tirto.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerima 62 pengaduan terkait kendala pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) rumah bersubsidi oleh masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sejak periode Januari-Juli 2025,
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan rerata kendala pengajuan KPR tersebut terjadi karena adanya masalah pada data Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).
“Pada periode 1 Januari-Juli, OJK juga telah menerima 62 pengaduan terkait hal tersebut (kendala pengajuan KPR rumah bersubsidi) yang berhubungan dengan SLIK,” bebernya, dalam Konferensi Pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan Juli 2025, secara daring, Senin (4/7/2025).
Untuk menindaklanjuti hal tersebut, OJK telah menyelesaikan 85 persen dari total pengaduan yang masuk terkait kendala pengajuan KPR rumah bersubsidi tersebut.
“Dan telah ditindaklanjuti dengan tingkat penyelesaian sebesar 85 persen dari total pengaduan yang masuk tersebut,” imbuh Kiki, sapaan Friderica.
Sementara itu, keluhan ini disampaikan masyarakat melalui layanan kontak 157 yang telah disiapkan OJK untuk secara khusus menangani pengaduan apabila terdapat kendala pada saat proses pengajuan KPR untuk rumah bersubsidi. Selain itu, melalui saluran kontak tersebut, OJK juga menerima banyak pertanyaan terkait SLIK untuk mengajukan KPR dalam program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
“Dalam rangka mendukung program pemerintah di sektor perumahan, OJK juga telah menyiapkan kanal pengaduan khusus pada kontak 157 untuk menampung pengaduan apabila terdapat kendala dalam proses pengajuan KPR untuk masyarakat berpenghasilan rendah,” kata dia.
Di luar dukungan terhadap program pembangunan 3 juta rumah, khususnya dari aspek pelayanan konsumen, sejak awal tahun hingga 14 Juli OJK juga telah menerima 268.908 permintaan layanan melalui Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen atau APPK, di mana di dalamnya ada sebanyak 24.976 pengaduan.
“Dari aspek pelayanan konsumen, sejak awal tahun ini hingga 14 Juli, ada 268.908 permintaan layanan melalui Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen atau APPK, termasuk di dalamnya adalah ada 24.976 pengaduan,” ujar Kiki.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id



































