Niat Shalat Witir 3 Rakaat Sendiri-Berjamaah, Tata Cara, Bacaan Doa

Oleh: Beni Jo - 12 April 2021
Dibaca Normal 5 menit
Tata cara shalat witir 3 rakaat terbagi dalam 2 jenis. Pertama, sholat witir 3 rakaat dengan 2 salam. Kedua, sholat witir 3 rakaat dengan 1 salam.
tirto.id - Shalat witir adalah ibadah sunah yang dianjurkan untuk dikerjakan setelah sholat-sholat sunnah lainnya pada malam hari. Maka itu, sholat witir bisa menjadi penutup untuk ibadah qiyamul lail, seperti sholat tahajud, sholat hajat, serta sholat tarawih pada malam Ramadhan.

Berbeda dengan shalat sunnah lainnya, Rasulullah SAW mengajarkan sholat witir dilakukan dengan jumlah rakaat ganjil, yakni 1 rakaat, atau 3 rakaat, 5 rakaat, hingga maksimal 11 rakaat.

Anjuran melaksanakan sholat witir bisa ditemukan di sejumlah hadis. Dalam salah satu hadis, Nabi Muhammad SAW bersabda: "(Salat) Witir itu adalah hak setiap muslim, siapa yang lebih suka witir 5 rakaat, maka kerjakanlah, dan barang siapa yang lebih suka witir 1 rakaat, maka kerjakanlah," (Hadis shahih, riwayat abu Daud: 1212 dan al-Nasa'i: 1693).

Dalam hadis lainnya, diriwayatkan bahwa Aisyah RA berkata: "Rasulullah SAW sholat 11 rakaat di antara sholat isya sampai terbit fajar. Beliau salam setiap dua rakaat dan mengerjakan sholat witir dengan satu rakaat," (Hadis Shahih, riwayat Muslim: 1216).

Waktu pengerjaan shalat witir adalah setelah mengerjakan sholat sunnah lainnya, dan boleh pada permulaan malam (sehabis isya), pertengahan malam, atau menjelang waktu subuh.


Hal ini sesuai dengan hadis yang meriwayatkan bahwa Aisyah RA pernah mengatakan: "Dari setiap malam, Nabi Muhammad SAW pernah mengerjakan shalat witir pada permulaan malam, tengah malam, akhiran malam, dan berakhir pada waktu subuh," (Hadits shahih, riwayat Bukhari: 941 dan Muslim: 1230).

Shalat witir bisa dikerjakan secara berjamaah di rumah maupun masjid. Selain itu, umat Islam pun boleh mengerjakan shalat witir dengan sendirian atau munfarid.

Bacaan Niat Salat Witir Berjamaah untuk Imam & Makmum

Bagi mereka yang mengerjakan shalat witir dengan berjamaah, bacaan niatnya ada 2 jenis, yakni untuk yang berposisi sebagai imam dan makmum.

Bacaan niat berikut ini diperuntukkan bagi mereka yang mengerjakan sholat witir sebanyak tiga rakaat. Umat Islam di Indonesia umumnya mengerjakan sholat witir dengan 2 jenis cara.

Pertama, mengerjakan sholat witir dengan 2 rakaat salam, lalu dilanjutkan dengan 1 rakaat salam. Kedua, sholat witir dikerjakan dengan 3 rakaat sekaligus.

1. Niat Sholat Witir 3 Rakaat 2 Salam Berjamaah untuk Imam

Mengutip laman NU Online, jika menjadi seorang imam, bacaan niat niat sholat witir dua rakaat pertama adalah sebagai berikut:

اُصَلِّى سُنَّةً مِنَ الوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatan minal Witri rak‘ataini mustaqbilal qiblati adā’an imāman lillāhi ta‘ālā.

Artinya: "Aku menyengaja sembahyang sunnah bagian dari salat Witir 2 rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam, karena Allah SWT."

Sedangkan untuk bacaan niat shalat witir satu rakaat untuk imam, adalah sebagai berikut:

اُصَلِّى سُنَّةَ الوِتْرِ رَكْعَةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatal Witri rak‘atan mustaqbilal qiblati adā’an imāman lillāhi ta‘ālā.

Artinya: "Aku menyengaja sembahyang sunnah Witir satu rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam, karena Allah SWT."

2. Niat Sholat Witir 3 Rakaat 2 Salam Berjamaah untuk Makmum

Sementara ketika menjadi makmum, bacaan niat shalat witir dua rakaat pertama ialah berikut ini:

اُصَلِّى سُنَّةَ مِنَ الوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatan minal Witri rak‘ataini mustaqbilal qiblati adā’an makmūman lillāhi ta‘ālā.

