tirto.id - Apa makna lirik lagu "Rabun Jauh" Bernadya? Lagu ini baru saja dirilis di berbagai platform seperti Apple Music, iTunes, hingga Spotify. Official Lyric Videonya yang tayang di Youtube pada hari ini Senin, 13 April 2026, sudah ditonton lebih dari 47 ribu kali, dengan caption "Semoga tiba tepat waktu sebelum lagu ketujuh. Yang satu ini untukmu, kutulis agar kau tahu".
"'Rabun Jauh' sudah tersedia di semua platform musik digital. Selamat menikmati," tulis Bernadya di akun Instagramnya @bernadyaribka, pada (Senin 13/4/2026).
Komposisi lagu "Rabun Jauh" dibuat angsung oleh Bernadya bersama Rendy Pandugo. Sementara itu, liriknya ditulis oleh Bernadya, Rendy Pandugo, bersama Mohammed Kamga. Sebelumnya, pada awal tahun 2026 ini, Bernadya sudah lebih dulu merilis single "Kita Buat Menyenangkan".
Selama berkiprah di industri musik tanah air sejak 2023, Bernadya Ribka tercatat telah merilis satu album studio bertajuk Sialnya, Hidup Harus Terus Berjalan, serta satu album mini bertajuk Terlintas.
Beberapa lagu populer Bernadya yang mewarnai industri musik Tanah Air diantaranya seperti Apa Mungkin (2023), Satu Bulan (2023), Kini Mereka Tahu (2024), hingga lagu fenomenal berjudul "Untungnya, Hidup Harus Tetap Berjalan".
Lantas seperti apa lirik dan makna lagu "Rabun Jauh" dari Bernadya Ribka?
Lirik Lagu "Rabun Jauh" Bernadya
Rabun jauh, dari dulu
Tapi tak pernah mengganggu
Malah itu yang kubutuh
Sedikit kurangi demam panggung
Namun khusus, kota itu
Kupakai kacamataku
Sambil terus bersenandung
Terus mencari dari jauh
Berharap kau ada berdiri di situ
Di salah satu panggungku di kotamu
Chorus
Berharap kau ada di antara lautan manusia
Masih dengan tatapanmu yang sama
Kan tetap kukenali dengan mudah
Meski penglihatanku tak sempurna
Semoga tiba tepat waktu
Sebelum lagu ketujuh
Yang satu ini untukmu
Ku tulis agar kau tahu
Bahwa tiada lagi yang lebih kutunggu
Dari tatap banggamu untukku
Chorus
Berharap kau ada di antara lautan manusia
Masih dengan tatapanmu yang sama
Kan tetap kukenali dengan mudah
Meski penglihatanku tak sempurna
Kau datang menyamar pun masih bisa kutemukan
Tanpa melihat ku tahu kau ada
Kedip radarku pasti kan menyala
Sayangnya kali ini ia diam
Makna Lirik Lagu "Rabun Jauh" Bernadya
Sesuai judulnya, lagu "Rabun Jauh" mengambil sudut pandang aku lirik, yang merupakan seorang penyanyi dengan keterbatasan penglihatan alias rabun jauh. Selama ini, sang penyanyi tak pernah menggunakan kacamata saat tampil di panggung demi membantu mengurangi kecemasan alias demam panggung.
Namun, saat tampil di sebuah kota, sang penyanyi menggunakan kacamatanya. Bukan untuk apa-apa, tetapi untuk dapat melihat sosok yang ia rindukan. Aku lirik berharap sang kekasih masih ada di antara kerumunan, melihatnya dengan tatapan yang sama seperti dahulu saat terakhir mereka jumpa.
Keputusan aku lirik untuk memakai kacamata, yang di luar kebiasaannya, melambangkan kerelaannya untuk menghadapi ketakutan terbesar (demam panggung) demi sebuah pertemuan.
Di sisi lain, "kekasihnya" di kota tersebut bukanlah sekadar kekasih biasa, karena aku lirik menyebut "tiada lagi yang lebih kutunggu dari tatap banggamu untukku". Motivasi utama aku lirik bukanlah sekadar rindu romantis, melainkan keinginan mendalam untuk diakui dan dilihat pencapaiannya oleh orang yang ia hargai.
Namun, pada bagian outro, "Rabun Jauh" menyajikan kenyataan yang getir. Meskipun penglihatan aku lirik telah dibantu kacamata, bahkan ia sudah mengerahkan segalanya, sosok "kau" yang dinanti tetap tidak hadir. Penutup lagu ini, "Sayangnya kali ini ia diam " secara tegas menggambarkan perasaan hampa aku lirik dan patahnya harapan di tengah kerumunan manusia.
Penulis: Imanudin Abdurohman
Editor: Fitra Firdaus
Masuk tirto.id

































