Menuju konten utama

Niat Puasa Ayyamul Bidh Syawal, Ketentuan, dan Hukumnya

Bagaimana niat puasa Ayyamul Bidh Syawal? Berikut bacaan niat puasa di bulan Syawal berupa Ayyamul Bidh,ketentuan,dan hukum-hukumnya.

Niat Puasa Ayyamul Bidh Syawal, Ketentuan, dan Hukumnya
Ilustrasi buka puasa. Lantas, apa bacaan niat puasa Ayyamul Bidh Syawal? FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Niat puasa Ayyamul Bidh Syawal menjadi pembahasan penting bagi umat Islam yang ingin mendapatkan keutamaan puasa sunah di bulan Syawal.

Ayyamul Bidh secara bahasa bermakna "hari-hari yang cerah" merujuk kepada tiga hari di pertengahan bulan Hijriah, yaitu tanggal 13, 14, dan 15.

Dalil puasa Ayyamul Bidh merujuk kepada hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, yakni Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk berpuasa pada hari-hari tersebut. Hadis tersebut berbunyi:

"Diriwayatkan dari Qatadah bin Milhan RA, ia berkata: 'Rasulullah SAW telah memerintahkan untuk berpuasa pada hari-hari yang malamnya cerah, yaitu tanggal 13, 14, dan 15'," (HR Abu Dawud, An-Nawawi, Riyadhus Shalihin, Juz II: 81).

Puasa Ayyamul Bidh sendiri dapat dilakukan pada bulan apa pun, termasuk di bulan Syawal setelah Idulfitri. Puasa Ayyamul Bidh Syawal memiliki keutamaan sebagai amalan sunah yang konsisten diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Kendati Syawal identik dengan puasa enam hari setelah Ramadan, puasa Ayyamul Bidh Syawal tetap bisa dilaksanakan untuk menyempurnakan ibadah di bulan ini.

Lalu, bagaimana hukum puasa Ayyamul Bidh Syawal? Bagaimana niat puasa Ayyamul Bidh bulan Syawal yang benar?

Niat Puasa Ayyamul Bidh Syawal

Ilustrasi hidangan puasa

Ilustrasi hidangan puasa. FOTO/iStockphoto

Sebelum mengetahui hukumnya, umat Islam perlu mengetahui terlebih dahulu lafal niat puasaAyyamul Bidh Syawal. Niat adalah salah satu syarat sah dalam ibadah puasa, termasuk puasa sunah.

Berikut lafal niat puasa Ayyamul Bidh Syawal:

نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ayyâmil bîdl lilâhi ta’âlâ.

Artinya:

“Saya niat puasa Ayyamul Bidh (hari-hari yang malamnya cerah) karena Allah ta’âlâ.”

Muslimin dan muslimat bisa membaca niat puasa di bulan Syawal berupa Ayyamul Bidh ini pada malam hari atau sebelum terbit fajar. Lafalnya tetap umum karena tidak ada ketentuan khusus mengenai niat puasa Ayyamul Bidh untuk bulan tertentu.

Umat Islam hanya perlu memperhatikan bahwa puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, dan 15. Tepatnya berdasarkan kepada kalender Hijriah.

Hukum Puasa Ayyamul Bidh Syawal

hidangan sunnah berbuka puasa

hidangan sunnah berbuka puasa. FOTO/iStockphoto

Setelah memahami niat puasa Ayyamul Bidh Syawal, penting untuk mengetahui hukumnya. Hukum puasa Ayyamul Bidh adalah sunnah muakkad, yaitu ibadah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

Ketentuan ini sesuai dengan beberapa hadis-hadis Nabi SAW, salah satunya dari Ibnu Abbas RA:

"Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, ia berkata: 'Rasulullah SAW sering tidak berbuka (terus berpuasa) pada hari-hari yang malamnya cerah, baik ketika di rumah maupun dalam perjalanan'," (HR An-Nasa'i, sanad Hasan).

Dalil perintah Rasulullah SAW kepada sahabatnya untuk berpuasa tiga hari setiap bulan juga memperkuat pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh, terutama di tanggal 13, 14, dan 15.

