Menuju konten utama

Maya Angelou Muncul di Google Doodle, Apa Perannya Bagi Dunia?

Ulang tahun Maya Angelou ke-90 dirayakan oleh Google Doodle. Angelou merupakan penulis, penyair dan aktivis kulit hitam dari Amerika Serikat.

Maya Angelou Muncul di Google Doodle, Apa Perannya Bagi Dunia?
Maya Angelou saat membacakan puisinya "On the Pulse of Morning" pada pelantikan Presiden Bill Clinton pada tahun 1993. Wikipedia/William J. Clinton Presidential Library

tirto.id - Sketsa wajah Dr Maya Angelou muncul di Google Doodle hari ini, Rabu (4/4/2018). Siapa dia? dan apa peran Maya Angelou bagi peradaban dunia?

Dalam blog resminya, Google menyampaikan bahwa ulang tahun ke-90 Maya Angelou--lahir pada 4 April 1928--perlu dirayakan karena Maya Angelou adalah penulis, penyair, penulis memoar, dan aktivis yang telah "menyentuh kehidupan jutaan orang di seluruh dunia melalui ajarannya, tulisannya, suaranya, dan tindakannya."

Maya Angelou yang terlahir sebagai keturunan Afrika-Amerika punya pengalaman buruk di masa kecilnya. Pada usia tujuh tahun ia pernah mengalami pelecehan seksual dari pacar ibunya. Pengalaman traumatik ini membuat Maya Angelou "membisu" selama lima tahun. Selama itu, Maya Angelou menghabiskan waktunya untuk membaca karya-karya para penulis sebangsa dirinya seperti Langston Hughes, WEB Du Bois, dan Paul Lawrence Dunbar, serta karya kanonik oleh William Shakespeare, Charles Dickens, dan Edgar Allan Poe.

Memasuki usia 12 tahun hidup Maya Angelou berubah setelah bertemu dengan perempuan kulit hitam berpendidikan bernama Nyonya Flowers. Perempuan inilah yang membuat Angelou mau berbicara dan sekolah lagi. Flowers juga mengajarkan pada Angelou arti penting pendidikan dan cinta akan puisi. Kisah pertemuannya dengan Flowers ia tuangkan dalam buku Mr. Flowers: A Moment of Friendship (1986).

Selepas dari sekolah menengah, Angelou--yang berusia 17 tahun saat itu--menikah dengan seorang pria kulit putih bernama Tosh Angelos. Dari pernikahan ini, Angelou melahirkan putra bernama Guy. Untuk menghidupi anaknya ia bergonta ganti pekerjaan dari konduktor jalanan, penari klub, tukang masak di restoran, dan di toko mekanik.

Namun Angelou berpisah dengan sang suami. Ia kemudian melanjutkan aktifitas keseniannya dari menjadi penari hingga penyanyi.

Belakangan ia bertemu dengan Harlem Writer Guild dan James Baldwin. Dari kedua orang itu, Angelou belajar menulis yang mengantarkannya sebagai editor di African Review.

Pada 1960 ia kembali ke Amerika Serikat. Guru menulisnya, James Baldwin, mendorong Angelou menuliskan kisah hidupnya melalui otobiografi. Angelou menolak tawaran itu. Tapi akhirnya ia berubah pikiran dan menulis buku I Know Ehy Caged Bird Sings. Buku ini mengisahkan masa pahit Angelou di masa kecil hingga punya anak. Buku tersebut meraih nominasi Penghargaan Buku Nasional dan diajarkan di sekolah-sekolah.

Otobiografi tersebut dibuat berseri. Beberapa serinya antara lain Gather Together in My Name (1974), bercerita tentang hidup Angelou ketika berusia 17 tahun hingga menjadi ibu. Seri lain, Singin' and Swingin' and Gettin Merry like Christmas, yang bercerita tentang perjalanannya ke Eropa dan Africa. Seri selanjutnya yakni Porgy and Bess; The Heart of a Woman (1981), menjelaskan karir kepenulisan Angelou selama di New York serta aksinya dalam gerakan hak-hak sipil.

Angelou membutuhkan waktu 15 tahun untuk menulis volume terakhir otobiografinya, A Song Flung up to Heaven (2002). Dua tahun kemudian, 28 Mei 2014, Maya Angelou meninggal dunia dalam usia 86 tahun.

Baca juga artikel terkait GOOGLE DOODLE atau tulisan lainnya dari Agung DH

tirto.id - Humaniora
Reporter: Agung DH
Penulis: Agung DH
Editor: Agung DH