tirto.id - Hujan lebat yang mengguyur Kota Padang selama beberapa hari memicu banjir bandang di sejumlah wilayah, termasuk Kampung Guo, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji.
Derasnya aliran air yang membawa material kayu dan lumpur mengakibatkan belasan rumah warga rusak, bahkan hanyut terseret arus.
Berdasarkan penelusuran tirto.id di lapangan, sekitar 17 rumah warga mengalami kerusakan akibat terjangan banjir bandang yang terjadi pada Kamis (27/11/2025) malam.
Namun, di tengah kerusakan tersebut, Masjid Taqwa Guo justru tampak masih berdiri kokoh meski dihantam banjir bandang.
Bangunan utama masjid nyaris tidak mengalami kerusakan berarti. Hanya sisa-sisa lumpur yang masih menempel di bagian dalam dan luar bangunan.
Sementara itu, area tempat wudu dan toilet yang terpisah dari bangunan utama tampak rusak cukup parah setelah dihantam material kayu yang terbawa arus.
Salah seorang warga setempat, Babori (60), menceritakan detik-detik kejadian banjir bandang tersebut.
“Kejadiannya Kamis malam sekitar jam 23.00 WIB. Sebelum banjir, memang ada aliran sungai kecil di sini. Air itu meluap sambil membawa batang-batang kayu tumbang dan menghantam bangunan masjid, terutama WC yang letaknya terpisah,” ujarnya, Kamis (11/12/2025).
Menurut Babori, tinggi aliran air saat puncak banjir diperkirakan mencapai 1,5 meter, bahkan puluhan warga sempat terisolasi selama beberapa jam karena ketinggian air yang terus meningkat dan tidak bisa dilalui.
“Meluapnya mulai sekitar pukul 12 malam. Sempat surut jam 5 subuh, tapi naik lagi hingga sekitar jam 10 pagi. Setelah itu barulah warga berani melintas,” jelasnya.
Tim penyelamat yang tiba pada pagi hari membantu evakuasi warga dengan memasang tali pengaman untuk memudahkan mereka menyeberang di tengah derasnya arus.
Saat air mulai surut, warga mendapati masjid dipenuhi lumpur hingga setinggi lutut. Warga bersama relawan kemudian bergotong royong membersihkan seluruh area masjid.
“Ini baru selesai dibersihkan. Selama empat hari alat berat membantu mengangkut lumpur. Kemarin lumpurnya setinggi lutut. Alhamdulillah sekarang masjid sudah bersih dan bisa digunakan lagi,” kata Babori.
Hingga kini, warga Kampung Guo masih melakukan pembersihan sisa material banjir sambil menunggu bantuan perbaikan rumah dan fasilitas umum yang terdampak.
Penulis: Fajar Alfaridho Herman
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id
