"Diriwayatkan dari Qatadah bin Milhan RA, ia berkata: ‘Rasulullah SAW telah memerintahkan kami untuk berpuasa pada hari-hari yang malamnya cerah, yaitu tanggal 13, 14, dan 15’," (HR Abu Dawud, An-Nawawi, Riyâdhus Shâlihîn, Juz II: 81).

Khusus di bulan Zulhijah, Ayyamul Bidh tidak termasuk pada tanggal 13 lantaran termasuk hari Tasyrik yang haram untuk berpuasa. Menurut mazhab Syafi'i, umat Islam bisa menggantinya pada 14, 15, dan 16 Zulhijah.

Dengan demikian, hukum puasa Ayyamul Bidh adalah sunah muakkad, termasuk jika dilaksanakan di bulan Syawal. Bagi yang ingin menjalankannya, niat puasa Ayyamul Bidhbulan Syawal perlu dipahami agar ibadah semakin sempurna.

Bolehkah Digabung dengan Puasa Syawal?

Ilustrasi buka puasa

Ilustrasi buka puasa. FOTO/iStockphoto

Dalam praktiknya, ada perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai apakah puasa Ayyamul Bidh Syawal boleh digabungkan dengan puasa Syawal.

Sebagian ulama membolehkan niat puasa gabungan. Sementara yang lain menganjurkan untuk memisahkannya.

Menurut Ustaz Adi Hidayat (UAH), jika puasa Ayyamul Bidh bertepatan dengan puasa sunah lain (seperti Senin-Kamis atau Syawal), pahala kedua puasa tetap tercatat.

Jika seseorang berniat puasa Syawal di hari yang sama dengan Ayyamul Bidh, pahala keduanya bisa diperoleh. Hal ini karena puasa Syawal memiliki keutamaan khusus sehingga amalan sunah lain yang rutin dilakukan otomatis ikut tercatat.

"Tapi ingat, ketika Anda berpindah pada amalan yang lebih tinggi maka amalan rendah akan ikut pahalanya. Misal, amalan rendah ke yang tinggi puasa Senin Kamis yang dilaksanakan Senin dan Kamis, lalu puasa Ayyamul Bidh, Anda mendapati puasa Syawal berkaitan dengan puasa Seninnya bertepatan pula Ayyamul Bidh, Anda niatkan Syawalnya, maka Senin dan Ayyamul Bidh otomatis dituliskan pahalanya," terang Ustaz Adi Hidayat, dilansir dari kanal YouTube Mentari Senja TV.

Akan tetapi, sebagian ulama menyarankan untuk memisahkan niat agar masing-masing ibadah memiliki kekhususan. Misalnya, jika tanggal 15 Syawal bertepatan dengan Ayyamul Bidh, muslimin bisa mengutamakan niat puasa Syawal dan tetap mendapat pahala Ayyamul Bidh karena kebiasaan berpuasa di tanggal tersebut.

Ustaz Adi Hidayat menuturkan rumusnya yakni pindahkan amalan yang rendah ke yang tinggi. Begitu mengerjakan amalan yang tinggi di saat bersamaan, amalan yang rendah sudah dituliskan pahalanya.

Dengan demikian, bagi yang ingin menggabungkan niat antara puasa Ayyamul Bidh dengan puasa Syawal, ada pendapat yang membolehkannya dan ada yang menyarankan untuk melakukannya secara terpisah. Akan tetapi, keduanya tetap mendapatkan pahala dari amalan sunah.

Begitulah bacaan niat puasa Ayyamul Bidh Syawal serta hukumnya. Puasa ini menjadi kesempatan emas untuk meraih pahala sunah yang diajarkan Rasulullah SAW.

Dengan memahami niat puasa di bulan Syawal dan hukum puasa Ayyamul Bidh, ibadah kita semakin berkualitas serta sesuai tuntunan syariat.

Pastikan juga untuk membaca informasi seputar ibadah bulan Syawal lainnya di sini.

Informasi Syawal Terbaru

Baca juga artikel terkait NIAT PUASA AYYAMUL BIDH atau tulisan lainnya dari Robiatul Kamelia

tirto.id - Edusains
Penulis: Robiatul Kamelia
Editor: Robiatul Kamelia & Yulaika Ramadhani
Penyelaras: Yuda Prinada