Menuju konten utama

Misa Requiem Pakai Baju Warna Apa? Cek Warna Liturgi Misa Arwah

Apa warna baju untuk Misa Requiem sebagai simbol doa dan duka? Sebaiknya hindari warna cerah untuk menunjukkan penghormatan dalam liturgi ini.

Misa Requiem Pakai Baju Warna Apa? Cek Warna Liturgi Misa Arwah
Umat Katolik berdoa saat Misa khusus untuk mendiang Paus Fransiskus di Kapel Ignatius Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (23/4/2025). Kegiatan Misa khusus, doa Rosario dan penyalaan lilin bersama yang diikuti puluhan umat Katolik di lingkungan universitas tersebut untuk mendoakan Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik Sedunia sekaligus Kepala Negara Vatikan Paus Fransiskus yang wafat pada Senin (21/4/2025). ANTARA FOTO/Makna Zaezar/rwa.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Misa Requiem adalah perayaan Ekaristi khusus yang diselenggarakan untuk mendoakan jiwa orang yang telah meninggal, termasuk Paus Fransiskus yang wafat pada 21 April 2025. Gereja-gereja Katolik di Indonesia akan menggelar Misa Requiem untuk mengenang dan mendoakan kepala negara Vatikan tersebut.

Bagi umat yang ingin berpartisipasi, penting untuk memahami tata cara yang berlaku, termasuk dalam hal pemilihan warna pakaian.

Makna Misa Arwah untuk Umat Katolik

Misa Requiem adalah Misa yang dipersembahkan bagi orang yang telah meninggal. Berasal dari kata pertama Introit, yang dapat ditelusuri ke Buku Keempat Esdras, salah satu Apokrifa, pada bagian “Expectate pastorem vestrum, requiem aeternitatis dabit vobis… Parati estote ad praemia regni, quia lux perpetua lucebit vobis per aeternitatem temporis” (IV Esd., ii, 34, 35).

Misa Arwah memiliki makna mendalam dalam tradisi Katolik. Perayaan ini merupakan ungkapan kasih dan doa bagi jiwa orang yang telah meninggal, memohon pengampunan dan penerimaan mereka di hadapan Tuhan. Selain itu, Misa Arwah juga menjadi momen bagi umat yang masih hidup untuk merenungkan hidup mereka dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan kekal.

Warna Liturgi Misa Arwah

Dalam liturgi Katolik, warna memiliki makna simbolis yang mendalam. Untuk Misa Arwah, warna ungu digunakan sebagai simbol pertobatan dan doa bagi jiwa orang yang telah meninggal. Warna ungu menggantikan penggunaan warna hitam yang dulu digunakan dalam Misa pemakaman.

Penggunaan warna ungu menunjukkan harapan akan belas kasih dan pengampunan Tuhan bagi jiwa yang telah berpulang. Suasana altar pun ditata tidak seperti biasanya, lilin memakai yang berwarna kuning alami (tidak memakai bahan pemutih), serta tidak ada hiasan bunga. Alunan nyanyian juga tidak memakai iringan organ ketika sedang dalam suasana duka.

Jemaat Misa Requiem Sebaiknya Pakai Baju Warna Apa?

Bagi umat yang akan menghadiri Misa Requiem, disarankan untuk mengenakan pakaian dengan warna yang sesuai dengan makna liturgi. Meskipun tidak ada kewajiban, mengenakan pakaian dengan warna ungu, hitam, atau warna gelap lainnya menunjukkan rasa hormat dan kesedihan atas kepergian orang yang telah meninggal.

Hindari mengenakan pakaian dengan warna cerah atau mencolok, karena hal tersebut dapat dianggap kurang menghormati suasana berkabung. Anda juga harus menghindari mengenakan sesuatu yang terlalu terbuka, seperti rok pendek atau atasan berpotongan rendah. Poin terakhir ini berlaku tidak peduli jenis acara Katolik apa yang Anda hadiri, karena sikap sopan sudah menjadi keharusan.

Selain itu, penting untuk menjaga sikap dan perilaku selama Misa Requiem. Hadir tepat waktu, mengikuti setiap rangkaian ibadah dengan khidmat, dan menjaga ketenangan selama perayaan adalah bentuk penghormatan terbaik bagi orang yang telah meninggal dan sesama umat. Dengan memahami makna Misa Requiem dan tata cara yang berlaku, umat dapat berpartisipasi dengan penuh penghormatan dan doa, serta memperkuat iman dalam menghadapi realitas kehidupan dan kematian.

Baca juga artikel terkait PAUS FRANSISKUS MENINGGAL atau tulisan lainnya dari Lita Candra

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Lita Candra
Penulis: Lita Candra
Editor: Dipna Videlia Putsanra