Menuju konten utama

Menteri LH Masih Tunggu Hasil Lab Pencemaran Sungai Cisadane

Selama proses penelitian berlangsung, masyarakat diimbau berhati-hati dan bisa mencari ikan selain di Sungai Cisadane.

Menteri LH Masih Tunggu Hasil Lab Pencemaran Sungai Cisadane
Warga melempar jala untuk menangkap ikan dari aliran Sungai Cisadane di Pintu Air Sepuluh, Kota Tangerang, Banten, Kamis (12/2/2026). ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/foc.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menyampaikan bahwa pemerintah saat ini masih menunggu hasil laboratorium untuk menggugat perusahaan yang diduga mencemari Sungai Cisadane. Saat ini, sampel tersebut masih diproses di Institut Pertanian Bogor (IPB).

"Cisadane kemarin sampai hari kemarin sebelum saya berangkat ke Jawa, ini lab dari IPB belum keluar," ujar Hanif kepada wartawan, Senin (16/3/2026).

Hanif mengatakan laboratorium IPB akan menguji konsentrasi pestisida yang terkandung di dalam air sungai. Sehingga, perhitungan kerugian lingkungan dilakukan berdasarkan konsentrasi zat pencemar yang ditemukan dikalikan dengan tarif kerugian lingkungan sesuai norma yang berlaku.

"Setiap yang kami lakukan semuanya ada dasar saintifiknya, sehingga perhitungannya tidak bisa dikurangi kecuali ada metodologi yang bisa saling menukarkan. Jadi saling mencocokkan mana metodologi yang paling mungkin untuk menghitung tentang kerugian lingkungan," kata Hanif.

Menurut Hanif, metode ini juga diterapkan pada kasus pencemaran lingkungan di Sumatra dengan gugatan mencapai sekitar Rp4,8 triliun. Bahkan, kata dia, beberapa pihak telah lebih dulu melakukan pembayaran dalam proses mediasi sebelum sidang berjalan lebih jauh.

Meskipun demikian, penegakan hukum pidana tetap dimungkinkan sesuai dengan arahan dari Presiden Prabowo Subianto. Saat ini, katanya, Kementerian Lingkungan Hidup hanya berwenang dalam menangani persetujuan lingkungannya.

Lebih jauh, terkait kondisi terkini di Sungai Cisadane, Hanif menyebut pihaknya masih belum dapat menyatakan bahwa masalah telah sepenuhnya selesai. Pemantauan masih akan dilakukan secara berkala dengan pengambilan sampel sedimen di enam titik lokasi yang sama.

"Tapi memang kami belum men-declare bahwa telah selesai masalah endapan dari pestisidanya. Ini dalam pengambilan masa kedua direncanakan awal bulan sebagaimana kami sampaikan, satu bulan sekali kami akan cek sedimentasinya apakah masih ada larutan endapan-endapan pestisida yang masih tertahan di sana," katanya.

Selama proses penelitian masih berlangsung, masyarakat diimbau untuk berhati-hati, khususnya terkait konsumsi ikan dari Sungai Cisadane.

"Kalau saran saya lebih baik cari ikan di tempat lain," tutur Hanif.

Baca juga artikel terkait PENCEMARAN SUNGAI CISADANE atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Bayu Septianto