Mendulang Uang dari Video Musik di Youtube

Ilustrasi pengakses Youtube. TIRTO/Andrey Gromico
Oleh: Nuran Wibisono - 13 Juli 2017
Dibaca Normal 3 menit
Meski zaman digital menggerus penjualan album fisik, namun ia memberikan banyak alternatif mencari uang. Salah satunya adalah memaksimalkan video di Youtube.
tirto.id - J. A. Verdijantoro alias Otong mungkin bukan Nostradamus. Tapi vokalis Koil ini seperti bisa meramalkan para musisi yang kelak kesusahan mencari uang saat era digital datang, tapi saat yang sama juga menegaskan bahwa masih tersedia banyak cara untuk mencari uang. Lirik "Nyanyikan Lagu Perang" jadi semacam nubuat itu.

Pasti ada cara untuk mencari uang
Pasti ada cara untuk bersenang-senang

Kamu bisa menyebutkan 1 hingga 463 alasan kenapa pendapatan musisi Indonesia menurun drastis. Yang paling sering dijadikan alasan adalah pembajakan. Masih pula dihantam penjualan album fisik yang tidak sebanyak dulu.

Dulu sempat ada mesiah bernama ring back tone (RBT), fitur yang dapat menjadi nada tunggu dengan lagu. RBT populer di Indonesia sejak 2006. Beberapa band sempat menangguk manisnya industri RBT.

Dalam acara e-Indonesia Initiatives Forum ke-V tahun 2008, Direktur Enterprise & Wholesale PT Telkom Arief Yahya mengatakan bahwa pendapatan dari RBT tahun 2008 mencapai Rp3 triliun. Pemegang rekor kala itu adalah lagu "Cinta Ini Membunuhku" milik grup band D'Masiv yang dipasang 6 juta kali dan meraup pendapatan sekitar Rp48 miliar. Pada 2006, dengan harga RBT Rp8 ribu per pemasangan, lagu "Kenangan Terindah" milik band SamSonS dipasang sebanyak 4 juta kali. Artinya SamSonS menghasilkan kurang lebih Rp32 miliar. Pada 2009, grup band Wali mendapatkan rekor Museum Rekor Indonesia karena lagu "Baik-Baik Sayang" diunduh sebagai RBT sebanyak 8 juta kali dalam waktu 2 bulan saja. Dari satu lagu itu, kendati sudah ada penurunan nilai RBT, Wali diperkirakan mendapatkan uang sebanyak Rp24 miliar.

Industri ini ternyata tidak bertahan lama. Karena dugaan pencurian pulsa dan penipuan melalui pesan pendek, akhirnya pemerintah bersama Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia menghentikan layanan SMS premium, termasuk layanan RBT, pada 18 Oktober 2011.

Namun, cara mencari uang dari musik tidak ikut berhenti. Hisham Dahud, analis senior untuk Hypebot, situs tentang musik, teknologi, dan bisnis; pernah menulis tentang 42 cara untuk mencari uang bagi musisi indie. Mulai dari honor konser, penjualan digital, penjualan album ketika sedang manggung, penjualan merchandise, YouTube Partner Program, hingga fans funding dan sponsorship.

Mencari uang melalui Youtube itulah yang kini menjadi salah satu kanal pemasukan bagi para musisi. Pemasukan yang diterima bisa sejalan dengan jumlah penayangan video. Ini artinya, hanya musisi dengan penayangan video berjumlah banyak saja yang bisa menangguk pendapatan besar.

Sekira 4 tahun lalu, artis asal Korea Selatan, PSY, merilis video berjudul "Gangnam Style". Lagu ini menyebar cepat. Setahun penayangan di Youtube, video ini telah ditonton 1 miliar kali. Sekarang, video itu sudah ditonton 2,8 miliar kali. Dari satu video itu, PSY diperkirakan mendapat pemasukan hingga 2 juta dolar.

Begitu pula lagu "Blurred Lines" milik musisi asal Amerika Serikat, Robin Thicke. Hingga sekarang, lagu yang dia bawakan bersama T.I dan Pharrel ini sudah ditonton 498 juta kali. Lagu ini mendapat pemasukan iklan sekitar 2 dolar per 1.000 tayangan. Maka dari satu video itu saja, Robin bisa mendulang pemasukan sekitar 996 ribu dollar, hampir 1 juta dollar.

Kita bisa menyebut banyak musisi luar negeri yang mendulang dolar berjumlah mencengangkan. Namun bagaimana dengan di Indonesia?

Gita Wiryawan, 26, seorang pegawai Dinas Pajak di Sumatera Barat yang sedang melanjutkan studi di Jakarta, sejak kemarin menggebu berkisah tentang lagu milik Virgoun berjudul "Surat Cinta Untuk Starla".

