Menuju konten utama

Menkes Sebut Potensi Pasar Kesehatan RI Capai Ribuan Triliun

Potensi pasar di sektor kesehatan ini hampir setara dengan 6 kali lipat dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Menkes Sebut Potensi Pasar Kesehatan RI Capai Ribuan Triliun
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, saat tiba di Istana Negara, Jakarta Pusat, Sealsa (3/6/2025). tirto.id/Ayu Mumpuni
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin (BGS), memperkirakan potensi pasar industri kesehatan Indonesia dapat mencapai 84 miliar dolar AS atau sekitar Rp1,36 kuadriliun per tahun asumsi kurs (Rp16.250 per dolar AS). Potensi tersebut berasal dari asumsi penduduk Indonesia yang berjumlah 280 juta jiwa, dengan usia harapan hidup hingga 76 tahun yang alokasi belanja kesehatannya mencapai 300 dolar AS atau sekitar Rp4,87 juta per tahun.

“Secara logis, tiap warga Indonesia akan membelanjakan tambahan 300 dolar AS per tahun. Jika dikalikan dengan 280 juta penduduk, maka potensi pasar yang terbuka adalah sebesar 84 miliar dolar AS,” kata dia, dalam acara Internasional Conference on Infrastructure (ICI) 2025 di Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta Pusat, Kamis (12/6/2025).

Menurut BGS, potensi pasar di sektor kesehatan yang hampir setara dengan 6 kali lipat dari Produk Domestik Bruto (PDB) ini dapat menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan para investor untuk mengembangkan infrastruktur layanan kesehatan di Tanah Air.

Selama ini banyak warga Indonesia, utamanya dari golongan masyarakat berpendapatan menengah ke atas dan golongan atas yang membelanjakan uangnya untuk mendapat layanan kesehatan yang lebih baik di Malaysia, Singapura, Thailand, dan Amerika Serikat. Padahal, kondisi ini membuat Indonesia kehilangan sekitar 10 miliar dolar AS per tahun.

“Data yang saya terima menunjukkan bahwa jumlahnya lebih dari 10 miliar dolar AS per tahun. Sekitar 1 hingga 2 juta orang Indonesia setiap tahun pergi ke luar negeri untuk berobat. Angka 10 miliar dolar ini setara dengan hampir 1 persen dari total PDB (Produk Domestik Bruto),” tambahnya.

Oleh karenanya, untuk menarik minat masyarakat Indonesia dan dunia untuk berobat di Tanah Air, BGS lantas mengusulkan kepada Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri, untuk mengembangkan industri wisata kesehatan.

“Mari kita tarik minat warga kaya dan menengah atas Indonesia agar membelanjakan 10 miliar dolar AS tersebut tidak lagi di Malaysia atau Singapura, tetapi di Bali, Labuan Bajo, Batam, atau kota-kota menarik lainnya di Indonesia,” tegasnya.

Baca juga artikel terkait MENKES atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Dwi Aditya Putra