Menuju konten utama

Pelaksanaan UN 2017 di Indonesia Timur Tak Semua UNBK

Tidak semua sekolah di Indonesia Timur bisa melaksanakan UNBK karena kendala fasilitas.

Pelaksanaan UN 2017 di Indonesia Timur Tak Semua UNBK
Gubernur Maluku, Said Assagaff (ketiga kanan), didampingi Kepala Sekolah Menangah Atas (SMA) Negeri 1 Ambon, Carolina Musatamu (kedua kanan) meninjau salah satu ruang kelas, tempat berlangsungnya Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMA Negeri 1, Ambon, Maluku, Senin (10/4). ANTARA FOTO/Embong Salampessy.

tirto.id - Hari ini Selasa (1/5/2017) Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Ujian nasional dilaksanakan dari tanggal 2-4 Mei dan dilanjutkan 8 Mei 2017.

Sebanyak empat mata pelajaran yang diujikan, yakni Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan Ilmu Pengetahuan Alam.

Namun, belum semua SMP di Indonesia bisa melaksanakan UNBK karena kendala fasilitas. Seperti di Kendari misalnya, dari 54 sekolah, hanya sepuluh sekolah yang bisa melaksanakan UNBK.

"Untuk Kendari tahun ini ada 10 yang menyelenggarakan UNBK dengan jumlah peserta sebanyak 2591 pelajar," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Nasional Kendari Sartini di Kendari, Senin (1/5/2017) kemarin, seperti diwartakan Antara.

Di Kota Kendari terdapat 54 sekolah tingkat SMP yang akan menggelar ujian, namun tidak semua bisa menggelar secara mandiri dan harus menumpang di sekolah lain. Sebanyak 3.285 pelajar masih melaksanakan ujian nasional dengan kertas dan pensil.

"Selebihnya masih melaksanakan ujian nasional kertas dan pensil yang tersebar pada 44 sekolah," kata Sartini.

Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Tenggara, Damsid mengatakan peserta ujian itu berasal dari 934 sekolah yang tersebar pada 17 kabupaten kota.

"Dari jumlah tersebut, yang paling terbanyak di Kota Kendari sebanyak 5.876 pelajar menyusul Konawe Selatan sebanyak 5.620 pelajar," kata Damsid di Kendari pada Selasa (2/5/2017).

Sedangkan yang paling sedikit peserta UN nya adalah Kabupaten Konawe Kepulauan hanya 766 pelajar berasal dari 18 sekolah.

Sementara, di NTT Tahun ini baru 24 dari 1.623 Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs) di 22 kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Timur yang menyelenggarakan UNBK.

Di Kupang, ibu kota NTT, hanya hanya dua sekolah yang menyelenggarakan UNBK, yaitu SMP Negeri 2 Kota Kupang dan SMP NCIPS.

"Selebihnya masih menerapkan ujian nasional berbasis pensil kertas," kata Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang Filmon Lulupoy.

Dia mengatakan jumlah sekolah penyelenggaraan ujian nasional berbasis komputer masih sedikit karena sekolah umumnya masih menghadapi keterbatasan pendukung seperti komputer, daya listrik dan internet.

Selanjutnya, di Kabupaten Biak Numfor, Papua ada tujuh sekolah yang melaksanakan UNBK, sementara sisanya melaksanakan ujian nasional berbasis kertas dan pensil.

Tujuh sekolah yang mengelar UNBK yaitu SMP Negeri 1, SMP negeri 2, SMP YPK 1, SMPK YPK 2, SMP YPK 3, SMP YPPK dan SMP Yapis.

Kepala dinas pendidikan Biak Nico Buiney di Biak mengakui penyelenggaraan Ujian Nasional untuk siswa SMP yang berbasis komputer dalam jaringan serta ujian kertas tulis berjalan lancar.

"Jajaran dinas pendidikan sangat berharap selama waktu UNBK dan ujian berbasis kertas tulis di 56 sekolah SMP berlangsung dengan normal, lancar dan tepat waktu 2-5 Mei 2017," ungkapnya.

Berdasarkan data peserta ujian nasional tahun pelajaran 2016/2017 di Kabupaten Biak Numfor sebanyak 2.930 siswa dari 56 SMP negeri dan SMP swasta.

Sementara itu, di Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo ada lima SMP yang sudah menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Kelimanya adalah SMP Negeri 1, 2 dan 3 Gorontalo Utara di Kecamatan Kwandang, SMP 1 Atinggola di Kecamatan Atinggola dan SMP 1 Sumalata di Kecamatan Sumalata.

Kepala Sekolah SMP 2 Gorontalo Utara, Molingkapoto Kecamatan Kwandang, Rita Yusuf mengatakan, pelaksanaan UNBK di sekolah tersebut perdana dilakukan, dengan peserta ujian sebanyak 134 siswa.

Baca juga artikel terkait UNBK 2017 atau tulisan lainnya dari Dipna Videlia Putsanra

tirto.id - Pendidikan
Reporter: Dipna Videlia Putsanra
Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Dipna Videlia Putsanra