Langgar PSBB, 290 Masjid di Surabaya Gelar Tarawih Berjamaah

Oleh: Gilang Ramadhan - 5 Mei 2020
Pembatasan kegiatan keagamaan berjamaah tertuang dalam Peraturan Wali Kota Surabaya (Perwali) Nomor 16 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB.
tirto.id - Tarawih berjamaah masih dilaksanakan di 290 dari 2.504 masjid dan musala di Kota Surabaya, Jawa Timur, selama penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk mengendalikan penularan virus Corona atau COVID-19.

"Ada sekitar 96 masjid di Surabaya yang masih melaksanakan salat Jumat," kata Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Surabaya Eddy Christijanto, Selasa (5/5/2020).

Data tersebut didapat dari hasil evaluasi Kantor Wilayah Kementerian Agama mengenai penerapan aturan PSBB di rumah-rumah ibadah.

Peraturan Wali Kota Surabaya (Perwali) Nomor 16 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB dalam Penanganan COVID-19 di Kota Surabaya mencakup pembatasan aktivitas di luar rumah serta pembatasan kegiatan keagamaan berjamaah di rumah ibadah atau tempat tertentu.

Eddy menekankan pentingnya kepatuhan warga menjalankan ketentuan mengenai PSBB dalam upaya mempercepat pengendalian penularan COVID-19.

"Kunci keberhasilan dari PSBB ini adalah kepatuhan masyarakat terhadap Perwali 16/2020 tentang PSBB," katanya.

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya sudah menyarankan seluruh anggotanya untuk melaksanakan salat lima waktu berjamaah bersama keluarga di rumah saja.

Namun, Ketua PCNU Kota Surabaya Achmad Muhibbin Zuhri mengatakan warga NU masih melaksanakan salat Jumat di masjid dengan menerapkan protokol kesehatan.

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya juga sudah mengeluarkan surat edaran berisi imbauan kepada pengurus masjid dan musala agar tidak menyelenggarakan salat lima waktu berjamaah dan salat Jumat guna meminimalkan risiko penularan COVID-19.


Baca juga artikel terkait PSBB SURABAYA atau tulisan menarik lainnya Gilang Ramadhan
(tirto.id - Sosial Budaya)

Sumber: Antara
Penulis: Gilang Ramadhan
Editor: Gilang Ramadhan
DarkLight