Menuju konten utama

Lonjakan Mudik 2026: Kemenhub Sudah Catat 7,7 Juta Keberangkatan

Lonjakan mudik 2026 naik sebesar 10,95 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Lonjakan Mudik 2026: Kemenhub Sudah Catat 7,7 Juta Keberangkatan
Kepala Pusat Kebijakan Keselamatan dan Keamanan Transportasi, Bernadette Endah Sekar, yang juga bertindak sebagai Ketua Posko Harian Angkutan Lebaran 2026, merinci bahwa seluruh moda transportasi mengalami tren kenaikan dalam konferensi pers di Kemenhub, Kamis (19/3/2026). tirto.id/Nanda Aria Putra
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Arus mudik Lebaran 2026 menunjukkan lonjakan signifikan. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat sebanyak 7,7 juta orang telah diberangkatkan menuju kampung halaman hingga H-3 Lebaran, Kamis (19/3/2026). Angka ini meningkat tajam sebesar 10,95 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan moda transportasi kereta api menjadi primadona yang mengalami kenaikan tertinggi.

Kepala Pusat Kebijakan Keselamatan dan Keamanan Transportasi, Bernadette Endah Sekar, membeberkan, akumulasi keberangkatan penumpang angkutan umum pada periode Sabtu (14/3/2026) hingga Kamis (19/3/2026) pukul 06.00 WIB, mencapai 7.753.476 orang. Angka tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 10,95 persen dibandingkan periode yang sama pada Angkutan Lebaran tahun 2025 yang berjumlah 6.988.008 orang.

Bernadette, yang juga bertindak sebagai Ketua Posko Harian Angkutan Lebaran 2026, merinci bahwa seluruh moda transportasi mengalami tren kenaikan.

"Untuk perkeretaapian naik 15,25 persen dibandingkan dengan tahun lalu, udara baik domestik dan internasional naik 6,88 persen, untuk laut naik 6,82 persen, penyeberangan naik 13,40 persen, dan darat naik sebanyak 7,64 persen dibandingkan dengan tahun lalu," ujar Bernadette dalam konferensi pers, di Kemenhub, Kamis.

Dalam data Kemenhub dapat dilihat bahwa pengguna moda transportasi kereta api mencapai 2.282.426 orang, yang merupakan akumulasi dari 1.216.802 penumpang antarkota dan 1.065.624 penumpang perkotaan regional. Angka ini melonjak 15,26 persen dibandingkan Lebaran tahun lalu yang berjumlah 1.980.196 orang.

Sementara itu, moda penyeberangan juga meningkat dengan total 1.929.757 orang pemudik, naik 13,40 persen. Diikuti oleh moda transportasi udara yang memberangkatkan 1.736.756 orang, terdiri dari 1.396.312 penumpang domestik dan 340.444 penumpang internasional, atau naik 6,88 persen.

Untuk angkutan laut, tercatat 636.573 orang telah berangkat, meningkat 6,82 persen. Adapun moda darat (bus TTA/TTB dan travel) melayani 1.167.964 pemudik, yang berarti tumbuh 7,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Selain pergerakan penumpang, Kemenhub juga mencatat peningkatan volume kendaraan yang meninggalkan dan menuju Jakarta melalui gerbang tol.

Jumlah kendaraan yang keluar dari gerbang tol Jakarta tercatat naik 4,35 persen, sementara kendaraan yang masuk ke Jakarta mengalami lonjakan signifikan sebesar 14,24 persen. Adapun untuk kendaraan yang keluar dan masuk di gerbang tol Jagorawi dan sekitarnya terpantau naik 0,97 persen.

Dari sisi kondisi alam, Bernadette menyampaikan bahwa berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca secara umum relatif aman. Namun demikian, ia mengingatkan adanya potensi gelombang tinggi di beberapa perairan.

"Berdasarkan data dari BMKG, cuaca relatif aman meskipun terdapat wilayah dengan tinggi gelombang 2,5 sampai 4 meter. Untuk itu, kami menghimbau masyarakat untuk mematuhi arahan dari petugas dan kita bersama dapat lebih antisipatif terhadap keamanan dan keselamatan pada moda transportasi laut," imbaunya.

Baca juga artikel terkait MUDIK LEBARAN atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Siti Fatimah