tirto.id - Baale atau yang bernama asli Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan baru-baru ini merilis single terbaru berjudul Yang Kutakuti. Lirik yang puitis dan penuh emosi dalam lagu siap menyapa telinga para pendengar sosok penyanyi sekaligus aktor ini.
Dengan mengangkat tema tentang ketakutan yang ada dalam diri penyanyi, Baale mencoba jujur mengakui ketakutan-ketakutannya sebagai manusia. Ketakutan itu dapat berupa apa saja.
Melalui lagu ini, Baale menyampaikan ketakutannya sekaligus mengajak pendengar untuk menyadari ketakutan yang ada dalam diri masing-masing serta mengatasi dan menghadapi ketakutan itu. Bagaimana lirik lagu Yang Kutakuti ini dan apa makna di baliknya?
Lirik Lagu Yang Kutakuti Dinyayikan Baale
Lagu Yang Kutakuti sudah dapat didengarkan di platform streaming musik. Salah satunya yakni Spotify. Dengan durasi singkat yakni 3 menit 3 detik, lagu ini relatif cukup penuh lirik.
Berikut ini lirik lagu Yang Kutakuti yang dinyanyikan sekaligus diciptakan Baale:
[Verse 1]
Ku tak pernah nyaman saat kau mengumpat
Di perjalanan sembari buka kaca depan
Kau acungkan jari tengah lagi
[Verse 2]
Belum juga bisa t'rima kekurangan
Kar'na hanya satu yang kau ajari
'Tuk jadi sempurna
Tak bercelah sama sekali, woah oh
[Pre-Chorus]
Ku tak pernah tahu
Siapa kamu sebelum aku
Sebelum kuhadir dalam duniamu
Kuhadir dalam duniamu
Masih diam aku, bingung cara 'tuk mengungkapkan
Kupendam, hanya mampu 'tuk mendengarkan
[Verse 1]
Ku tak pernah nyaman saat kau mengumpat
Di perjalanan sembari buka kaca depan
Kau acungkan jari tengah lagi
[Verse 2]
Belum juga bisa t'rima kekurangan
Kar'na hanya satu yang kau ajari
'Tuk jadi sempurna
Tak bercelah sama sekali, woah oh
[Pre-Chorus]
Ku tak pernah tahu
Siapa kamu sebelum aku
Sebelum kuhadir dalam duniamu
Kuhadir dalam duniamu
Masih diam aku, bingung cara 'tuk mengungkapkan
Kupendam, hanya mampu 'tuk mendengarkan
[Pre-Chorus]
Masih belum bisa terima faktanya
Kalau semua ini sudah berbeda
Tak lagi kukenal, tak lagi buatku nyaman
[Chorus]
Sekuat 'ku berlari
Pijak tak jauh pergi
Meski lelah kucoba (Oh, ternyata)
'Ku tak jauh berbeda
Ada aku dalam dirimu
Mungkin kamu dalam diriku
Semakin aku hindari
(Semakin 'ku jadi) Yang kutakuti
[Post-Chorus]
(Oh, jadi) Yang kutakuti
(Menjadi) Yang kutakuti
[Chorus]
Ada aku dalam dirimu
Tak inginku s'perti dirimu
Semakin aku hindari
(Semakin 'ku jadi) Yang kutakuti
Makna Lirik Lagu Yang Kutakuti - Baale
Bersama Enrico Octaviano sebagai produser, Baale menciptakan lirik lagu Yang Kutakuti ini. Ia juga turut mengaransemen lagunya di sini. Lirik yang ia ciptakan mengandung pesan yang mendalam.
Perasaan takut merupakan perasaan universal yang bisa dialami siapa saja. Orang bilang, ketakutan sering kali tidak jelas apa sebenarnya objek yang ditakuti. Lebih sering, seseorang takut akan apa yang ada dalam sesuatu yang tidak ia ketahui.
Dalam hidup, ketidaktahuan itu sering sekali manusia jumpai. Tak lain sebab memang tidak ada yang pasti dalam kehidupan. Masa depan, tidak pasti; sesuatu di balik dinding, tidak pasti.
Karena itulah wajar jika manusia mengalami ketakutan. Ketidakpastian dan serba-ketidaktahuan menjadikan manusia diselimuti rasa takut tanpa tahu apa yang harus ia perbuat agar tidak menyesal, agar tidak jatuh.
Baale dalam lagu ini, ketika berhadapan dengan manusia lain, meraba-raba: “ada aku dalam dirimu/ mungkin kamu dalam diriku/”. Manusia, dalam hubungan satu sama lain, saling memengaruhi sehingga bisa dikatakan ada pribadi “aku” dalam diri “kamu” dan sebaliknya.
Namun, jika dibaca lebih mendalam, tampaknya Baale sedang mencoba membicarakan sosok yang terikat dalam hubungan darah. Dengan mengatakan bahwa ia takut menjadi seseorang yang darinya ia mendapat “bagian", mungkin semacam DNA atau karakter warisan, sesungguhnya ia takut karena ia berpotensi mendapat warisan karakter buruk tanpa ia minta atau sadari.
Mungkin sosok itu adalah orang tuanya. Ia takut mewarisi sifat atau karakter buruk dari orang tua yang dirinya tidak pernah tahu sosoknya sebelum dia ada, “sebelum kuhadir dalam duniamu”.
Ketakutan itu wajar dan dapat dipahami. Sebagai manusia, kita terpengaruh banyak hal dalam proses menjadi diri kita saat ini. Bisa jadi itu adalah lingkungan, pola asuh, atau bahkan DNA.
Namun, ketakutan itu dapat dihadapi sebagaimana setiap orang pasti punya keinginan untuk berubah dan berbenah, alih-alih menyalahkan orang lain atas sifat buruk yang ia miliki, atau justru membiarkannya dan menuntut orang lain memakluminya.
Ingin tahu lebih banyak mengenai lirik lagu, baik dalam maupun luar negeri? Pembaca dapat membaca kumpulan artikel sejenis melalui tautan berikut ini.
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Wisnu Amri Hidayat
Masuk tirto.id

































