Menuju konten utama

Paspampres AS Tembak Mati Pria yang Menyusup di Rumah Trump

Secret Service (pasukan pengamanan presiden Amerika Serikat) menembak mati seorang pria bersenjata yang diduga menyusup ke salah satu kediaman Donald Trump.

Paspampres AS Tembak Mati Pria yang Menyusup di Rumah Trump
Mantan Presiden AS dan calon presiden dari Partai Republik Donald Trump berbicara dalam debat presiden dengan Wakil Presiden AS dan calon presiden dari Partai Demokrat Kamala Harris di Pusat Konstitusi Nasional di Philadelphia, Pennsylvania, pada 10 September 2024. (Foto oleh SAUL LOEB / AFP)

tirto.id - Pasukan Pengamanan Presiden AS (Secret Service) dan polisi setempat menembak mati seorang pria yang diduga telah menyusup di rumah Donald Trump pada Minggu (22/2/2026) waktu setempat. Simak kronologinya.

Juru bicara Secret Service, Anthony Guglielmi menyebut jika penembakan tersebut dilakukan karena pria penyusup itu membawa jerigen bensin dan senapan.

Kronologi Paspampres AS Tembak Mati Pria Penyusup Rumah Trump

Pada Minggu (22/2/2026) pagi, Austin Tucker Martin, seorang pemuda 21 tahun asal North Carolina yang baru dilaporkan hilang oleh keluarganya, menabrakkan kendaraannya ke pintu gerbang utara resor Mar-a-Lago milik Presiden Donald Trump di Florida.

Mar a Lago estate

Orang-orang mengendarai jet ski di depan kediaman presiden AS Donald Trump, Mar-a-Lago, di Palm Beach, Florida, pada 31 Maret 2023. AFP/ CHANDAN KHANNA

Saat itu, Presiden Trump sedang berada di Washington DC, sehingga tidak ada anggota Secret Service yang terlihat di lokasi selain petugas keamanan.

Menurut keterangan Secret Service dan Sheriff Palm Beach County, Martin membawa tabung bensin dan senapan shotgun.

Ketika ia memasuki area properti dan didekati oleh dua agen Secret Service serta seorang deputi sheriff, ia meletakkan tabung bensin namun mengangkat senapannya ke posisi siap tembak, sehingga petugas membuka tembakan. Martin dinyatakan tewas di tempat kejadian.

Penyelidikan awal menunjukkan Martin diyakini baru membeli senapannya saat dalam perjalanan ke selatan, dan kotak senjata ditemukan di kendaraannya.

Motif tindakan Martin belum teridentifikasi. FBI meminta warga sekitar untuk memeriksa rekaman kamera keamanan masing-masing guna membantu investigasi, dengan jaminan bahwa semua sumber daya akan dikerahkan untuk penyelidikan ini.

Keluarga dan kerabat Martin, termasuk sepupunya Braeden Fields, terkejut atas peristiwa ini. Fields menggambarkan Martin sebagai pribadi pendiam, takut senjata, pekerja di lapangan golf, dan aktif berdonasi, bahkan berasal dari keluarga pendukung Trump yang setia. Mereka menyatakan tidak percaya Martin bisa melakukan tindakan seperti itu.

“Dia anak yang baik. Saya tidak akan percaya dia akan melakukan hal seperti ini. Ini sungguh mengejutkan. Dia bahkan tidak akan menyakiti seekor semut. Dia bahkan tidak tahu cara menggunakan senjata,” ungkap Fields dikutip Al Jazeera dari AFP.

Direktur FBI Kash Patel menyatakan dalam unggahan di akun X miliknya @FBIDirectorKash, bahwa Biro Investigasi Federal Amerika Serikat mengerahkan seluruh sumber daya yang diperlukan untuk menyelidiki insiden yang terjadi pagi itu di Mar-a-Lago.

FBI menegaskan bahwa mereka akan terus bekerja sama secara erat dengan Secret Service, serta dengan pihak kepolisian negara bagian dan federal lainnya, untuk memastikan penyelidikan berjalan menyeluruh.

“FBI mengerahkan semua sumber daya yang diperlukan dalam penyelidikan insiden pagi ini di Mar-A-Lago milik Presiden Trump - di mana seorang individu bersenjata ditembak dan dibunuh setelah memasuki perimeter secara ilegal. Kami akan terus bekerja sama erat dengan @SecretService serta mitra negara bagian dan federal kami dan akan memberikan pembaruan secepatnya,” tulisnya.

Insiden ini menambah daftar beberapa upaya serangan terhadap Trump dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya, seorang pria bernama Ryan Routh pernah mencoba menembak Trump di West Palm Beach selama kampanye 2024 dan divonis hukuman seumur hidup.

Trump juga selamat dari percobaan pembunuhan di Butler, Pennsylvania, saat Thomas Crooks melesatkan delapan kali tembakan yang membuat telinga kanan atasnya terluka. Crooks ditembak oleh sniper Secret Service, setelah membunuh seorang anggota audiens dan melukai dua orang lainnya.

Baca juga artikel terkait PENEMBAKAN AS atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra