Musik Membantu Anda Menanggung Sakit dan Nyeri

Oleh: Alexander Haryanto - 15 November 2016
Dibaca Normal 3 menit
Sejumlah penelitian menunjukkan musik memiliki banyak manfaat, mulai dari mengurangi depresi, menghilangkan rasa nyeri, hingga meningkatkan stamina dan motivasi.
tirto.id - Christ Billy, seorang pakar psikologi musik berpendapat bahwa mendengarkan musik di saat yang tepat dapat mempengaruhi psikologis pendengarnya. Musik diyakini mampu mengubah suasana hati, menambah fokus, membuat lebih produktif dan dapat membantu lebih rileks.

Apa yang dikatakan Billy juga diamini oleh Djohan, dosen pascasarjana ISI Yogyakarta. Musik dengan kategori gembira akan menghasilkan peningkatan suasana hati yang positif, begitupun sebaliknya: musik sedih membikin suasana hati negatif.

Dalam bukunya berjudul Psikologi Musik, Djohan merujuk pada penelitian antara pengaruh musik dan seni lukis, dimana para pelukis diminta untuk melukis sambil mendengarkan musik. Seorang pelukis yang mendengarkan musik sedih akan menghasilkan lukisan yang cenderung gelap dan suram.

Begitu juga sebaliknya. Jika seseorang mendengarkan musik gembira, lukisan yang dihasilkannya pun lebih cenderung menunjukkan kegembiraan. Musik dapat memengaruhi konsentrasi, persepsi, memori, serta keputusan seseorang dalam membuat garis dan warna.

Berbagai Penelitian Tentang Manfaat Musik

Menurut Valorie Salimpoor, seorang ilmuwan saraf di McGill University, mendengarkan musik favorit dapat membuat perasaan menjadi lebih baik karena otak secara otomatis akan melepaskan dopamin—yang sering dikaitkan dengan rasa senang dan bahagia.

Untuk mengujinya, peneliti menyuntikkan zat radioaktif kepada delapan pecinta musik setelah mereka mendengarkan musik favorit. Hasil penelitian menunjukkan ada dopamin dalam jumlah yang besar di otak mereka dan itulah yang membuat mereka merasakan kebahagiaan, kegembiraan, dan sukacita.

Seperti dilansir situsweb lifehack.org, mendengarkan musik juga dapat menurunkan kadar hormon stres dalam tubuh. Ini penting, sebab banyak penelitian menunjuk stres sebagai pemicu dari semua penyakit. Jika seseorang secara aktif berpartisipasi dalam memainkan berbagai instrumen musik seperti perkusi dan bernyanyi, sistem kekebalan tubuhnya akan meningkat dan stres berkurang.

Mendengar musik juga dapat mengobati insomnia. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa siswa yang mendengarkan musik klasik santai selama 45 menit sebelum tidur dapat meningkatkan kualitas tidur dan mengobati insomnia. Hampir banyak orang yang mengalami gangguan insomnia dianjurkan untuk mendengarkan karya-karya dari komposer seperti Johann Sebastian Bach dan Mozart sebelum tidur.

Studi lain dari Hans Joachim Trappe, seorang profesor kedokteran di Jerman juga menunjukkan musik dapat bermanfaat bagi pasien dengan gejala depresi, terutama mendengarkan musik-musik meditasi, yang dapat memicu semangat.

Musik juga telah digunakan dalam program diet. Menurut hasil penelitian di Georgia Institute of Technology, mendengarkan musik dapat mengurangi nafsu makan. Peserta program meredupkan lampu sambil mendengarkan musik lembut saat makan, cara ini diyakini mampu mengurangi nafsu makan.

Sebuah penelitian di Belanda menemukan bahwa mendengarkan musik dapat berdampak positif suasana hati Anda saat mengemudi, yang dapat menyebabkan perilaku yang lebih aman daripada tidak mendengarkan musik.

Mendengarkan musik santai sebelum operasi juga berguna untuk mengurangi kecemasan. Hal itu bahkan lebih efektif daripada mengonsumsi Midazolam, obat yang sering digunakan untuk membantu pasien sebelum operasi. Penelitian lain menunjukkan mendengar musik yang menenangkan saat beristirahat di tempat tidur setelah operasi jantung terbuka dapat meningkatkan relaksasi.

