Menuju konten utama

Lemhannas: Keterbukaan Informasi Penting untuk Ketahanan Bangsa

Ace Hasan meminta publik waspada terhadap penggunaan AI yang bisa menimbulkan hoaks di masyarakat.

Lemhannas: Keterbukaan Informasi Penting untuk Ketahanan Bangsa
Gubernur Lemhanas, Ace Hasan Syadzily dalam pidato Opening Ceremony Pameran Keterbukaan Informasi Publik 2025 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (14/10/2025). tirto.id/M. Irfan Al Amin

tirto.id - Gubernur Lemhannas, Ace Hasan Syadzily, mengungkapkan bahwa aksi kerusuhan yang terjadi pada penghujung Agustus 2025 di sejumlah wilayah di Indonesia merupakan salah satu akibat terbukanya perkembangan informasi ke publik.

"Kita juga masih ingat, pada bulan Agustus 2025, situasi bangsa ini diwarnai oleh beberapa kejadian kerusuhan massal dan diwarnai oleh perkembangan teknologi yang menampilkan akses keterbukaan informasi publik," kata Ace dalam pidato Opening Ceremony Pameran Keterbukaan Informasi Publik 2025 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (14/10/2025).

Ace melontarkan bahwa perkembangan teknologi dan keterbukaan informasi menjadi salah satu aspek penting dalam pertahanan Indonesia. Dia juga menyinggung mengenai kejadian lumpuhnya Pusat Data Nasional akibat serangan siber pada 2024 lalu. Dia menyebut hal itu sebagai tantangan baru di era siber yang harus segera dipelajari dan diadaptasikan dengan cepat.

"Akses keterbukaan informasi publik bahkan tahun 2024 lalu Pusat Data Nasional lumpuh akibat serangan siber. Semua tantangan tersebut, termasuk krisis iklim, pandemi global, disinformasi digital dan lain-lain muncul secara tak terduga, nonlinier dan sulit dipahami serta telah mempengaruhi kondisi ketahanan nasional bangsa Indonesia," ujarnya.

Dia juga menyinggung keberadaan media informasi menjadi pilar penting dalam ketahanan bangsa Indonesia. Menurutnya, media bukan hanya corong propaganda dalam penyampaian informasi, namun juga memiliki peran penting dalam peradaban dunia.

"Media tidak lagi sekedar penyampai informasi, tetapi juga menjadi penggerak perubahan, peradaban dunia dan berperan sebagai saran agen perubahan, agent of change, serta pembentuk opini publik," terangnya.

Politikus Partai Golkar tersebut juga menyampaikan kehadiran akal imitasi atau AI yang sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan dunia modern.

Namun, dia mengingatkan bahwa kehadiran AI yang memudahkan banyak kegiatan masyarakat juga memiliki dampak bahaya salah satunya yaitu produksi konten cepat yang mampu menimbulkan hoaks di masyarakat.

"Teknologi AI kini dapat memproduksi konten dengan cepat dan efisien, bahkan mampu menciptakan berita palsu atau hoaks yang berdampak pada disinformasi publik dan dapat merusak kohesi sosial," ujarnya.

Baca juga artikel terkait LEMHANNAS atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Flash News
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Bayu Septianto