Virgoun awalnya dikenal sebagai vokalis band pop rock Last Child. Ia kemudian menjalani karir sebagai solis. Lagu "Surat Cinta Untuk Starla" dirilis pada 16 Februari 2016 silam. Ini lagu pop yang bagus. Sederhana, tapi lekat di telinga. Liriknya tak jauh dari tema cinta, walau bukan tentang romansa laki-laki dan perempuan. Starla adalah nama anaknya Virgoun. Video lirik lagu ini ditayangkan di Youtube saat jadwal perilisan. Video tersebut menjadi video Indonesia pertama yang penayangannya tembus 100 juta kali. Sekarang video tersebut sudah ditonton sekitar 131 juta kali.

Gita menyukai lagu itu. Namun pria kelahiran Purwokerto ini, dengan insting sebagai pegawai pajak, melihat lagu itu dari sisi yang lain: penayangan Youtube.

"Sampai sekarang lagu itu sudah ditonton 131 juta kali. Anggap saja bayarannya adalah 1 dolar per 1.000 tayangan, berarti sudah 131 ribu dolar. Rekor itu," kata Gita. Video "Surat Cinta Untuk Starla" memang menjadi video Indonesia paling banyak ditonton sepanjang sejarah. Di bawahnya, ada lagu Armada berjudul "Asal Kau Bahagia" yang dirilis pada 2 Februari 2017 dan sudah ditonton sebanyak 117 juta kali.



Sistem penghitungan pendapatan di Youtube berbeda-beda per konten, tergantung apa kontennya dan bagaimana sistem yang dipilih. Salah satu yang paling populer adalah sistem Bayar Per Seribu (BPS). Google menyebut sistem ini dipertimbangkan pemasang iklan yang "[...] lebih mementingkan iklan Anda dilihat daripada klik yang dihasilkan."

Pendapatan per seribu tayangan, alias Revenue per 1.000 Impressions (RPM) punya rumus yakni penghasilan tertaksir per jumlah tampilan laman dikalikan 1.000. Google memberikan contoh semisal: Jika penghasilan tertaksir Anda sebesar $0,15 dari 25 tampilan laman, RPM laman Anda sama dengan ($0,15/25) 1.000 atau $6,00 (lihat cara penghitungan Google).

Ada cara lain yang lebih mudah mencari tahu berapa banyak pendapatan yang diperoleh dengan sistem RPM ini. Tinggal buka salah satu situs Youtube Money Calculator, dan masukkan jumlah penayangan video. Namun penghitungan ini masih amat kasar dan bersifat permukaan. Karena jumlah pendapatan tergantung pada banyak hal. Mulai dari wilayah, jenis konten, hingga relevansi iklan.

Contoh sederhana, situs Youtube Money Calculator menetapkan rentang pendapatan RPM setelah dipotong pajak oleh Google, yakni sekitar 1,4 dolar hingga 3,4 dolar per 1.000 penayangan. Jika video "Surat Cinta Untuk Starla" sudah ditonton sebanyak 131 juta kali, maka video ini sudah mendulang pendapatan antara 179.285 dolar - 448.214 dolar.

Mari ambil angka terkecil, yakni 179.285 dolar, dikalikan dengan kurs dolar Rp13.000. Maka video "Surat Cinta Untuk Starla" diperkirakan mendapat penghasilan kurang lebih Rp2,3 miliar. Hanya dari satu video saja. Padahal ada banyak versi video dari lagu ini. Mulai yang dijadikan film pendek, hingga versi daur ulang dari beberapa musisi. Ada yang mendulang 900 ribu penayangan hingga 23 juta penayangan.

Namun tentu saja pendapatan di industri musik tak akan sesimpel itu. Jumlah pendapatan itu masih harus dipotong untuk bermacam pengeluaran. Mulai pembayaran pembuatan video klip hingga honor manajer. Tapi, ini artinya kanal pendapatan musisi juga akan semakin luas. Selain bisa mendulang uang dari Youtube, popularitas yang didapat Virgoun dan musisi populer lain dari sana, tentu akan meningkatkan frekuensi manggung.

Maka benar apa kata Otong. Badai memang datang, kita mungkin akan kalah. Tapi satu yang pasti: ada banyak cara untuk mencari uang dan bersenang-senang.

Baca juga artikel terkait YOUTUBE atau tulisan menarik lainnya Nuran Wibisono
(tirto.id - Musik)

Reporter: Nuran Wibisono
Penulis: Nuran Wibisono
Editor: Zen RS
DarkLight