Manfaat Olahraga Ringan Bagi Perempuan Hamil, Jaga Suasana Hati

Oleh: Nur Hidayah Perwitasari - 27 Agustus 2020
Dibaca Normal 1 menit
Pilihan olahraga yang direkomendasikan antara lain yoga dan berjalan kaki selama 20 menit per hari.
tirto.id - Bagi sebagian perempuan perubahan mood atau suasana hati saat hamil sering kali terjadi. Tak jarang hal ini bisa mengganggu kegiatan atau aktivitas sehari- hari.

Beragam cara bisa dilakukan untuk menjaga mood tetap baik saat Anda hamil, salah satunya adalah olahraga ringan.

Olahraga ringan untuk perempuan hamil tak hanya bertujuan untuk mendapat kebugaran secara fisik, tetapi juga bisa menjaga suasana hati atau mood.

"Olahraga ringan untuk menjaga mood yang fluktuatif akibat hormonal. Biasanya terjadi gangguan mood yang bisa menimbulkan gangguan tidur," ujar dokter spesialis kulit dan kelamin Klinik Bamed, Vita Siphra Sirait dalam virtual media briefing, dilansir Antara.

Berolahraga ringan selama hamil juga demi menghindari para perempuan hamil terkena diabetes dan menjaga kesehatan kulit.

Pilihan olahraga yang direkomendasikan antara lain yoga dan berjalan kaki selama 20 menit per hari.

"Kesehatan kulit tidak hanya dipengaruhi skincare rutin tetapi juga kebugaran tubuh yakni tidur cukup agar regenerasi jaringan bisa berjalan baik, asupan makanan bergizi seperti multivitamin, asam folat, omega 3, kalsium," kata Vita.

Namun, sebaiknya juga penuhilah asupan air putih sesuai kebutuhan per hari. Umumnya, ibu hamil bisa mengonsumsi 2,3 liter atau sesuai kebutuhan.

Vita juga mengatakan pada saat perempuan hamil terjadi berbagai perubahan pada sistem kekebalan tubuh, hormonal, metabolisme dan pembuluh darah yang dapat membuat kulit dan struktur atau jaringan di sekitarnya mengalami perubahan atau kelainan.

Perubahan atau kelainan kulit dalam kehamilan umumnya berupa,

- Kelainan kulit yang normal (fisiologis)

- Kelainan kulit yang hanya terjadi pada kehamilan

- Penyakit kulit yang dipengaruhi oleh kehamilan

Bentuk kelainan kulit yang normal (fisiologis) pada ibu hamil bervariasi, yang paling sering terjadi adalah hiperpigmentasi, yaitu linea nigra (garis hitam memanjang melewati pusat hingga tulang kemaluan), daerah sekitar puting susu menggelap, serta kulit leher dan lipatan menghitam.

Kelainan hiperpigmentasi ini berkaitan dengan peningkatan hormon estrogen dalam kehamilan menyebabkan peningkatan hormon yang menstimulasi pembentukan pigmen. Selain itu, ibu hamil juga sering mengalami stretch marks akibat peregangan kulit karena perut yang membesar.

Ada beberapa kelainan kulit yang dipengaruhi oleh peningkatan kadar hormon pada kehamilan, di antaranya yang tersering adalah infeksi jamur pada genitalia dan jerawat.

Pada masa pandemi COVID-19 seperti saat ini, ibu hamil juga dapat mengalami kelainan kulit karena praktek kebersihan diri yang berlebihan, termasuk mengenakan masker.

"Kandungan formaldehyde pada masker dapat menyebabkan dermatitis kontak alergi, yang dapat diperberat bila kelembapan daerah wajah selama ini tidak optimal. Sering mencuci tangan dan paparan terhadap desinfektan dapat menyebabkan iritasi pada kulit bila tidak disertai penggunaan pelembap," kata Vita.

Dengan berbagai kelainan kulit yang dapat terjadi pada ibu hamil tersebut, maka memungkinkan bagi mereka berkonsultasi dengan dermatologis.

"Perawatan kesehatan personal diperbolehkan dan disarankan pada ibu hamil. Disarankan rutin menggunakan pelembap untuk menghindari kelainan kulit iritasi akibat sering mencuci tangan di era pandemi ini," pungkas Vita.


Baca juga artikel terkait PEREMPUAN HAMIL atau tulisan menarik lainnya Nur Hidayah Perwitasari
(tirto.id - Kesehatan)

Sumber: Antara
Penulis: Nur Hidayah Perwitasari
Editor: Agung DH
DarkLight