Menuju konten utama

Mensos: Kampung Nelayan Sejahtera di Indramayu Hasil Kolaborasi

Pembangunan Kampung Nelayan Sejahtera di Indramayu terlaksana berkat kerja sama dari banyak pihak yang berkolaborasi dengan Kemensos.

Mensos: Kampung Nelayan Sejahtera di Indramayu Hasil Kolaborasi
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meninjau progres pembangunan Kampung Nelayan Sejahtera di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat pada Rabu (7/5/2025). FOTO/dok.Kemensos

tirto.id - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menyatakan pembangunan Kampung Nelayan Sejahtera di Indramayu merupakan hasil kolaborasi dari berbagai pihak. Berkat kerja sama lintas-sektor, proyek itu dapat berjalan untuk menyediakan hunian layak bagi warga terdampak bajir rob di Desa Eretan Kulon, Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat .

"Kerja sama dari semua pihak bisa menghadirkan sesuatu yang bermanfaat bagi sebagian warga Kabupaten Indramayu yang tinggal di Eretan Kulon, yang tiap hari kena banjir rob, bahkan bisa dua kali sehari," kata Gus Ipul.

Pernyataan ini disampaikan oleh Gus Ipul saat meninjau progres pembangunan Kampung Nelayan Sejahtera di Desa Eretan Kulon pada Rabu (7/5/2025). Saat berkunjung ke lokasi itu, Gus Ipul ditemani oleh Wamensos Agus Jabo Priyono, Bupati Indramayu Lucky Hakim, pengusaha Edwin Soeryadjaya, dan perwakilan sejumlah Kementerian/Lembaga terkait.

Di Kampung Nelayan Eretan Sejahtera, kini sedang dibangun 93 unit rumah untuk hunian warga yang terdampak banjir rob. Masing-masing berupa rumah tipe 36 dengan dua kamar tidur yang dibangun di atas lahan seluas 60 meter persegi.

Menurut Gus Ipul, banyak pihak terlibat dalam pembangunan Kampung Nelayan Sejahtera itu. Dalam proyek ini, Kemensos bekerja sama dengan Pemkab Indramayu, Baznas, BNPB, PT Unitras Pertama, BNPB, hingga PUSTERAD TNI AD.

Biaya pembangunan kampung nelayan ini total mencapai lebih dari Rp23 Miliar lebih. Untuk pengumpulan biaya, Kemensos berkolaborasi dengan Pemkab Indramayu, Baznas, dan PT Unitras Pertama.

Gus Ipul menjelaskan, selain menginisiasi pembangunan, Kemensos juga mengambil peran dalam pengadaan bahan bangunan. Sementara itu, Pemkab Indramayu menyerahkan lahan untuk lokasi pembangunan 93 unit rumah nelayan.

Baznas ikut berkontribusi dengan membangun masjid dan sentra UMKM. Adapun PT Unitras Pertama membantu pembiayaan upah pekerja bangunan.

Pihak lainnya, yakni BNPB memberikan bantuan sumur bor melalui dana siap pakai (DSP) untuk Kabupaten Indramayu terkait tanggap darurat banjir rob Eretan. BNPB bekerja sama dengan PUSTERAD TNI AD dalam membuat sumur bor tersebut.

"Alhamdulillah, hari ini berkat kerja sama, bukan ini soal nilai uangnya saja, tapi kerja sama ini menjadi jangkauan kita lebih luas nantinya," ujar Gus Ipul.

Gus Ipul menambahkan, kolaborasi ini merupakan upaya untuk memfasilitasi lingkungan yang nyaman bagi masyarakat. Harapannya, warga dapat merawat rumah relokasi tersebut dengan baik.

"Ini sudah dapat rumah, jaga dengan baik, bersihkan setiap hari biar rezekinya datang. Rumah itu meskipun sederhana, kalau bersih, rezekinya datang," kata Gus Ipul.

Pada kesempatan yang sama, pengusaha dari PT Unitras Pertama, Edwin Soeryadjaya mengatakan bangga dapat terlibat langsung dalam pembangunan kampung nelayan. Edwin menilai kerja sama tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial yang nyata.

"Dengan semangat kolaborasi atau gotong royong ini, kita berhasil membangun 93 unit rumah layak huni yang menjadi simbol harapan baru bagi masyarakat di sini," ujar Edwin.

Pembangunan kampung nelayan tersebut, kata dia, menjadi bukti bahwa semangat gotong royong menjadi solusi efektif dalam menjawab persoalan sosial.

"Kami meyakini bahwa pembangunan yang berkelanjutan hanya dapat tercapai bila manfaat dan kemajuannya dirasakan oleh seluruh segmen masyarakat tanpa terkecuali," lanjut dia.

Pembangunan 93 unit rumah di Kampung Nelayan Eretan Sejahtera ditargetkan rampung di awal Juni 2025. Meski demikian, pembagian nomor unit rumah untuk 93 penerima bantuan telah selesai dilakukan.

Di kampung tersebut, warga terdampak banjir rob tidak hanya mendapatkan hunian baru yang lebih layak. Mereka juga akan mendapat peluang mengakses program pemberdayaan usaha pengolahan ikan, batik ecoprint, dan bengkel las. Ada juga bantuan kearifan lokal berupa sanggar tari yang nanti bisa dimanfaatkan oleh warga.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis