Menuju konten utama

Menteri Ara Sebut 26,9 Juta Rumah di Indonesia Tak Layak Huni

Kuota program renovasi rumah tidak layak huni akan mencapai 400 ribu unit pada 2026.

Menteri Ara Sebut 26,9 Juta Rumah di Indonesia Tak Layak Huni
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memberikan keterangan pers usai menandatangani nota kesepahaman dengan Kejaksaan Agung (Kejagung) di Gedung Utama Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (23/9/2025). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/bar

tirto.id - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyatakan masih ada lebih dari 20 juta rumah tak layak huni di Indonesia.

Kondisi ini, menurutnya, membuat pemerintah memutuskan untuk menambah kuota program renovasi rumah tidak layak huni di tahun depan.

"Kita tahu bahwa rakyat kita yang punya rumah, tapi tidak layak huni, ada 26,9 juta rumah. Jadi punya rumah, tapi tidak layak huni," ucapnya di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (28/10/2025).

Menurut Ara, sapaan akrab Maruarar, jumlah kuota renovasi rumah tidak layak huni pada 2026 akan mencapai 400 ribu. Angka tersebut melonjak dari realisasi renovasi rumah tidak layak huni pada 2025 yang sebanyak 45 ribu unit.

"Negara membantu tahun ini 45 ribu rumah yang direnovasi, supaya dari tidak layak huni, jadi layak huni," tuturnya.

"Tahun depan, Bapak Presiden [Prabowo Subianto] meningkatkan besar sekali, jadi dari 45 ribu tahun ini, tahun depan menjadi 400 ribu," sambung dia.

Ara juga mengatakan bahwa rencana tersebut juga telah disetujui oleh parlemen. Sebab, ia menilai renovasi rumah tak layak huni itu merupakan program yang mendukung masyarakat.

"Itu [renovasi rumah tak layak huni] sudah mendapatkan dukungan dari DPR. Jadi, ini program yang sangat pro-rakyat sekali," ucapnya.

Baca juga artikel terkait RUMAH atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Insider
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana