tirto.id - Lirik "Romantic Homicide" dari d4vd sedang menjadi perbincangan di media sosial. Warganet mengaitkan lagu ini dengan kasus terbaru yaitu penemuan jenazah seorang perempuan di bagasi mobil penyanyi bernama asli David Anthony Burke ini.
Video musik dan lirik lagu d4vd "Romantic Homicide" bercerita tentang pembunuhan seorang perempuan, namun ia menjelaskan bahwa yang ia maksud adalah pembunuhan dalam pikiran.
d4vd merilis lagu ini dua tahun sebelum Celeste Rivas Hernandez menghilang. Ia merekam lagu "Romantic Homicide" jauh sebelum kematian Celeste.
Arti Lirik Romantic Homicide
Lagu d4vd "Romantic Homicide" menampilkan seorang perempuan berlumuran darah bergaun putih. Menurut US Weekly, d4vd pertama kali mencuat pada tahun 2021, setahun sebelum ia merekam "Romantic Homicide."
Video musik untuk "Romantic Homicide" di laman YouTube D4vd telah ditonton lebih dari 179 juta kali sejak diunggah pada tahun 2022.
Meskipun ada klaim bahwa lagu tersebut dirilis pada hari ulang tahun Rivas, tanggal lahir Rivas yang sebenarnya belum diketahui.
Dalam wawancara dengan Genius, d4vd menjelaskan, "Jadi, cara saya menciptakan 'Romantic Homicide' pada dasarnya sama seperti lagu-lagu lain. Saya hanya mendengarkan musik instrumental dan membiarkan lagu itu memberi tahu saya apa yang perlu disampaikan. Dan pada dasarnya, saya mulai dari sana, lalu saya menulis untuk mengontekstualisasikan kisah-kisah yang saya ceritakan."
Ia kemudian menyanyikan beberapa bait dari "Romantic Homicide".
"Segala sesuatu memiliki makna di baliknya. Saya pikir itulah puisi. Puisi seperti sebuah interpretasi, dan orang lain dapat membaca hal yang sama dan mengambil sesuatu yang lain darinya, dan menemukan hal-hal baru setiap saat... semua lagu saya, saya pikir, adalah puisi," tambahnya.
Lirik yang viral adalah:
In the back of my mind
I killed you
And I didn’t even regret it.
I can’t believe I said it
But it’s true
I hate you.
Di balik pikiranku
Aku membunuhmu
Dan aku bahkan tidak menyesalinya.
Aku tidak percaya aku mengatakannya
Tapi itu benar
Aku membencimu
Ia mengatakan ia mengambil cerita dari novel grafis dan manga Jepang dan menuangkannya ke dalam musik.
"Jadi, yang menginspirasi hook, 'di balik pikiranmu kau mati', agak mirip dengan aspek penceritaan dari lirik-lirik sebelumnya dengan cara yang dibangunnya," kata D4vd dalam wawancara tersebut.
"Momen besar di mana dia meninggal terbayang di benak saya. Saya tidak membunuhnya secara fisik, tetapi di benak saya, dia meninggal. Saya bahkan tidak menangis, tidak setetes air mata pun."
Dia menambahkan, tentang lirik, "Aku membencimu," "Aku ingin kau merasakan emosi di bagian lagu ini." Dia mengatakan makna dari lirik tersebut adalah bahwa pikiran tentang wanita itu telah hilang.
D4vd mengklaim dalam wawancara itu bahwa lagu tersebut tidak dimaksudkan untuk diartikan secara harfiah.
"Sebenarnya lebih seperti kiasan aku membunuhmu... Semuanya ada di pikiran karena di situlah tempat teraman yang bisa kau tempati," kata D4vd dalam wawancara Genius.
Lirik Lagu "Romantic Homicide"
I'm scared (whoa-oh)
It feels like you don't care (whoa-oh)
Enlighten me, my dear (whoa-oh)
Why am I still here? (Whoa-oh)
I don't mean to be complacent with the decisions you made
But why?
In the back of my mind (whoa-oh), you died (whoa-oh)
And I didn't even cry (whoa-oh), no, not a single tear
And I'm sick of waiting patiently (ooh-ooh)
For someone that won't even arrive
Whoa, whoa, whoa
Whoa, whoa
In the back of my mind, I killed you
And I didn't even regret it, I can't believe I said it
But it's true
Do I love you? No, I hate you
In the back of my mind (whoa-oh)
You died (whoa-oh)
And I didn't even cry (whoa-oh, whoa-oh)
Not a single tear
Whoa, whoa, whoa
Whoa, whoa, whoa, whoa, oh
I killed you and I didn't even regret it
I can't believe I said it, but it's true
I love (whoa), I love (whoa), I love (whoa)
I love you
Thank you, Phoenix, I love y'all so much
Oh, oh, oh-oh, oh
Makna Video "Romantic Homicide"
Video musik untuk lagu ini dimulai dengan badai petir di malam hari dan adegan seorang pria menyeret koper di trotoar.
Kemudian beralih ke sang penyanyi yang terbaring dengan mata tertutup di tanah di tengah hujan, lalu berjalan di sepanjang pagar kawat, dengan adegan-adegan yang menampilkan seorang wanita dan gambar-gambar lain yang berlalu dengan cepat.
Seorang wanita dengan gaun putih bernoda merah kemudian muncul berdiri diam. Sebuah ranjang dengan garis-garis merah di selimutnya ditampilkan. Ia kemudian berdiri di ujung ranjang, tempat wanita itu, berlumuran darah dan diam, terbaring dengan sekuntum mawar putih. Sebuah pisau berdarah ditampilkan, dan sekuntum mawar putih berlumuran darah jatuh ke tanah.
Editor: Yantina Debora
Masuk tirto.id






