Artinya: "Aku menyengaja sembahyang sunah bagian dari shalat Witir 2 rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum, karena Allah SWT,".

Sementara bacaan niat sholat witir untuk 1 rakaat kala menjadi makmum, ialah:

اُصَلِّى سُنَّةَ الوِتْرِ رَكْعَةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatal Witri rak‘atan mustaqbilal qiblati adā’an makmūman lillāhi ta‘ālā.

Artinya: "Aku menyengaja sembahyang sunnah Witir satu rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah SWT."

3. Niat shalat witir 3 rakaat 1 salam untuk Imam dan Makmum

Berdasarkan panduan ibadah bulan Ramadhan dari PP Muhammadiyah, shalat witir bisa dikerjakan dengan 3 rakaat sekaligus, tanpa ada tasyahud awal di rakaat kedua.

Adapun bacaan niat shalat witir 3 rakaat sekaligus bagi imam adalah:

Usholli sunnatal witri tsalaatsa raka’aatin mustaqbilal qiblati adaan imaaman lillahi ta’aala

Artinya: “Aku menyengaja salat sunah witir tiga rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”

Sedangkan bacaan niat salat witir 3 rakaat sekaligus sebagai makmum ialah:

Usholli sunnatal witri tsalaatsa raka’aatin mustaqbilal qiblati adaan ma’muuman lillahi ta’aala

Artinya: “Aku menyengaja salat sunah witir tiga rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala”

Bacaan Niat Sholat Witir Sendiri di Rumah

Salat witir tidak hanya bisa dilakukan secara jamaah di masjid, tetapi juga dapat dilangsungkan secara sendiri (munfarid) di rumah.

Untuk lafaz atau bacaan niatnya, ada sedikit perbedaan jika dilaksanakan dengan 3 rakaat (2+1), atau 3 rakaat sekaligus (tanpa tasyahud awal). Berikut ini bacaan niat salat witir yang dilakukan sendiri.

1. Niat Shalat Witir Sendiri 3 Rakaat 2 Salam

Bacaan niat shalat witir sendiri untuk 2 rakaat di salam pertama adalah:

أصلى سنة من الوتر ركعتين لله تعالى

Ushallii sunnatam minal witri rak'ataini lillaahhi ta'aalaa.

Artinya: "Aku niat shalat sunnah witir 2 rakaat karena Allah ta'ala."

Sementara bacaan niat shalat witir sendiri untuk 1 rakaat di salam kedua ialah:

أصلى سنة من الوتر ركعة لله تعالى

Ushallii sunnatam minal witri rak'atal lillaahhi ta'aalaa.

Artinya: "Aku niat shalat sunnat witir satu rakaat karena Allah ta'ala."

2. Niat Salat Witir Sendiri 3 Rakaat 1 Salam (tanpa tasyahud awal)

اُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكْعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatal witri tsalâtsa raka‘âtin mustaqbilal qiblati adâ’an lillâhi ta‘âlâ

Artinya: "Aku menyengaja sembahyang sunnah shalat witir tiga rakaat dengan menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala."

Tata Cara Sholat Witir 3 Rakaat Sendiri dan Berjamaah

Dalam menjalankan salat witir, seebnarnya tidak ada perbedaan jika dibandingkan dengan salat sunah lainnya. Meski demikian, ada ketentuan khusus untuk jumlah rakaatnya, yakni harus dalam bilangan ganjil.

Sebagaimana dijelaskan di atas, umat Islam di Indonesia umumnya mengerjakan sholat witir di bulan Ramadhan dengan 3 rakaat. Sebagian umat Islam mengerjakan shalat witir 3 rakaat dengan 2 salam. Adapun sebagian lainnya melakukan ibadah shalat witir dengan 3 rakaat sekaligus atau 1 salam.

Tata cara sholat witir 3 rakaat secara berjamaah maupun sendiri, hampir tidak ada perbedaannya, kecuali pada bacaan niat.

1. Tata cara sholat witir 3 rakaat 2 salam

Urutan tata cara sholat witir 3 rakaat dengan 2 salam adalah sebagai berikut:

  • Mengucap bacaan niat salat witir untuk 2 rakaat di salam pertama
  • Mengucapkan takbir ketika takbiratul ihram sambil membaca niat di dalam hati
  • Baca Surat Al-Fatihah dan setelah itu membaca salah satu surat dalam alquran
  • Rukuk
  • Itidal
  • Sujud pertama
  • Duduk di antara dua sujud
  • Sujud kedua
  • Berdiri kembali pada rakaat kedua
  • Baca surat Surat Al-Fatihah dan membaca salah satu surat dalam alquran
  • Rukuk
  • Itidal
  • Sujud pertama
  • Duduk di antara dua sujud
  • Sujud kedua
  • Duduk tasyahud akhir di rakaat kedua
  • Salam pada akhir rakaat kedua
  • Kemudian, kembali sholat satu rakaat (dengan membaca niat sholat witir satu rakaat, serta melakukan urutan yang sama seperti di rakaat pertama, diakhiri tasyahud akhir dan salam).
2. Tata cara sholat witir 3 rakaat 1 salam

