Mama Mama Pelestari Budaya Tenun

Kolumnis:
29 November, 2017

Proses tenun kain Palawa. tirto.id/Arimacs Wilander

Proses tenun untuk kebutuhan sarung, Nusa Tenggara Timur. tirto.id/Arimacs Wilander

Proses tenun untuk kebutuhan sarung, Nusa Tenggara Timur. tirto.id/Arimacs Wilander

Refleksi penenun dari kaca etalase pameran kain tenun Adonara. tirto.id/Arimacs Wilander

Motif tenun Mamasa, Sulawesi Selatan. tirto.id/Arimacs Wilander

Motif tenun Lembata, Nusa Tenggara Timur. tirto.id/Arimacs Wilander

Pemutaran film dokumenter penenun Toraja. tirto.id/Arimacs Wilander

Mama Mama penenun dari Mamasa, Toraja, Adonara, dan Lembata. tirto.id/Arimacs Wilander

Di ruang tengah Museum Tekstil yang luas, tampak mama-mama penenun mengacak benang-benang dengan alat tenunya. Mereka tengah sibuk menenun macam-macam ten khas daerahnya masing-masing.

Di dinding Museum Tekstil dengan nuansa tata lampu warm, ragam motif tenun khas Sulawesi dan Nusa Tenggara Timur berderet rapi. Di tiap ruangan, terpampang kain-kain tenun dalam etalase dan panggung-panggung  berukuran mini.

Mama-mama pelestari kain tenun ini mengenalkan kain tenun buah karya mereka sendiri. Lewat kegigihan menjaga kain tenun lokal daerahnya, dalam pameran “Sole Oha” di Museum Tekstil, Jakarta, mereka ingin bercerita bahwa ada sejarah panjang dalam budaya tenun yang perlu dilestarikan.


Foto & Teks: Arimacs Wilander

Keyword


Mama Mama Pelestari Budaya Tenun