Menuju konten utama

Nyak Sandang, Dermawan Seulawah RI-001 Meninggal di Usia 100

Nyak Sandang dikenal sebagai tokoh yang menyumbangkan hartanya demi membantu pembelian pesawat yang menjadi cikal bakal maskapai nasional, Garuda Indonesia.

Nyak Sandang, Dermawan Seulawah RI-001 Meninggal di Usia 100
Teungku Nyak Sandang bin Lamudin. FOTO/ Nadim
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kabar duka menyelimuti dunia sejarah dan perjuangan Indonesia. Teungku Nyak Sandang bin Lamudin, sosok dermawan di balik pembelian pesawat pertama Indonesia, Seulawah RI-001, meninggal dunia pada Selasa (7/4/2026) siang di usia 100 tahun.

"Kakek meninggal jam 12 tadi di rumah," kata Athaillah, cucu Nyak Sandang, saat dikonfirmasi melalui pesan seluler, Selasa (7/4/2026).

Di masa-masa terakhirnya, Nyak Sandang diketahui beberapa kali menjalani perawatan di rumah sakit. Namun, karena faktor usia Ia lebih banyak menghabiskan waktu di kediamannya.

Pihak keluarga menyampaikan bahwa almarhum akan dimakamkan di kampung halamannya, Desa Lhuet, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya.

"Kakek meninggal di umur 100 tahun," jelas Athaillah.

Nyak Sandang

Nyak Sandang (tengah) didampingi anaknya Khaidar (kiri) dan menantu memperlihatkan tiket umrah dari bantuan Presiden Joko Widodo di Banda Aceh, Senin (18/2/2019). (Antara Aceh/Irwansyah Putra)

Semasa hidupnya, Nyak Sandang dikenal luas sebagai salah satu tokoh yang berperan penting dalam sejarah penerbangan nasional.

Ia menyumbangkan satu petak sawah senilai Rp100 pada 1950 demi membantu pembelian pesawat yang kelak menjadi cikal bakal maskapai nasional, Garuda Indonesia.

Atas jasa besarnya, Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Jasa Utama pada 25 Agustus 2025 di Istana Negara, Jakarta. Dalam momen penuh haru tersebut, Nyak Sandang hadir menggunakan kursi roda didampingi keluarga, sementara Prabowo tampak berlutut saat menyematkan penghargaan.

Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Nyak Sandang dalam perjuangan kemerdekaan dan upaya membangun kemandirian transportasi udara Indonesia.

Teungku Nyak Sandang bin Lamudin

Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan Tanda Kehormatan Republik Indonesia kepada para tokoh di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 25 Agustus 2025. Foto/Dok. BPMI Setpres/Cahyo

Penghargaan terhadap Nyak Sandang juga diberikan dalam bentuk pembangunan masjid di Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya.

Masjid Nyak Sandang dirancang dengan arsitektur modern yang berkonsep Islam, Iman dan Ihsan tersebut dibangun di atas lahan 4.900 meter per segi terdiri dari bangunan utama, balai pengajian dan menara dengan kapasitas tampung mencapai 940 jamaah.

Kehadiran masjid tersebut akan menjadi sejarah yang membuktikan patriotisme masyarakat Aceh, khususnya Nyak Sandang yang ikut andil menyumbangkan harta kekayaannya (obligasi) untuk membeli pesawat pertama Negara Republik Indonesia kala itu.

Masjid tersebut berdiri atas dasar tiga permintaan Nyak Sandang yang saat itu diundang ke Istana dan bertemu langsung Presiden Joko Widodo, Maret 2018.

Tak hanya sebagai dermawan, Nyak Sandang juga tercatat sebagai pejuang. Ia pernah bertugas sebagai pasukan pengintai saat masa penjajahan. Sebagai kepala kelompok, ia bertanggung jawab memantau pergerakan musuh dan segera memberi kabar kepada pasukan lain ketika kapal Belanda terdeteksi di wilayah Puncak Gureutee, Aceh Jaya, provinsi Aceh.

Kepergian Nyak Sandang menjadi kehilangan besar bagi bangsa meninggalkan teladan tentang pengorbanan, ketulusan, dan semangat juang demi Indonesia.

============

Kontributor: Nadim

Penulis: Nadim

Baca juga artikel terkait BERITA DUKA atau tulisan lainnya

tirto.id - Flash News
Editor: Bayu Septianto