Urutan tata cara sholat witir 3 rakaat dengan 1 salam adalah sebagai berikut:

  • Mengucapkan bacaan niat salat witir untuk 3 rakaat
  • Mengucapkan takbir ketika takbiratul ihram sambil membaca niat di dalam hati
  • Baca Surat Al-Fatihah dan setelah itu membaca salah satu surat dalam alquran
  • Rukuk
  • Itidal
  • Sujud pertama
  • Duduk di antara dua sujud
  • Sujud kedua
  • Berdiri kembali pada rakaat kedua
  • Baca surat Surat Al-Fatihah dan kemudian membaca salah satu surat dalam alquran
  • Rukuk
  • Itidal
  • Sujud pertama
  • Duduk di antara dua sujud
  • Sujud kedua
  • Berdiri kembali pada rakaat ketiga
  • Baca surat Surat Al-Fatihah dan kemudian membaca salah satu surat dalam alquran
  • Rukuk
  • Itidal
  • Sujud pertama
  • Duduk di antara dua sujud
  • Sujud kedua
  • Duduk tasyahud akhir
  • Salam


Bacaan Doa Setelah Sholat Witir

Setelah mengerjakan salat witir, juga dianjurkan untuk membaca doa. Berikut adalah bacaan doa setelah salat witir yang disunnahkan untuk dibaca sebanyak tiga kali:

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسُ

Subhaanal malikil qudduus

Artinya:"Maha Suci Allah Yang Maha Merajai dan Yang Maha Bersih."

Kemudian, dilanjutkan dengan kalimat رَبُّ الْمَلآئِكَةِ وَالرُّوْحِ (robbul-malaa-‘ikati warruuh) yang memiliki makna "Yang Menguasai para Malaikat dan Ruh/Jibril."

Keutamaan Sholat Witir di Bulan Ramadhan

Sebenarnya, sholat witir bukan termasuk salat sunnah yang dianjurkan dilaksanakan secara berjamaah. Namun, para ulama Mazhab Syafii dan Hanbali, serta sebagian ulama Mazhab Maliki berpendapat, khusus pada bulan Ramadhan, sholat witir sunnah dilakukan secara berjamaah setelah tarawih.

Meskipun begitu, anjuran itu tidak berlaku bagi mereka yang berencana melakukan sholat tahajud setelah terbangun dari tidur di tengah malam.

Mereka yang meyakini bisa bangun dari tidur pada tengah malam untuk sholat tahajud dan sholat sunnah lain pada bulan Ramadhan, dianjurkan melakukan sholat witir sendiri saat akhir malam.

Salah satu dasar pendapat tersebut ialah hadis yang diriwayatkan Imam Muslim, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:

"Barang siapa di antara kalian yang khawatir tidak bisa bangun di akhir malam, hendaklah ia witir dan baru kemudian tidur. Dan siapa yang yakin akan terbangun di akhir malam, hendaklah ia witir di akhir malam, karena bacaan di akhir malam dihadiri (para Malaikat) dan hal itu adalah lebih utama," (Hadis Shahih Muslim Nomor 1256).

Terkait situasi pandemi COVID-19, pemerintah melalui Surat Edaran Menteri Agama No 03 Tahun 2021 mengeluarkan panduan mengenai pelaksanaan ibadah di bulan ramadan 1442 H.

Dalam hal ketentuan, disebutkan bahwa salat tarawih, salat witir, tadarus, serta iktikaf pada bulan Ramadhan 2021, boleh dilakukan di masjid atau mushola.

Namun, untuk penerapan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19, Kemenag menganjurkan agar dilakukan pembatasan jumlah jamaah, yakni 50 persen dari kapasitas masjid.

Selain itu, juga wajib diterapkan protokol kesehatan berupa menjaga jarak fisik, serta para jamaah diharapkan membawa alat sholat pribadi masing-masing.

Sementara untuk acara lainnya, seperti pengajian atau kultum ramadan, juga diperbolehkan untuk dilakukan dengan batasan waktu maksimal selama 15 menit saja.

Baca juga artikel terkait RAMADHAN 2021 atau tulisan menarik lainnya Beni Jo
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Beni Jo
Penulis: Beni Jo
Editor: Addi M Idhom
DarkLight