tirto.id - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, menilai operasi penanganan bencana di wilayah Sumatra merupakan penanganan tercepat sepanjang pengalamannya sebagai prajurit TNI.
“Jadi, saya perjalanan penugasan tentara sudah berpuluh-puluh kali melakukan bantuan bencana. Ini yang saya berani menyatakan ini yang tercepat,” ujar Maruli dalam konferensi pers perkembangan penanggulangan bencana Sumatra di Posko Terpadu Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (29/12/2025), sebagaimana disiarkan melalui kanal YouTube BNPB Indonesia.
Ia mencontohkan percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah terdampak, termasuk pembangunan jembatan bailey. Dalam kondisi darurat, menurutnya, pembangunan jembatan dapat dilakukan dengan cepat untuk memulihkan akses masyarakat.
“Minggu-minggu ini dua jembatan bailey akan selesai. Berapa ratus tadi dibilang air bersih. Berapa hunian sementara yang akan segera dilakukan,” ujarnya.
Jenderal bintang empat ini menilai percepatan tersebut tidak lepas dari kepemimpinan Presiden yang secara langsung memberikan arahan kepada seluruh jajaran terkait penanganan bencana.
“Silakan perbandingkan dengan seluruh bencana yang sudah ada, yang pernah dilakukan. Ini Presiden memimpin langsung kepada kami perintah-perintahnya, sehingga ini sangat-sangat cepat,” ujarnya.
Maruli membandingkan penanganan bencana di Sumatra dengan sejumlah bencana besar yang pernah ia tangani sebelumnya, mulai dari letusan Gunung Merapi, bencana di Lembata, hingga banjir di Adonara, Nusa Tenggara Timur, selama puluhan tahun pengabdiannya di TNI.
“Silakan perbandingkan dengan seluruh bencana yang sudah ada, yang pernah dilakukan. Ini Presiden memimpin langsung kepada kami perintah-perintahnya, sehingga ini sangat-sangat cepat,” ujarnya.
“Saya mengalami bagaimana merapi, Lembata, Adonara. Di mana banyak-banyak tempat. Tidak ada yang secepat ini. Saya yakin itu,” sambungnya.
Penulis: Alfitra Akbar
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id


































