tirto.id - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak mengaku belum mengetahui siapa yang akan membayar tagihan penggunaan internet dari Starlink yang dibagikan untuk korban bencana Sumatra.
Ia mengakui, TNI telah mendistribusikan Starlink agar arus komunikasi di kawasan bencana tersebut berjalan dengan lancar.
"Itu memang perlatan kami, dari Kementerian Pertahanan, memang pulsanya belum tau siapa yang mau bayar, tapi itu kondisinya," ucapnya saat konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Pusat, Rabu (3/12/2025).
Akan tetapi, Maruli menyatakan TNI telah menjalankan tugasnya untuk mendistribusikan Starlink bagi korban bencana Sumatra.
"Tapi semangat kami untuk membantu, kami kirimkan berpuluh Starlink ke daerah bencana," kata dia.
Untuk mempercepat pemulihan layanan di daerah yang mengalami kerusakan BTS, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menyalurkan 32 unit perangkat Starlink kepada masyarakat terdampak banjir dan longsor di Sumbar.
Kepala Balai Monitor Kelas II Padang, M Helmi menyatakan perangkat tersebut diberikan berdasarkan kebutuhan lapangan dan tidak dipungut biaya selama masa tanggap darurat.
“Komdigi tidak memungut biaya untuk penggunaan Starlink oleh masyarakat terdampak bencana,” katanya.
Starlink memiliki jangkauan 500 meter hingga 1 kilometer dapat digunakan hingga 60 pengguna secara bersamaan, dan mampu memberikan kecepatan internet hingga 300 Mbps.
Kapasitas dapat ditingkatkan jika dihubungkan dengan perangkat tambahan seperti hotspot eksternal. Helmi menegaskan Starlink menjadi jaringan pengganti sementara saat BTS lumpuh akibat listrik padam, transmisi putus, atau kerusakan fisik, serta membantu menjangkau kawasan blankspot.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id


































