tirto.id - Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, mengaku akan berkoordinasi dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, untuk mencegah penanaman sawit di lokasi bekas terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menurut Raja Juli, koordinasi dengan Kementerian ATR/BPN itu diperlukan agar pihak yang menanam sawit di lokasi bekas karhutla tidak bisa memperoleh Hak Guna Usaha (HGU).
“Nanti saya akan berkoordinasi dengan Pak Nusron ya, [Menteri] ATR/BPN [selaku] yang menerbitkan HGU, agar tidak bisa diterbitkan HGU-nya,” kata Raja Juli saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026) malam.
Dalam kejadian karhutla, Raja Juli menegaskan, tidak boleh ada pihak yang memanfaatkan situasi tersebut untuk menanam sawit. Sebab, penanaman sawit di lokasi bekas karhutla merupakan tindakan ilegal.
“Namanya itu kan karhutla, kebakaran hutan dan lahan. Kalaupun ada yang membakar hutan ya, saya pastikan tidak boleh tanam sawit ya. Karena itu ilegal,” tegasnya.
Selain itu, dalam kesempatan yang sama, Raja Juli turut menjelaskan bahwa saat ini tren karhutla di sejumlah titik panas (hotspot) di Indonesia terus mengalami penurunan.
Ia mencontohkan, di Jambi, saat ini titik panasnya sudah mencapai nol. Angka yang sama juga terjadi di Riau.
Meski begitu, di wilayah Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, hingga Palembang, jumlah titik panas itu masih cukup banyak.
“Di Kalimantan Selatan 22 titik panas, di Palembang 20 ya, dan di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah juga menurun ya, tapi angkanya masih di 200-an ya. Jadi memang relatif tinggi di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat,” paparnya.
Raja Juli menjelaskan, saat ini pemerintah masih memandang bahwa operasi modifikasi cuaca (OMC) sebagai jurus paling ampuh untuk memadamkan titik api karhutla.
Menurutnya, OMC merupakan cara paling efektif untuk memadamkan titik api, saat tidak terjadi hujan alami akibat musim kemarau.
“Karena sesungguhnya yang paling efektif itu ya OMC, ketika tidak ada hujan alami, kita buat operasi modifikasi cuaca ini,” tandasnya.
Penulis: Naufal Majid
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id


































