Menuju konten utama

Masih Adakah Demo ODOL Hari Ini 20 Juni di Surabaya?

Cek apakah demo ODOL masih ada di Surabaya hari ini, 20 Juni 2025, serta daftar tuntutan pada demo ODOL.

Masih Adakah Demo ODOL Hari Ini 20 Juni di Surabaya?
Masa konvoi yang tergabung dalam Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) melakukan aksi mogok kerja dan juga konvoi sebagai bentuk penolakan terhadap penerapan Undang-Undang tentang Over Dimension Over Load (ODOL) di Sidoarjo, Kamis (19/6/2025). (ANTARA/Fahmi Alfian)

tirto.id - Demo Over Dimension and Over Loading (ODOL) digelar pada Kamis (19/06/2025) kemarin di Surabaya. Masih adakah demo ODOL hari ini, Jumat, 20 Juni 2025?

Pemerintah lewat Kepolisian dan Kementerian Perhubungan memberlakukan peraturan yang melarang kendaraan dengan ODOL untuk melintas di jalanan sejak 18 Juni kemarin. Peraturan Pemerintah ini ditentang oleh para sopir yang menilai jika hal itu merugikan mereka. Sebenarnya mereka juga tidak ingin memuat barang hingga berlebihan, namun hal itu diperlukan untuk menekan biaya.

Mengutip Kemenhub, ODOL merupakan singkatan dari Over Dimension and Over Loading yaitu truk dengan muatan dan dimensi berlebih. Sebagai contoh kendaraan ODOL adalah bak kepanjangan, terlalu lebar, atau muatan numpuk melebihi batas.

Apakah Demo ODOL Hari Ini 20 Juni Masih Berlangsung di Surabaya?

Para sopir truk yang mengikuti demo ODOL di Surabaya kemarin telah membubarkan diri pada Jumat dini hari tadi. Massa sepakat untuk membubarkan diri setelah mencapai kesepakatan dengan Kepolisian.

“Kami membantu mediasi dan pengawalan agar para peserta aksi dapat kembali ke lokasi masing-masing dengan tertib,” ujar Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jatim, Kombes Pol Iwan Saktiadi dikutip Suara Surabaya (20/6).

Kombes Polisi Iwan Saktiadi juga menyebut jika tidak akan ada aksi lanjutan hari ini.

“InsyaAllah, besok tidak ada aksi lanjutan,” tegasnya.

Namun, dalam surat imbauan para sopir yang beredar di media sosial, aksi turun ke jalan akan berlanjut mulai tanggal 19 hingga 21 Juni dengan fokus aksi di Surabaya.

Aksi mogok kerja dan demo kemarin diikuti oleh ratusan sopir truk yang tergabung dalam Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT). Mereka berangkat dari titik kumpul di kawasan Puspa Agro, Desa Jemundo, Kecamatan Taman, Sidoarjo, Jawa Timur menuju kantor Dinas Perhubungan Jawa Timur, Markas Kepolisian Daerah (Polda) Jatim, dan berakhir di Kantor Gubernur Jatim di Surabaya.

Para sopir truk menyayangkan adanya imbauan operasi ODOL padahal seharusnya Pemerintah menetapkan regulasi yang jelas terlebih dahulu. Hal ini karena para sopir truk ODOL sebenarnya juga tidak ingin membawa muatan yang di luar kemampuan kendaraan.

“Harusnya pemerintah memberikan regulasi dulu, memberikan kebijakan berupa regulasi minimal untuk angkutan logistik berupa tarif. Seperti itu. Karena teman-teman muat ODOL tersebut mereka karena kebutuhan, maunya teman-teman tetap muat yang ringan tapi ongkosnya bisa maksimal,” ungkap Angga Firdiansyah Ketua GSJT.

Selain di Surabaya, aksi mogok kerja dan unjuk rasa juga digelar para sopir di beberapa daerah seperti di Subang, Kudus, Bandung, Pati, Boyolali, Semarang, dan daerah lainnya

Isi Tuntutan Demo ODOL

Berikut daftar tuntutan dalam demo ODOL yang berlangsung sejak kemarin:

  1. Hentikan operasi Over Dimension Over Loading (ODOL)
  2. Regulasi ongkos angkutan logistik
  3. Revisi UULLAJ Nomor 22 Tahun 2009
  4. Perlindungan hukum kepada sopir
  5. Berantas premanisme dan pungutan liar (pungli)
  6. Kesetaraan perlakuan hukum

Baca juga artikel terkait TRUK ODOL atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Elisabet Murni P