Menuju konten utama

Pelapor Ribka Tjiptaning Dicecar 20 Pertanyaan oleh Bareskrim

Klarifikasi ini berkaitan dengan aduan menyangkut pernyataan Ribka Tjiptaning atas gelar pahlawan kepada Presiden ke-2 RI, Soeharto.

Pelapor Ribka Tjiptaning Dicecar 20 Pertanyaan oleh Bareskrim
ARAH usai memberikan klarifikasi atas aduan masyarakat kepada Bareskrim Polri mengenai pernyataan Ribka Tjiptaning yang mengatakan Soeharto tak layak jadi pahlawan, Kamis (27/11/2025). tirto.id/Ayu Mumpuni

tirto.id - Perwakilan Aliansi Rakyat Anti Hoaks (ARAH) selesai menjalani klarifikasi oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri. Klarifikasi ini berkaitan dengan aduan menyangkut pernyataan Ribka Tjiptaning atas gelar pahlawan kepada Presiden ke-2 RI, Soeharto.

Konon, Ribka menyebutkan Soeharto membunuh jutaan rakyat dan dinilai tak layak mendapatkan gelar pahlawan.

"Tadi kami sudah beri keterangan, sampaikan keterangan ke pihak penyidik ya. Kurang lebih tadi pertanyaannya yang kami ditanyakan itu kurang lebih 20 pertanyaan," kata Koordinator ARAH, M. Iqbal, di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (27/11/2025).

Dia menerangkan pertanyaan yang diberikan seputar alasan hingga aduan masyarakat terhadap Ribka Tjiptaning ini dilayangkan. Iqbal menekankan kepada penyidik ihwal pelaporan ini semata-mata karena mereka sebagai masyarakat yang melihat sebcara objektif.

"Kami sebagai masyarakat yang dirugikan tentunya secara imateril dengan adanya pernyataan tersebut karena sampai dengan saat ini kami tidak menemukan dan tidak ada satu putusan pengadilan yang menyatakan Pak Soeharto itu membunuh jutaan rakyat Indonesia," tutur Iqbal.

Perwakilan ARAH lainnya, Salman, mengatakan dirinya juga dicecar belasan pertanyaan yang tak jauh berbeda. Dia menekankan kepada penyidik telah disampaikan pihaknya tidak terafiliasi dengan keluarga Cendana untuk melaporkan hal ini.

Salman pun menegaskan pihaknya juga tak terkait dengan partai politik mana pun. Sehingga, pelaporan ini memang benar-benar karena melihat tidak adanya landasan dari ucapan Ribka Tjiptaning.

"Tidak ada tendensi kepada siapa pun. Kami tekankan kepada teman-teman media, kami ini tidak ada disuruh oleh siapa pun. Ini murni penegakan hukum. Kalaupun ada di beberapa media menyatakan bahwa kami ini diperintahkan, saya pastikan itu tidak benar," kata Salman.

Baca juga artikel terkait TOLAK SOEHARTO JADI PAHLAWAN atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama