tirto.id - Pemerintah mulai memperluas fokus Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi (Rakor Inflasi) dengan memantau pertumbuhan ekonomi di tingkat daerah.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, mengatakan pemerintah tak lagi hanya melihat perkembangan inflasi dalam Rakor Inflasi, tapi juga menjadikan pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan pemerintah daerah.
Perubahan fokus tersebut dilakukan karena pemerintah ingin memastikan pertumbuhan ekonomi nasional tidak hanya ditopang oleh sejumlah daerah tertentu.
Pada saat yang sama, dengan mendorong agar lebih banyak kabupaten dan kota mampu mencatat pertumbuhan ekonomi tinggi, target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicita-citakan Presiden Prabowo Subianto diharapkan bisa tercapai lebih cepat.
"Kita ingin pertumbuhan ekonomi ini lebih cepat menuju 8 persen," ujar Tito dalam Rakor Pengendalian Inflasi, dikutip akun YouTube Kementerian Dalam Negeri, Senin (7/9/2026).
Sementara itu, menurut Tito, pemantauan pertumbuhan ekonomi daerah diperlukan agar pemerintah dapat mengetahui wilayah mana yang masih mengalami perlambatan sekaligus mengidentifikasi sektor yang menjadi penggerak perekonomian.
Dengan pemetaan tersebut, pemerintah daerah diharapkan dapat mengambil kebijakan yang lebih tepat sesuai karakteristik ekonominya masing-masing.
"Jadi bukan hanya inflasi yang kita monitor, tapi pertumbuhan ekonomi juga kita monitor," kata Tito.
Dalam rapat tersebut, pemerintah bersama Badan Pusat Statistik (BPS) turut mengevaluasi perkembangan pertumbuhan ekonomi di daerah.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan terdapat peningkatan jumlah kabupaten/kota yang mencatat pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen.
Menurut data BPS, sebanyak 99 kabupaten/kota telah mencatat pertumbuhan ekonomi lebih dari 6 persen. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan sebelumnya yang hanya mencapai 48 kabupaten/kota.
"Di triwulan II 2026, ada 201 kabupaten/kota yang sudah mampu tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Dan kalau kita lihat, 10 kabupaten/kota dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi adalah Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, Konawe, Halmahera Barat, Pohuwato, Maluku Barat Daya, Halmahera Utara, Bulungan, dan Paser," tutur Amalia.
Dia menilai, strategi untuk mendorong pertumbuhan tidak dapat diterapkan secara seragam di seluruh daerah. Setiap wilayah memiliki struktur ekonomi dan sumber pertumbuhan yang berbeda sehingga kebijakan yang dibutuhkan juga harus disesuaikan.
Karenanya, Amalia menekankan pentingnya melihat sumber pertumbuhan masing-masing daerah. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi, kata dia, belum otomatis menunjukkan bahwa kesejahteraan masyarakat di daerah tersebut ikut meningkat.
"Intinya adalah dengan memetakan potensi ekonomi daerah di masing-masing daerah, sesuai dengan karakteristik ekonominya masing-masing, potensi itu ternyata bisa diupayakan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi di masing-masing kabupaten/kota," sambung Amalia.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id





































