Menuju konten utama

PDIP Menilai Kritik ke Pemerintah sebagai Bentuk Cinta

Menurutnya, kritik justru dapat menjadi kontribusi positif untuk memperbaiki pelaksanaan kebijakan.

PDIP Menilai Kritik ke Pemerintah sebagai Bentuk Cinta
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memberikan sambutan pada peringatan 71 tahun Konferensi Asia-Afrika di Sekolah Partai DPP PDIP, Jakarta, Sabtu (18/4/2026). Peringatan yang disii oleh seminar nasional tersebut mengusung tema Relevansi Gerakan Asia-Afrika dalam Krisis Geopolitik Saat Ini. ANTARA FOTO/Fauzan/bar
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas demokrasi. Dia bahkan menyebut kritik sebagai bentuk kecintaan terhadap bangsa dan negara.

Oleh karena itu, Hasto menilai pemerintahan Presiden Prabowo Subianto perlu terbuka terhadap berbagai masukan publik. Menurutnya, kritik justru dapat menjadi kontribusi positif untuk memperbaiki pelaksanaan kebijakan.

“Sehingga, kami tidak ingin partai yang berada di dalam pemerintah mengalami pengalaman seperti PDI Perjuangan saat itu. Sehingga, kita jadikan berbagai kritik justru sebagai bentuk rasa cinta kepada bangsa dan negara untuk memberikan suatu kontribusi ketika melihat di dalam pelaksanaan suatu kebijakan dengan visi yang baik dari Presiden Prabowo, tetapi dalam praktiknya kemudian menimbulkan berbagai persoalan-persoalan,” ujar Hasto di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026).

Hasto berkaca pada pengalaman PDIP saat berada dalam pemerintahan, khususnya pada periode kedua Presiden Joko Widodo. Dia mengakui banyak kritik yang dilayangkan saat itu terbukti benar.

“Di dalam pembukaan, saya juga menyampaikan bahwa kritik itu sehat bagi demokrasi. Sebenarnya ini PDI Perjuangan juga ingin sharing. Ketika kami berada di dalam pemerintahan, khususnya pada periode kedua Presiden Jokowi, muncul banyak kritik. Dan kemudian, ternyata banyak kritik-kritik yang diberikan itu adalah suatu kebenaran,” kata Hasto.

Hasto juga menyinggung salah satu program pemerintah, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG). Dia menilai program tersebut memiliki landasan ideologis yang kuat karena menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, namun pelaksanaannya tetap perlu dievaluasi.

“Misalnya, belanja dari Makan Bergizi Gratis. Padahal, programnya sangat ideologis, menyentuh kebutuhan rakyat. Tetapi, dalam praktik, PDI Perjuangan mencermati banyak hal yang telah disuarakan oleh masyarakat dan itu harus ditanggapi dengan terbuka,” ucapnya.

Baca juga artikel terkait PDIP atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Fadrik Aziz Firdausi