Menuju konten utama

Nyepi-Lebaran 2026, Polda Bali Amankan 1.234 Titik Strategis

Polda Bali kerahkan 2.125 personel untuk pengamanan masjid, pelabuhan, hingga pawai ogoh-ogoh.

Nyepi-Lebaran 2026, Polda Bali Amankan 1.234 Titik Strategis
Kapolda Bali, Irjen Pol. Daniel Adityajaya, bersama dengan Gubernur Bali, Wayan Koster, ketika memberikan keterangan kepada media setelah Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Agung 2026, di Denpasar, Kamis (12/03/2026). tirto.id/Sandra Gisela

tirto.id - Polda Bali menyiagakan pengamanan ketat di 1.234 titik strategis di seluruh Pulau Dewata selama periode libur Nyepi dan Lebaran 2026. Fokus pengamanan meliputi ratusan tempat ibadah, objek vital, hingga jalur mudik utama guna memastikan toleransi dan kenyamanan wisatawan tetap terjaga.

“Personel yang dilibatkan khusus Polri sebanyak 2.125 personel yang didukung juga dengan gabungan dari TNI dan juga dengan takeholder lain sebanyak 1.271 orang,” kata Kapolda Bali, Irjen Pol. Daniel Adityajaya, saat Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Agung 2026, di Denpasar, Kamis (12/03/2026).

Daniel membeberkan, sebanyak 1.234 titik yang akan diamankan terdiri atas 256 masjid, 539 musala, dan 276 lokasi Salat Idul Fitri. Selain itu, terdapat objek-objek vital seperti bandara, 8 titik pelabuhan, 11 titik terminal, 77 titik objek wisata, 59 titik pasar tradisional, dan 7 titik pasar modern.

“Kemudian ada 31 pos yang disiapkan, terdiri atas 15 pos pengamanan, 6 pos pelayanan, dan 5 pos terpadu,” imbuh Daniel.

Selama periode libur Nyepi dan Lebaran, terdapat beberapa momen yang menjadi atensi kepolisian, yakni Tawur Agung Kesanga, pawai ogoh-ogoh, malam takbiran, dan salat Idulfitri. Pada tanggal 18 Maret 2026, Polda Bali mengantisipasi adanya kepadatan karena dilaksanakannya upacara Tawur Kesanga dengan persembahyangan di persimpangan jalan (Catus Pata), serta peletakkan ogoh-ogoh di bahu jalan.

“Kami melakukan imbauan kepada banjar-banjar agar tidak menempatkan ogoh-ogoh di pinggir jalan, khususnya di sepanjang jalan utama yang merupakan jalur mudik menuju Pelabuhan Gilimanuk atau Pelabuhan Padangbai,” ungkap Daniel.

Selain itu, terkhusus tanggal 19 Maret 2026 yang merupakan Hari Raya Nyepi, Daniel mendorong agar masyarakat mengikuti seruan bersama dengan melakukan takbiran di rumah masing-masing atau di masjid terdekat dengan berjalan kaki, tanpa menggunakan pengeras suara, dan lampu penerangan yang berlebih.

“Sudah diperkirakan yang melaksanakan Idul Fitri tanggal 20 dan takbiran pada tanggal 19 itu hanya sedikit terjadi di Bali, terutama yang dilaksanakan oleh teman-teman kita umat muslim dari Muhammadiyah. Jadi kemarin dihitung, hanya ada 4 masjid dan juga pesertanya tidak banyak,” terangnya.

Polda juga mengingatkan bahwa Nyepi akan dimulai pada pukul 06.00 WITA di tanggal 19 Maret 2026 hingga 06.00 WITA di tanggal 20 Maret 2026. Saat Nyepi berlangsung, terjadi penghentian aktivitas umum berupa transportasi, siaran, data seluler, dan aktivitas luar rumah. Oleh sebab itu, mudik disarankan untuk dilakukan jauh sebelum tanggal tersebut.

“Saat mudik, pastikan rumah aman dan cek kembali instalasi listrik, kompor, barang berharga, serta pastikan semua pintu dan jendela telah terkunci untuk mencegah kebakaran maupun penculikan. Jangan ragu menitipkan kendaraan maupun barang berharga ke kantor kepolisian. Kami siap membantu menjaganya,” tutur Daniel.

Sementara itu, Gubernur Bali, Wayan Koster, menyebut situasi Bali yang aman dan kondusif juga berkaitan dengan tren kunjungan wisatawan mancanegara ke Pulau Dewata yang mengalami peningkatan per tanggal 8 Maret 2026. Berdasarkan pantauan Koster, peningkatan tersebut mencapai angka 8 persen.

“Saya setiap hari memonitor perkembangan jumlah wisatawan asing yang datang ke Bali, sampai tanggal 8 Maret yang lalu. Jadi bukan menurun, tapi meningkat. Kecenderungannya juga masih stabil sampai dengan Bandara Ngurah Rai masih dibuka. Dunia melihat ini baik, sehingga para wisatawan mancanegara merasakan kenyamanan yang ada di Bali,” jelasnya.

Koster mengungkap, peningkatan tersebut terjadi imbas perang di Timur Tengah. Akibat perang yang masih terus terjadi, banyak wisatawan mancanegara yang mencari kedamaian dengan datang ke Bali.

“Tetap aman, makanya meningkat,” tutupnya.

Baca juga artikel terkait LEBARAN 2026 atau tulisan lainnya dari Sandra Gisela

tirto.id - Sosial Budaya
Reporter: Sandra Gisela
Penulis: Sandra Gisela
Editor: Siti Fatimah