Menuju konten utama

Menperin Dorong Generasi Muda Jadi Industrialis, Bukan Pedagang

Agus juga mendorong generasi muda untuk memiliki cita-cita menjadi industrialis dalam membangun Indonesia

Menperin Dorong Generasi Muda Jadi Industrialis, Bukan Pedagang
Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan sambutan pembukaan Halal Indo 2025, di ICE BSD, Tangerang, Kamis (25/9/2025). tirto.id/Nanda
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mendorong generasi muda Indonesia untuk menjadi industrialis, bukan sekadar pedagang. Hal ini disampaikannya saat berdialog dengan mahasiswa dalam acara Indo Halal 2025, di ICE BSD, Tangerang, Kamis (25/9/2025).

"Saya tidak mendorong kalian menjadi pedagang, saya mendorong kalian sebagai industrialis. Karena nilai tambah bangsa kita itu ada di industri, nilai tambah bangsa kita menciptakan nilai tambah ekonomi yang luar biasa," kata Agus Gumiwang.

Ia menekankan pentingnya generasi muda menguasai literasi dan keterampilan digital untuk menjadi pelopor, bukan pengikut.

"Jadilah trendsetter, jangan sebagai pengikut, mencipta trend lifestyle yang halal, yang modern dan juga berkelanjutan," ujarnya.

Agus juga mendorong generasi muda untuk memiliki cita-cita menjadi industrialis dalam membangun Indonesia. Ia menyoroti potensi besar dengan 53,8 persen penduduk Indonesia merupakan generasi milenial dan Generasi Z.

“Dengan komposisi penduduk tersebut, maka kalian para siswa, para generasi muda harus bisa memaksimalkan kontribusi kalian terhadap pengembangan ekonomi, terhadap pengembangan industri,” ucapnya.

Ia mengajak generasi muda untuk peduli pada isu keberlanjutan dan pemilihan produk berdasarkan nilai-nilai yang harus mereka pertahankan.

“Trendnya adalah produk hijau, industri hijau dan juga industri atau produk halal. Kalian dapat menjadi motor penggerak lifestyle halal di sektor fashion, kosmetik dan makanan atau minuman,” tambahnya.

Menurutnya, dengan komposisi penduduk yang didominasi usia produktif, Indonesia memiliki bonus demografi yang potensial untuk menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk industri halal.

Untuk itu, ia di Kementerian Perindustrian menyatakan kesiapannya untuk mendukung, mengawal, dan membina generasi muda yang ingin berkontribusi dalam pengembangan industri nasional.

“Kami sangat terbuka untuk mendukung, mengawal dan membina karena itu bagian dari tugas kami,” tuturnya.

Baca juga artikel terkait GENERASI Z atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Dwi Aditya Putra