Mengenal Sistem Gerak & Gangguan Tulang: Fraktura hingga Kifosis

Oleh: Balqis Fallahnda - 21 Maret 2021
Dibaca Normal 1 menit
Ada beberapa faktor penyebab kelainan tulang seperti kelainan sejak lahir, infeksi penyakit, pengaruh makanan, atau kebiasaan duduk yang salah.
tirto.id - Sistem gerak manusia terdiri dari rangka atau tulang dan otot. Tanpa tulang dan otot tubuh tidak dapat bergerak.

Tulang adalah alat gerak pasif dan otot adalah alat gerak aktif. Kolaborasi kedua alat gerak ini menghasilkan gerak tubuh.

Sistem gerak pada manusia terdiri dari 200 tulang rangka, jaringan ikat, dan lebih dari 300 otot rangka.

Otot melekat pada tulang melalui jaringan tendon dan dapat menghasilkan gerakan di sekitar sendi saat berkontraksi, demikian melansir American Association for the Advancement of Science (AAAS).

Inilah mengapa jika antara kedua jenis alat gerak tersebut mengalami masalah maka fungsi sistem gerak pada tubuh tidak akan berjalan sebagaimana mestinya.

Dalam beberapa kasus, ada beberapa orang yang kurang beruntung karena mengidap penyakit atau kelainan tulang yang mempengaruhi sistem gerak mereka.

Ada beberapa faktor penyebab kelainan tulang seperti kelainan sejak lahir, infeksi penyakit, pengaruh makanan, atau kebiasaan duduk yang salah.

Berikut beberapa contoh kelainan pada tulang dan rangka berdasarkan jenis gangguannya dikutip dari buku Modul Tema 7 Sistem Gerak dan Sirkulasi diterbitkan Kemendikbud (2018: 12-15).

Gangguan Fisik



Gangguan fisik paling sering terjadi pada tulang adalah:

  • Patah tulang (fraktura)
Bila terjadi patah tulang maka akan terbentuk zona fraktura yang runcing dan tajam sehingga menimbulkan rasa sakit karena pergeseran tulang dan akan menyebabkan pembengkakan atau pendarahan.

Bila tulang yang patah keluar dari permukaan kulit disebut patah tulang terbuka, sedangkan bila tulang yang patah di dalam kulit dan otot disebut patah tulang tertutup.

  • Retak tulang (fisura)
Retak tulang atau patah tulang pada anak-anak lebih mudah disembuhkan dibandingkan pada orang dewasa karena pada anak-anak masih terjadi pertumbuhan tulang dan tulangnya masih banyak mengandung zat perekat.

Patah tulang yang tidak ditangani dengan baik dan benar dapat menyebabkan kelainan pada tulang. Kelainan itu misalnya tulang tangan menjadi bengkok karena tulang tangan yang patah tidak tersambung dengan benar.


Gangguan Fisiologis



Gangguan fisiologis pada tulang dapat disebabkan oleh kelainan fungsi hormon atau vitamin, sebagai berikut:

    • Rakitis
      Merupakan penyakit tulang di mana kaki melengkung menyerupai huruf O atau X. Penyakit ini disebabkan oleh kekurangan vitamin D dan zat kapur (kalsium) pada makanan sehingga pertumbuhan dan pembentukan tulang tidak sempurna.
    • Mikrosefalus
      Merupakan gangguan pertumbuhan tulang tengkorak sehingga kepala berukuran kecil disebabkan karena pada masa bayi kekurangan kalsium.
    • Osteoporosis
      Merupakan gangguan tulang dengan gejala penurunan massa tulang sehingga tulang menjadi rapuh. Hal ini terjadi karena lambatnya osifikasi dan penghambatan reabsorbsi (penyerapan kembali) bahan-bahan tulang. Osteoporosis terjadi karena ketidakseimbangan hormon kelamin pada pria dan wanita.

Gangguan Tulang Belakang



Gangguan tulang belakang terjadi karena adanya perubahan posisi tulang belakang (spina) sehingga menyebabkan perubahan kelengkungan batang tulang belakang.

Kelainan tulang belakang biasanya disebabkan kebiasaan duduk yang kurang baik. Berikut beberapa jenis kelainan tulang belakang berdasarkan posisi tulang belakang:

    • Skoliosis
      Tulang punggung bengkok ke kiri atau ke kanan.
    • Lordosis
      Tulang punggung terlalu bengkok ke depan.
    • Kifosis
      Tulang punggung terlalu bengkok ke belakang.


Baca juga artikel terkait BIOLOGI atau tulisan menarik lainnya Balqis Fallahnda
(tirto.id - Pendidikan)

Kontributor: Balqis Fallahnda
Penulis: Balqis Fallahnda
Editor: Maria Ulfa
DarkLight