Menuju konten utama

Panglima TNI: 50 Set Jembatan Bailey Sedang Dibangun di Sumatra

Panglima TNI juga menyampaikan rekapitulasi pelibatan personel TNI di wilayah terdampak bencana di Sumatra.

Panglima TNI: 50 Set Jembatan Bailey Sedang Dibangun di Sumatra
Prajurit TNI AD mengatur akses kendaraan yang melintasi jembatan bailey di Nagari Peninggalan, Kabupaten Solok, Sumbar, Senin (15/12/2025). Jembatan sementara yang dibuat oleh Prajurit TNI Kodim 0309/Solok tersebut untuk mempercepat dan memudahkan akses warga yang menghubungkan Kabupaten Solok dengan Kabupaten Tanah Datar yang sempat terputus akibat banjir bandang dan tanah longsor serta untuk mempercepat pemulihan ekonomi di wilayah tersebut. ANTARA FOTO/Wawan Kurniawan/wpa/YU
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memaparkan sejumlah peran TNI dalam penanganan bencana hidrometeorologi di Pulau Sumatra kepada Presiden RI Prabowo Subianto. Paparan tersebut disampaikan dalam sidang kabinet yang digelar di Istana Kepresidenan, Senin (15/12/2025).

Agus menyebutkan salah satu upaya utama yang dilakukan TNI adalah membantu pemulihan akses transportasi darat yang terputus akibat bencana, melalui pembangunan jembatan bailey. Saat ini, sebanyak 50 unit jembatan bailey tengah diproses dan sebagian di antaranya telah terpasang di sejumlah titik terdampak.

“Sebanyak 50 set jembatan bailey sedang dalam proses dan ada juga yang sudah terpasang,” ujar Agus, Senin (15/12/2025).

Agus juga menyampaikan rekapitulasi pelibatan personel TNI di wilayah terdampak bencana di Sumatra. Total personel yang telah dikerahkan mencapai 35.477 orang.

“Di mana TNI AD jumlahnya 28.319 orang, termasuk kru AD dan kru heli. Kemudian TNI AL 4.589 orang yang tergelar di tiga wilayah, termasuk kru KRI. Kemudian TNI AU 2.569 orang, termasuk kru pesawat. Kemudian juga ada Satgas Kesehatan 321 orang yang tersebar di beberapa wilayah,” ujarnya.

Jenderal bintang empat itu menambahkan, TNI baru saja memperkuat pasukan dengan menurunkan empat batalion tambahan, terdiri atas tiga batalion Zeni dan satu batalion Teritorial Pembangunan. Batalion-batalion tersebut akan difokuskan untuk mendukung pembangunan jembatan bailey yang masih dalam proses.

“Kemudian juga pembersihan lumpur dan kayu-kayu, dan membantu pembuatan huntara dan huntap. Kemudian juga membantu kementerian lain seperti PLN, Pertamina, dan PU,” katanya.

Agus juga memaparkan dukungan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang dikerahkan dalam penanganan bencana hidrometeorologi di Pulau Sumatra. Hingga saat ini, total alutsista yang digunakan mencapai 82 unit.

Agus memerinci sebanyak 26 unit pesawat dikerahkan, terdiri atas satu unit pesawat A400 yang baru dibeli, enam unit pesawat Hercules, dua unit CN295, tujuh unit Casa 212, serta 10 unit pesawat milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Selain itu, TNI juga mengerahkan 36 unit helikopter, yang meliputi tujuh unit Caracal, tiga unit Super Puma, tiga unit Bell 412, dua unit MI-17, lima unit Panther, dua unit Dauphin milik Basarnas, 11 unit helikopter dari BNPB, serta tiga unit helikopter dari Kementerian Pertahanan. Untuk dukungan laut, TNI mengoperasikan 20 unit kapal perang (KRI) yang saat ini turut mendukung penanganan bencana di wilayah terdampak.

“Untuk hari ini, izin melaporkan Bapak Presiden, bahwa pesawat Hercules, dukungan logistik di daerah Blangkejeren yaitu menggunakan airdrop 36 bundel. Satu bundel 160 kilogram, total keseluruhan 5.760 kilogram,” ujarnya melaporkan.

“Kemudian juga tetap di wilayah Blangkejeren, pesawat Casa A2114, 100 unit heli box. Satu heli box seberat 5 kilogram, sehingga total 500 kilogram. Sehingga total barang dari Posko Halim yang di-deploy ke daerah tersebut 495.276 kilogram,” sambungnya.

Selain Blangkejeren, Agus menyebut masih terdapat sejumlah wilayah lain yang penyaluran bantuannya harus dilakukan melalui metode airdrop maupun air landed, salah satunya di wilayah Rembele.

Agus juga memaparkan dukungan alat perlengkapan non-alutsista yang telah dikerahkan TNI dalam penanganan bencana. Hingga saat ini, total alat perlengkapan yang digelar mencapai 638 unit.

Rinciannya, sebanyak 53 unit alat berat telah dikerahkan, terdiri atas ekskavator, dozer, backhoe, dan alat berat lainnya. Selain itu, TNI juga mengoperasikan 36 unit dapur lapangan, armada pemadam kebakaran, serta sejumlah unit pengolahan air bersih (water treatment). Sebagian di antaranya telah beroperasi di lokasi terdampak, sementara sisanya masih dalam perjalanan menuju wilayah bencana.

Untuk mendukung komunikasi di daerah terdampak, TNI juga telah memasang 162 titik layanan internet berbasis Starlink di berbagai lokasi.

Baca juga artikel terkait BANJIR HARI INI atau tulisan lainnya dari Alfitra Akbar

tirto.id - Flash News
Reporter: Alfitra Akbar
Penulis: Alfitra Akbar
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama