Menuju konten utama

Mendagri Imbau Pemda Sumut Hibah Dana untuk Pemulihan Aceh

Mendagri Tito mengimbau pemda di Sumut yang minim dampak bencana untuk menghibahkan dana demi pemulihan di Aceh.

Mendagri Imbau Pemda Sumut Hibah Dana untuk Pemulihan Aceh
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian saat Meninjau pemulihan pascabencana Aceh Tamiang, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (4/4/2026). FOTO/DOK. Humas Kemendagri

tirto.id - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, mendorong sejumlah pemerintah daerah (pemda) di Sumatra Utara (Sumut) yang tidak terdampak signifikan oleh bencana untuk menyalurkan sebagian dana transfer ke daerah (TKD) mereka kepada wilayah terdampak di Aceh.

Tito mengatakan bahwa hal tersebut lantaran Aceh merupakan provinsi yang paling memiliki dampak signifikan dari bencana banjir dan tanah longsor. Dengan demikian, Aceh, katanya, membutuhkan dana yang tak sedikit untuk proses perbaikan.

“Oleh karena itu saya kemudian Zoom meeting, mengimbau kepada delapan daerah yang ada di Sumatra Utara yang terdampak sedikit, dan ada yang tidak terdampak, hanya dua [terdampak sedikit], yang lainnya enggak terdampak sama sekali tapi dapat uang tambahan,” kata Tito dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi II DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (13/4/2026).

Ia pun menegaskan bahwa solidaritas antardaerah diperlukan untuk membantu wilayah yang terdampak lebih berat.

“Nah, ini yang saya dorong, tolonglah kemanusiaan. Di daerah-daerah yang berat itu di Aceh, yang enggak ada tambahan, itu dibantu dari Sumatra Utara yang dapat besar tapi enggak terdampak, atau terdampaknya dikit,” ucap Tito.

Dalam paparannya, Tito juga merinci besaran TKD yang diterima sejumlah daerah di Sumatra Utara, sekaligus potensi dana yang bisa dihibahkan ke daerah terdampak di Aceh. Yakni seperti Kota Medan sekitar Rp565 miliar dan Deli Serdang sekitar Rp493 miliar.

“Medan misalnya, Rp565 (miliar), bisa melalui mekanisme hibah antar daerah, Rp50 miliar (bisa dihibahkan). Deli Serdang dapat Rp 493 (miliar), Rp50 miliar (bisa dihibahkan) ke Aceh Timur,” ucap Tito.

Kemudian, dia juga menyebutkan nama-nama daerah lainnya yang minim akan dampak bencana, seperti Serdang Bedagai, Labuhanbatu, hingga Pematangsiantar. Dia ingin agar daerah-daerah itu turut berkontribusi dalam menyalurkan bantuan ke wilayah terdampak bencana seperti di Bener Meriah dan Gayo Lues.

“Simalungun enggak terdampak, dapat Rp 412 (miliar), Rp30 miliar untuk Aceh Utara yang berat, berat Aceh Utara. Asahan enggak begitu terdampak, ada dampak banjir sebentar, Rp261 miliar, Rp30 [miliar bisa dihibahkan]. Serdang Bedagai enggak terdampak. Labuhanbatu enggak terdampak. Kota Pematangsiantar terdampak sedikit. Labuhanbatu enggak terdampak, dapat segitu,” tambahnya.

Ia menyebutkan, sejumlah wilayah di Aceh setidaknya memerlukan bantuan dana sekitar Rp25 miliar untuk pemulihan pascabencana. “Bantulah Rp25 miliar: Gayo Lues, Bener Meriah, ini,” tutur Tito.

Tito memastikan bahwa komunikasi dengan pemerintah daerah terkait telah dilakukan dan mendapat respons positif.

“Nah, sudah kami komunikasikan. Kami komunikasikan dan mereka, mereka enggak keberatan. Sudah membuat pernyataan dan mereka akan melakukan mekanisme hibah,” kata Tito.

Ia pun meminta dukungan dari Komisi II DPR agar mekanisme hibah antardaerah tersebut dapat berjalan tanpa hambatan.

“Inilah yang kami sampaikan kepada seluruh kepala daerah yang delapan ini di Sumut, dan juga di Aceh, agar mereka melakukan mekanisme hibah ini. Nah, ini yang kami laporkan juga untuk mohon dukungan dari Komisi II, semata-mata hanya kemanusiaan aja,” ucapnya.

Baca juga artikel terkait BANJIR ACEH atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Dipna Videlia Putsanra