkan negeri itu [Malaysia]," katanya dalam wawancara dengan Arirang TV, jaringan televisi Korea Selatan yang berbahasa Inggris.

Mengutip dari laman The Star, Senin (20/2/2017 malam, jika Korea Utara ingin mengejar calon-calon pembelot yang ingin transit melalui Malaysia, dipastikan akan ada risiko besar bagi para pembelot tersebut, demikian Go menambahkan.

Untuk diketahui, sekitar 28.000 orang telah membelot dari Korea Utara ke Korea Selatan dari 1988 sampai 2015 dengan berbagai alasan.

Menurut Go, Korea Utara memilih Malaysia sebagai lokasi pembunuhan karena risikonya lebih rendah, ketimbang dilakukan di Macau, Cina atau Singapura, tiga tempat yang sering dikunjungi Kim.

Go mengatakan Macau tidak menjadi pilihan Korea Utara karena wilayah ini menjadi bagian Cina. Jika pemimpin Korea Utara Kim Jong-un berada di balik pembunuhan dan pembunuhan terjadi di Macau atau Cina, sudah pasti Cina marah dan timbulkan konflik antara Korea Utara dan China.

Tetapi Korea Utara juga tidak memilih Singapura sebagai lokasi pembunuhan, karena tak ingin merusak hubungan dengan negara ini yang menjadi penghubung penting bagi jejaring ekonomi Korea Utara di luar negeri.

"Malaysia, dalam satu hal, adalah tempat yang kurang berisiko untuk melancarkan operasi [pembunuhan] itu," kata Go.

Malaysia juga sebelum ini bersahabat dengan Korea Utara di mana kedua negara memiliki perjanjian untuk berkunjung tanpa menggunakan visa.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kim Jong-nam, kakak tiri Kim Jong-un, meninggal dunia beberapa saat setelah disemprot cairan beracun pada wajahnya di KLIA2 pada 13 Februari.

Baca juga artikel terkait PEMBUNUHAN KIM JONG NAM atau tulisan lainnya dari Yuliana Ratnasari

tirto.id - Politik
Reporter: Yuliana Ratnasari
Penulis: Yuliana Ratnasari
Editor: Yuliana Ratnasari