Musik juga dapat mengurangi nyeri. Penelitian di Drexel University Philadelphia menemukan bahwa terapi musik dapat mengurangi rasa sakit yang kentara akibat perawatan standar pada pasien kanker.

infografik tipe pendengar musik


Tipe Pendengar Musik di Indonesia

Menurut laporan The Full Musician, para pendengar musik biasanya terbagi menjadi beberapa golongan. Pertama adalah pendengar biasa, biasanya orang-orang yang tergolong dalam kategori ini tidak memiliki perhatian terhadap musik apapun. Mereka bahkan cenderung tidak tahu nama artis atau lagu-lagu yang mereka dengarkan.

Kedua adalah tipe pendengar sedang, biasanya mereka tidak benar-benar fokus pada musik, hanya akan mencermati musik yang memiliki beat yang baik dan enak didengar. Sementara yang ketiga, adalah tipe pendengar yang benar-benar memperhatikan dan menganalisis lirik. Mereka benar-benar mencermati seluruh aspek musik dan kritis terhadap apa yang mereka dengar.

Hal yang kurang lebih sama juga disampaikan oleh Rateyourmusic. Pertama adalah Sitters, orang-orang dalam kategori ini biasanya tidak aktif mencari referensi musik, mereka lebih cenderung pasif dan hanya akan mendengarkan musik yang datang dari radio dan TV.

Yang kedua adalah Seekers, orang-orang dalam kategori ini biasanya aktif dalam mencari referensi musik dan selalu menambah koleksi mereka. Mereka bahkan tahu lebih banyak tentang genre dan lagu yang kurang populer. Biasanya mereka juga mendapatkan referensi dari teman-teman, slave kaset, majalah, internet dan lain-lain.Yang ketiga adalah Standers yang cenderung tak mau mendengarkan musik baru. Orang-orang ini biasanya adalah pencinta dan penggemar genre musik klasik.

Di Indonesia, angka pendengar musik juga relatif cukup tinggi. Menurut laporan Antara pada November 2016 dari data Spotify, pengguna Spotify di Indonesia selama 3 bulan sudah menghabiskan waktu selama 1.165 miliar menit untuk mendengar musik.

Spotify juga membagi para pendengar musik menjadi lima jenis antara lain: the early birds, the busy bees, the midday zombies, the night riders dan the dream chaser.

Ada kategori The Early Birds, yakni orang yang mendengarkan musik saat bangun pagi dan memulai rutinitas. Musik menjadi hal yang lebih dulu dinikmati sebelum benar-benar terbangun. Menurut penelitian, hal ini dilakukan untuk meningkatkan stamina dan motivasi.

Sementara The Busy Bees adalah mereka yang mendengarkan musik pada pukul 09.00 pagi karena tuntutan sekolah dan pekerjaan. Menurut penelitian, orang-orang yang mendengarkan musik pada kategori ini biasanya akan mempertajam kemampuan kognitif yang dapat meningkatkan konsentrasi dan daya fokus di tengah waktu paling sibuk.

The Midday Zombies adalah mereka yang mendengarkan musik untuk mengembalikan semangat di siang hari, terutama setelah jam makan. Peneliti menemukan banyak orang sulit kembali bekerja setelah makan, dan musik dapat membuat pikiran kembali fokus.

The Night Riders adalah mereka yang mendengarkan musik untuk menjalani aktivitas pribadi di malam hari. Sementara The Dream Chasers adalah mereka yang mendengarkan musik setelah melewati semua aktivitas harian dan siap beristirahat di tempat tidur. Musik instrumental yang memiliki tempo lambat dan nada lembut dapat mengurangi tingkat stres dan kecemasan.

Melihat begitu banyaknya manfaat musik dalam kehidupan, hal inilah yang barangkali membuat Albert Einstein berkata: "Jika saya tidak menjadi seorang fisikawan, saya mungkin akan menjadi seorang musikus.”

Baca juga artikel terkait MANFAAT MUSIK atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Musik)

Reporter: Alexander Haryanto
Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Maulida Sri Handayani