Mengurut Kedatangan Kedubes Jerman ke Kandang FPI dan Protes Kemlu

Oleh: Andrian Pratama Taher - 21 Desember 2020
Dibaca Normal 2 menit
FPI bilang kedatangan Kedubes Jerman dalam rangka memberikan simpati. Tapi itu dibantah oleh pihak-pihak terkait.
tirto.id - Foto Sekretariat DPP Front Pembela Islam (FPI) didatangi bule beredar luas akhir pekan lalu. Orang asing itu--yang berambut pirang--adalah "Konsulat Diplomatik Jerman", demikian dinarasikan satu akun Twitter bernama @polisipatung. Akun yang sama juga mengunggah foto sebuah Mercedes-Benz milik Korps Diplomatik dengan pelat putih 'CD'.

Dalam cuitan, @polisipatung menyatakan FPI "main sama bule Jerman, tidak seperti Banser, cuma main sama wong ndeso, tapi lagaknya selangit."

Kabar dari akun anonim itu dibenarkan Sekretaris Umum FPI Munarman. Kepada reporter Tirto, Jumat (18/12/2020) malam, Munarman bilang staf Kedutaan Jerman itu datang pada Kamis (17/12/2020). Munarman bilang staf itu datang untuk "menyampaikan simpati dan empati terhadap peristiwa pembunuhan enam orang syuhada dan kasus habib Rizieq." Staf itu disambut salah satu pengurus DPP FPI.

Munarman juga mengatakan kalau Kedubes Jerman akan membahas lebih lanjut tentang dua kasus tersebut usai pertemuan. "Perhatian internasional terhadap kasus extra-judicial killing 6 syuhada akan berdampak pada reputasi Indonesia di dunia internasional," katanya, menjelaskan implikasi terhadap kedatangan ini. Kasus yang Munarman maksud adalah penembakan terhadap enam anggota Laskar FPI yang tengah mengawal pentolan FPI Rizieq Shihab yang hendak pergi ke pengajian. Polisi mengakui kalau mereka menembak mati orang-orang ini karena melawan. FPI membantah dengan bilang anggota FPI tak mungkin punya senjata api. Rizieq sendiri saat ini ditahan polisi atas kasus pelanggaran protokol kesehatan.


Belum ada keterangan resmi dari Kedutaan Besar Jerman terkait kunjungan ini. Namun salah satu diplomatnya membenarkan pertemuan itu. Namun tujuannya bukan seperti yang dikatakan Munarman. Dia bilang staf itu diutus sekadar dalam rangka mencari informasi terkait situasi terkini.

"Sehubungan dengan pemberitahuan mengenai demonstrasi yang berlangsung pada Jumat 18 Desember 2020, salah seorang pegawai Kedutaan Jerman berusaha untuk mendapatkan gambaran tersendiri mengenai situasi keamanan yang bersangkutan karena demonstrasi juga dapat melintasi kawasan Kedutaan," katanya kepada reporter Tirto, Minggu (20/12/2020).

Demonstrasi yang dimaksud diselenggarakan Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI, di mana FPI termasuk di dalamnya. Aksi ini membawa beberapa tuntutan: usut tuntas kasus pembantaian enam Laskar FPI, bebaskan Rizieq Shihab tanpa syarat, dan setop kriminalisasi ulama dan diskriminasi hukum.

Para demonstran ditangkapi polisi karena dianggap melanggar protokol kesehatan. Beberapa ditetapkan sebagai tersangka karena salah duanya membawa narkoba dan senjata tajam. Beberapa yang lain dibawa ke RSD Wisma Atlet setelah ketahuan reaktif COVID-19 lewat tes rapid.

Diplomat tersebut memastikan "tidak ada tujuan politis apa pun di balik kunjungan tersebut" dan mengatakan Kedutaan "menyesal" tindakan ini memicu respons publik. "Kami tetap teguh berada di sisi mitra-mitra Indonesia kami. Hal ini pun telah kami tegaskan melalui pembicaraan dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia pada 20 Desember 2020," katanya.


Diprotes Kemlu

Kementerian Luar Negeri memang memanggil pihak Kedubes Jerman, Minggu (20/12/2020). Versi Kepala Perwakilan Kedutaan Besar Jerman sebagaimana yang disampaikan Juru Bicara Kemlu Teuku Faizasyah, dalam keterangan tertulis yang diterima reporter Tirto, Minggu, kedatangan staf Kedubes ke markas FPI "adalah atas inisiatif pribadi tanpa mendapatkan perintah atau sepengetahuan pimpinan Kedutaan Besar Jerman."


Oleh karena inisiatif pribadi, Faiza bilang Kedubes Jerman "menolak tegas kesan bahwa kedatangan staf Kedutaan tersebut sebagai bentuk dukungan Jerman kepada organisasi tersebut." Dengan kata lain, menyangkal klaim FPI lewat Munarman.

Meski demikian, dia bilang Kedubes Jerman tetap meminta maaf secara terbuka dan telah menindak stafnya. "Staf diplomatik tersebut telah diminta kembali segera untuk mempertanggungjawabkan tindakannya dan memberikan klarifikasi."

Faiza memastikan komitmen Kedubes Jerman adalah terus melanjutkan kerja sama bilateral dengan Indonesia, termasuk untuk melawan intoleransi, radikalisme, dan ujaran kebencian.

Tapi klarifikasi empat mata seperti ini belum cukup. Kemlu meminta agar Kedubes Jerman segera memberikan keterangan resmi yang isinya "sebagaimana yang dijelaskan kepada Kementerian Luar Negeri."

Baca juga artikel terkait AKSI 1812 atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Politik)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Rio Apinino
DarkLight