Menuju konten utama

Lirik Lagu "Yang Kutakuti" Baale Lengkap dengan Maknanya

Baale atau Iqbaal Ramadhan merilis single terbarunya, berjudul Yang Kutakuti. Simak lirik lagu dan makna di baliknya.

Lirik Lagu
Penyanyi Iqbaal Ramadhan atau BAALE berpose usai konferensi pers album FORTUNA di Jakarta, Rabu (29/5/2024). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Baale atau yang bernama asli Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan baru-baru ini merilis single terbaru berjudul Yang Kutakuti. Lirik yang puitis dan penuh emosi dalam lagu siap menyapa telinga para pendengar sosok penyanyi sekaligus aktor ini.

Dengan mengangkat tema tentang ketakutan yang ada dalam diri penyanyi, Baale mencoba jujur mengakui ketakutan-ketakutannya sebagai manusia. Ketakutan itu dapat berupa apa saja.

Melalui lagu ini, Baale menyampaikan ketakutannya sekaligus mengajak pendengar untuk menyadari ketakutan yang ada dalam diri masing-masing serta mengatasi dan menghadapi ketakutan itu. Bagaimana lirik lagu Yang Kutakuti ini dan apa makna di baliknya?

Lirik Lagu Yang Kutakuti Dinyayikan Baale

Lagu Yang Kutakuti sudah dapat didengarkan di platform streaming musik. Salah satunya yakni Spotify. Dengan durasi singkat yakni 3 menit 3 detik, lagu ini relatif cukup penuh lirik.

Berikut ini lirik lagu Yang Kutakuti yang dinyanyikan sekaligus diciptakan Baale:

[Verse 1]

Ku tak pernah nyaman saat kau mengumpat

Di perjalanan sembari buka kaca depan

Kau acungkan jari tengah lagi

[Verse 2]

Belum juga bisa t'rima kekurangan

Kar'na hanya satu yang kau ajari

'Tuk jadi sempurna

Tak bercelah sama sekali, woah oh

[Pre-Chorus]

Ku tak pernah tahu

Siapa kamu sebelum aku

Sebelum kuhadir dalam duniamu

Kuhadir dalam duniamu

Masih diam aku, bingung cara 'tuk mengungkapkan

Kupendam, hanya mampu 'tuk mendengarkan

[Verse 1]

Ku tak pernah nyaman saat kau mengumpat

Di perjalanan sembari buka kaca depan

Kau acungkan jari tengah lagi

[Verse 2]

Belum juga bisa t'rima kekurangan

Kar'na hanya satu yang kau ajari

'Tuk jadi sempurna

Tak bercelah sama sekali, woah oh

[Pre-Chorus]

Ku tak pernah tahu

Siapa kamu sebelum aku

Sebelum kuhadir dalam duniamu

Kuhadir dalam duniamu

Masih diam aku, bingung cara 'tuk mengungkapkan

Kupendam, hanya mampu 'tuk mendengarkan

[Pre-Chorus]

Masih belum bisa terima faktanya

Kalau semua ini sudah berbeda

Tak lagi kukenal, tak lagi buatku nyaman

[Chorus]

Sekuat 'ku berlari

Pijak tak jauh pergi

Meski lelah kucoba (Oh, ternyata)

'Ku tak jauh berbeda

Ada aku dalam dirimu

Mungkin kamu dalam diriku

Semakin aku hindari

(Semakin 'ku jadi) Yang kutakuti

[Post-Chorus]

(Oh, jadi) Yang kutakuti

(Menjadi) Yang kutakuti

[Chorus]

Ada aku dalam dirimu

Tak inginku s'perti dirimu

Semakin aku hindari

(Semakin 'ku jadi) Yang kutakuti

Makna Lirik Lagu Yang Kutakuti - Baale

Bersama Enrico Octaviano sebagai produser, Baale menciptakan lirik lagu Yang Kutakuti ini. Ia juga turut mengaransemen lagunya di sini. Lirik yang ia ciptakan mengandung pesan yang mendalam.

Perasaan takut merupakan perasaan universal yang bisa dialami siapa saja. Orang bilang, ketakutan sering kali tidak jelas apa sebenarnya objek yang ditakuti. Lebih sering, seseorang takut akan apa yang ada dalam sesuatu yang tidak ia ketahui.

Dalam hidup, ketidaktahuan itu sering sekali manusia jumpai. Tak lain sebab memang tidak ada yang pasti dalam kehidupan. Masa depan, tidak pasti; sesuatu di balik dinding, tidak pasti.

Karena itulah wajar jika manusia mengalami ketakutan. Ketidakpastian dan serba-ketidaktahuan menjadikan manusia diselimuti rasa takut tanpa tahu apa yang harus ia perbuat agar tidak menyesal, agar tidak jatuh.

Baale dalam lagu ini, ketika berhadapan dengan manusia lain, meraba-raba: “ada aku dalam dirimu/ mungkin kamu dalam diriku/”. Manusia, dalam hubungan satu sama lain, saling memengaruhi sehingga bisa dikatakan ada pribadi “aku” dalam diri “kamu” dan sebaliknya.

Namun, jika dibaca lebih mendalam, tampaknya Baale sedang mencoba membicarakan sosok yang terikat dalam hubungan darah. Dengan mengatakan bahwa ia takut menjadi seseorang yang darinya ia mendapat “bagian", mungkin semacam DNA atau karakter warisan, sesungguhnya ia takut karena ia berpotensi mendapat warisan karakter buruk tanpa ia minta atau sadari.

Mungkin sosok itu adalah orang tuanya. Ia takut mewarisi sifat atau karakter buruk dari orang tua yang dirinya tidak pernah tahu sosoknya sebelum dia ada, “sebelum kuhadir dalam duniamu”.

Ketakutan itu wajar dan dapat dipahami. Sebagai manusia, kita terpengaruh banyak hal dalam proses menjadi diri kita saat ini. Bisa jadi itu adalah lingkungan, pola asuh, atau bahkan DNA.

Namun, ketakutan itu dapat dihadapi sebagaimana setiap orang pasti punya keinginan untuk berubah dan berbenah, alih-alih menyalahkan orang lain atas sifat buruk yang ia miliki, atau justru membiarkannya dan menuntut orang lain memakluminya.

Ingin tahu lebih banyak mengenai lirik lagu, baik dalam maupun luar negeri? Pembaca dapat membaca kumpulan artikel sejenis melalui tautan berikut ini.

Baca juga artikel terkait LIRIK LAGU atau tulisan lainnya dari Umu Hana Amini

Kontributor: Umu Hana Amini
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Wisnu Amri Hidayat