Nadiem Ungkap 5 Strategi untuk Kerek Skor PISA Indonesia

Oleh: Addi M Idhom - 4 April 2020
Dibaca Normal 1 menit
Nadiem Makarim menjelaskan lima strategi yang akan diterapkan oleh Kemendikbud untuk mengerek kualitas siswa-siswa di Indonesia.
tirto.id - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengaku telah menyiapkan lima strategi pembelajaran holistik guna mengembangkan sumberdaya manusia (SDM) sekaligus meningkatkan skor PISA para siswa Indonesia.

Nilai PISA atau Programme for International Student Assessment merupakan salah satu indikator untuk mengukur kompetensi siswa di tingkat global. Sementara dalam 10-15 tahun terakhir, skor PISA Indonesia cenderung stagnan.

Berdasarkan data Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), peringkat nilai PISA Indonesia sesuai hasil survei tahun 2018 adalah: Membaca (peringkat 72 dari 77 negara), Matematika (Peringkat 72 dari 78 negara) dan Sains (peringkat 70 dari 78 negara).

"Sesuai arahan Presiden, pengembangan sumberdaya manusia Indonesia unggul harus bersifat holistik. Tidak hanya literasi dan numerasi, tapi pendidikan karakter memiliki tingkat kepentingan yang sama," kata Nadiem pada Jumat (3/4/2020) seperti dilansir laman Kemendikbud.

Adapun lima strategi yang disiapkan oleh Nadiem untuk mengerek nilai PISA dan kualitas SDM hasil pendidikan Indonesia adalah berikut ini.

1. Transformasi kepemimpinan sekolah

Nadiem menjelaskan strategi pertama ini akan diterapkan dengan memilih generasi baru kepala sekolah dari guru-guru terbaik. Selain itu, Kemendikbud akan mengembangkan marketplace bantuan operasional sekolah (BOS) online.

"Marketplace BOS online bertujuan memberikan kepala sekolah fleksibilitas, transparansi, dan waktu meningkatkan kualitas pembelajaran," ujar Nadiem.

2. Transformasi pendidikan dan pelatihan guru

Untuk mengimplementasikan strategi ini, menurut Nadiem, Kemendikbud akan melaksanakan transformasi Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk menghasilkan generasi pengajar baru.

Selain itu, kata dia, Kemendikbud juga akan mendorong munculnya 10 ribu sekolah penggerak yang akan menjadi pusat pelatihan guru. Pusat-pusat ini diharapkan bisa menjadi katalis bagi transformasi sekolah-sekolah lain.

3. Penyederhanaan kurikulum

Nadiem menjelaskan strategi ketiga adalah mengajar sesuai tingkat kemampuan siswa. Strategi ini akan dilakukan dengan cara menyederhanakan kurikulum sehingga lebih fleksibel dan berorientasi pada kompetensi. Dia menambahkan personalisasi dan segmentasi pembelajaran berdasarkan asesmen berkala juga akan dilaksanakan.

4. Menerapkan standar penilaian global

Menurut Nadiem, Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) akan digunakan untuk mengukur kinerja sekolah berdasarkan literasi dan numerasi siswa.

Dua kompetensi ini ialah fokus tes internasional seperti PISA, Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS) dan Progress in International Reading Literacy Study (PIRLS).

"Survei Karakter dan Survei Lingkungan Belajar juga akan digunakan untuk mengukur aspek-aspek non-kognitif untuk mendapatkan gambaran mutu pendidikan secara holistik," ujar dia.

5. Kemitraan dengan daerah dan masyarakat sipil

Nadiem mengatakan kemitraan dengan Pemerintah Daerah akan dilakukan melalui penerapan indikator kinerja untuk Dinas Pendidikan. Kemendikbud juga akan mendorong ratusan Organisasi Penggerak agar mendampingi guru-guru di Sekolah Penggerak.

Dia menambahkan, Kemendikbud pun akan mendorong penggunaan platform teknologi pendidikan berbasis mobile, serta bermitra dengan perusahaan teknologi pendidikan kelas dunia.

Nadiem juga berencana menggerakan puluhan ribu mahasiswa dari kampus-kampus terbaik untuk mengajar siswa-siswa di seluruh Indonesia, sebagai bagian dari kebijakan Kampus Merdeka.


Baca juga artikel terkait SEKOLAH atau tulisan menarik lainnya Addi M Idhom
(tirto.id - Pendidikan)

Penulis: Addi M Idhom
Editor: Agung DH
DarkLight