Menuju konten utama

Lebah Raksasa Wallace Ditemukan Kembali di Kepulauan Maluku

Wallace’s Giant Bee atau Raja Ofu kembali ditemukan oleh tim konservasi dan peneliti internasional di wilayah Kepulauan Maluku, Indonesia.

Lebah Raksasa Wallace Ditemukan Kembali di Kepulauan Maluku
Ilustrasi lebah hitam raksasa di pulau maluku. FOTO/wikipedia

tirto.id - Lebah terbesar di dunia, Wallace’s Giant Bee atau Raja Ofu kembali ditemukan oleh tim konservasi dan peneliti internasional di wilayah Kepulauan Maluku, Indonesia.

Sebagaimana diwartakan Al Jazeera, lebah dengan nama spesies Megachile pluto ini berukuran sebesar ibu jari pria dewasa ini ditemukan bulan lalu.

Tim peneliti merilis gambar dan video dari sarang lebah dan ratu dari kawanan lebah tersebut pada Kamis (21/2/2019). Mereka mengatakan telah menemukan ‘cawan suci’ spesies.

“Di tengah berkurangnya jenis-jenis serangga di dunia, kami menemukan spesies ikonik ini dan masih bertahan. Sebuah hal yang sangatlah luar biasa,” ujar Simon Robson, anggota tim ekspedisi dan profesor dari Universitas Sidney seperti dikutip Aljazeera.

Lebah ini pertama kali ditemukan oleh Alfred Russel Wallace, seorang kolektor lebah yang menemukan lebah terbesar ini yang juga mengembangkan teori evolusi Charles Darwin.

Meskipun memiliki ukuran yang besar, lebah Wallace tidak juga ditemukan di beberapa tempat yang diduga menjadi habitatnya sebelumnya sejak 1981.

Huff Post menjelaskan, catatan pribadi dari fotografer alam yang terlibat dalam penemuan ini, Clay Bolt menemukan sebuah gundukan rayap rendah sekitar 8 kaki di atas tanah, dengan sebuah lubang yang cukup besar, bulat, dan nampak dipakai oleh serangga berukuran besar. Ia menyusuri kepulauan Maluku untuk menemukan lebah raksasa ini selama berhari-hari hingga akhirnya.

Iswan melihat ke lubang tersebut dan melihat sesuatu bergerak dan berjingkat, mengira itu adalah ular. Namun setelah di cek, sarang tersebut adalah sarang lebah.

Bolt menyalakan headlamp sambil melongok ke dalam lubang, dan dengan perasaan sulit dipercaya, mereka menemukan Lebah Raksasa Wallace, yang disebut Raja Ofu oleh warga setempat.

“Impianku adalah menjadi orang pertama yang mengabadikan lebah Wallace hidup-hidup, dan impianku terkabul,” kata Bolt seperti dikutip Global Life.

Megachile pluto memiliki panjang tubuh 3,8 cm untuk betina dan 2,8 cm untuk lebah jantan dengan rata-rata rentang sayap mencapai 6 cm.

Lebah ini berwarna hitam legam seperti serangga dan memiliki rahang seperti kumbang rusa. Spesies yang diperkirakan sudah punah ini ditemukan kembali dalam keadaan yang masih utuh lengkap dengan habitat aslinya.

Saat ini, Bolt dan temannya telah kembali ke Amerika Serikat dengan dokumentasi lebah raksasa tersebut. Ia juga menyatakan jika mereka memiliki misi untuk bekerja sama dengan pemerintah setempat, peneliti Indonesia, dan kelompok konservasi untuk memastikan perlindungan dari spesies menakjubkan tersebut.

Bolt akan kembali lagi ke Maluku Utara untuk mendokumentasikan siklus hidup Raja Ofu lebih detail.

Lebih lanjut, ia mengatakan, mengetahui lebah raksasa masih hidup membuatnya merasa bahwa di dunia yang kehilangan banyak hal ini, harapan dan keajaiban masih ada.

Baca juga artikel terkait SERANGGA atau tulisan lainnya dari Anggit Setiani Dayana

tirto.id - Sosial budaya
Penulis: Anggit Setiani Dayana
Editor: Yulaika Ramadhani