Menuju konten utama

Netflix Hingga PUBG Sudah Penuhi Penilaian Mandiri PP Tunas

Meutya menyatakan ada sekitar 175 PLF yang dinaungi oleh 64 PSE yang sudah melakukan self-assessment dan menyerahkannya kepada Kemkomdigi.

Netflix Hingga PUBG Sudah Penuhi Penilaian Mandiri PP Tunas
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyatakan hingga 9 Juni 2026, udah ada 175 Produk, Layanan, dan Fitur (PLF) yang dinaungi oleh 64 Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) telah menyerahkan hasil penilaian mandiri kepada Kemkomdigi untuk dievaluasi lebih lanjut. FOTO/Humas Kemkomdigi

tirto.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mencatat sebanyak 175 Produk, Layanan, dan Fitur (PLF) dari platform digital sudah melakukan penilaian mandiri PP Tunas. Penyelenggara juga telah menyerahkan hasilnya untuk dievaluasi lebih lanjut.

“Sudah tepat tiga bulan sejak PP TUNAS diimplementasikan pada akhir Maret 2026. Saat ini ada sekitar 175 PLF yang dinaungi oleh 64 PSE yang sudah melakukan self-assessment dan menyerahkannya kepada Kemkomdigi,” kata Menkomdigi Meutya Hafid dalam keterangannya, Selasa (9/6/2026).

Meutya menjelaskan aspek yang wajib dievaluasi meliputi identifikasi tingkat risiko platform terhadap pengguna anak di bawah usia 16 tahun, dan potensi paparan konten berbahaya (kekerasan, pornografi, perundungan), termasuk kesiapan dan akurasi sistem verifikasi usia serta mekanisme moderasi konten dan ketersediaan fitur kontrol orang tua.

"Kita mengukur setiap risiko. Di antaranya risiko terkait konten, risiko kontak dengan orang yang tidak dikenal, risiko kecanduan, risiko kesehatan, dan berbagai risiko lainnya,” tutur Meutya.

Kata Meutya, Indonesia memilih mekanisme yang tidak hanya berfokus pada perlindungan anak, tetapi juga mendorong platform melakukan perbaikan fitur dan tata kelola agar semakin aman bagi pengguna anak.

Menurutnya, Pendekatan ini berbeda dengan sejumlah negara yang menerapkan pembatasan secara menyeluruh terhadap akses anak ke media sosial.

“Karena itu kami mengukur perubahan-perubahan yang mereka lakukan, termasuk fitur-fitur yang dibuat agar lebih aman bagi anak-anak,” ucap Meutya.

Meutya juga mengingatkan kepada platform yang belum menyampaikan penilainntya agar segera memenuhi kewajibannya sehingga tidak otomatis dikategorikan sebagai platform risiko tinggi.

Adapun platform yang telah melaporkan diantaranya platform OTT (Over The Top) atau layanan streaming yaitu Netflix, Vidio, HBO Max dan Disney. Sementara itu, kategori gim yang telah menyerahkan hasil penilaian mandiri untuk PP TUNAS seperI Roblox, PUBG Online, Crossfire, Age of Empire Mobile, Valorant, Free Fire, dan Mobile Legends.

Untuk kategori e-commerce yang sudah melaporkan yakni Shopee, Tokopedia, Lazada, dan TikTok Shop. Pada kategori payment system seperti Dana, Gopay, Flip.id, ChatGPT, dan Grab untuk kategori lainnya.

Baca juga artikel terkait PERLINDUNGAN ANAK atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Andrian Pratama Taher